Berbahagia Apa Adanya
Obrolan dengan temanku.
“Senang saya melihat bapak”, kataku kepada seorang teman, di suatu tempat di tengah hutan karet berbukit sebelah utara, Jawa Tengah.
“Bapak selalu memancarkan senyum meski dalam keadaan lelah begini, raut mukamu tetap berseri, hehehe”, lanjutku.
“Tiga kondisi yang selalu saya usahakan agar terlaksana, pertama membahagiakan diri dengan apa adanya, kedua membahagiakan keluarga dengan apa adanya, ketiga membahagiakan tetangga dan lingkungan dengan apa adanya. Nah! saat ini saya sedang membahagiakan diriku..”, katanya, tangannya memegang lutut kaki kanannya menekuk berpijak di ketinggian sedang kaki kirinya lurus berpijak di tempat yang lebih rendah.
“Semacam setting atau pengaturan ekonomi pribadi, ekonomi keluarga dan ekonomi lingkungan, begitulah…!, kita kan tidak hidup sendirian jadi semua kita lakoni dengan senang” dia melanjutkan dengan bersemangat, “Saya selalu merencanakan setting yang sangat rendah, sehingga bila kenyataannya sama atau sedikit lebih tinggi, maka saya sudah senang. Bila kenyataannya jauh lebih tinggi, wah..senang banget..jadi…semua keinginan kusesuaikan, bahkan kurendahkan sedikit dibawah kemampuanku” katanya.
“Luar biasa…” kataku, “Semacam kita miskin harta, tanpa jabatan tetapi tetap bahagia. Bahagia apa adanya” lanjutku.
“Betul…karena keinginan itu sering membuat kita susah…hahaha..” sergahnya, kami mulai menuruni bukit, menuju lembah.
Sambil mengagumi pemandangan musim panen bulan Februari, kugoda lagi temanku “berarti bapak sebebarnya tidak punya cita-cita dong..”
“cita-cita?!, ambisi maksudmu?!..” tanyanya…
“apalah semacam rencana dan usaha untuk masa depan yang lebih baik, daripada apa adanya” jawabku.
“bahagia apa adanya..itulah usaha dan cita-citaku..” katanya sambil melompat ke jalan setapak, dan menuju mobil kami diparkir.
“Coba lihat dan pikir”, katanya “banyak orang berpisah dengan temannya karena berbagai macam sebab, menurutku sih…penyebabnya sederhana saja, semua itu karena keinginan yang melebihi kemampuannya, sehingga…. pastilah tidak terpenuhi”.
“Seperti caleg?!…parpol?!..itu maksudmu?!..”, kataku
“hahaha..”, kami masuk mobil melanjutkan perjalanan, matahari memerah melukis awan dan sekelilingnya.
__________________________________________
dari Bisik-bisik: Berbahagia apa adanya!, iya kan?!.
Kebahagiaan ada dalam hati masing masing, yang bisa merasakan diri kita masing masing.
____________________________________
dari Bisik-bisik: Benar pak Indra!, tinggal bagaimana kita, iya kan?!
indra tjahja
February 25, 2009 at 8:58 am
memang benar pak/om (enaknya panggil apa ya?)
sesuatu yang apa adanya memang lebih nikmat.
bisa iklas menerima dan selalu mensyukuri apa yang telah dan belum kita terima
kalo bahasa jawanya “Nrimo Ing Pandum”
terima kasih sudah mampir di gubug saya
http://www.kampungjawa.co.cc
___________________________________
dari Bisik-bisik:Iya pak Khrisna, bersyukur selalu.
Khrisna
February 25, 2009 at 9:48 am
SEGALA SESUATU YANG TERJADI PASTI ADA HIKMAH DIBALIKNYA
______________________________________
dari Bisik-bisik: iya Cenya95!, semoga kita selalu ingat akan hikmah, iya kan?!
cenya95
February 25, 2009 at 11:58 am
Kadang kita berpikir dapat hidup bahagia jika kita mendapatkan apa yang tidak atau belum kita punya, sehingga kita terobsepsi dan kehabisan waktu untuk mendapatkannya. Sampai kita sadar bahwa sebenarnya kita dapat hidup bahagia dengan apa yang kita punya sekarang!
Setuju nggak, bang?
________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Ekonikoe AN!, setuju!!, kita pasti bahagia dengan mensyukuri yang kita punya, iya kan?! lalu cita-cita dapat kita raih dengan ketekunan dan usaha yang baik dan pasti.
Ekonikoe AN
February 25, 2009 at 6:20 pm
Tadi malam saya membuka blog ini dan baru membaca 2 paragraf baterei saya drop. Karena sudah malam akhirnya aku matikan laptop. Ketika makan malam sebelum baca blog ada percakapan dengan suami yangmembuat aku sedikit gundah. Dan ketika kupejamkan mata aku ingat kalimat “Bahagia apa adanya” kemudian memandang wajah suamiku yang tidur pulas dengan wajahnya yang damai. Membuatku berdo’a berkali-kali hingga tertidur untuk diberikan keiklasan dan menjalani hidup dengan menikmati apa adanya seperti sahabat Ito itu. Thanks
__________________________________
dari Bisik-bisik: iya Ito Yulism, kita dapat berbahagia menghadapi kenyataan dengan apa adanya, bahagia dengan memberitahukannya kepada Tuhan. Cobaan dan kesedihan sering menjadi transformasi kebahagiaan, begitu kan Ito.
yulism
February 25, 2009 at 9:56 pm
Kebahagian memang sulit dicari, tapi kalau kita selalu mensyukuri nikmat yang diberikanNya. Pastilah kita akan selalu dalam kebahagiaan.
Thanks dah mampir ya pak
____________________________________
dari Bisik-bisik: iya mbak Nessyoctavia!, melangkahkan kaki, mengayunkan tangan, tersenyum meski bekerja keras, iyakan?!. sukses selalu.
nessyoctavia
February 25, 2009 at 11:33 pm
Berbahagia apa adanya..?! menurut kata orang pintar yang saya dengar sih… dengan mensyukuri anugrah yang telah kita terima adalah awal dari Kebahagiaan… makanya saya coba praktekin… tetapi kadang terasa sangat sulit juga ya… soalnya masih tergoda untuk hal hal yang lebih lagi… apakah ini termasuk Ambisi..?!
Kalau jadi Caleg sih .. jauh … jauh..!! nggak bakat ..
Salam dari jauh……
____________________________
dari Bisik-bisik: iya Lae Michael, betul Lae, tetapi saat-saat seperti itu, kita perlu flashback, iya kan lae. Hidup tidak selalu menyenangkan, tetapi seperti angin nya itu, lewat begitu saja. Godaan dan ambisi kita gunakan sebagai bahan bakar untuk mecapainya Lae, kita hanya menyesuaikan kecepatannya tergantung kondisi, begitu maksudnya kan?!. kapan masuk satu, dua dst bahkan aterek (mundur)…hehehe…sukses selalu lae.
michaelsiregar
February 26, 2009 at 3:05 am
Zaman sekarang pribadi setiap org maunya seperti itu,
agar senantiasa hidup itu penuh dengan kesabaran
Horas ma lae!
________________________________
dari Bisik-bisik: iya Lae Mr Bin!, kita pasti dapat keuntungan dari kesabaran. iya kan?
Mr Bin
February 26, 2009 at 1:18 pm
maaf mas singal,kalau boleh tahu, darimana anda tahu blog saya? sayakaget ko ga seperti biasanya pengunjung dua hari terakhir membludak? mohon dijawab
___________________________________
dari Bisik-bisik: ia mas Bil, saya blogwalking, mengunjungi teman blogers, blog mas Bil saya kunjungi melalui Penyelancar Tag, sukses selalu.
bil
February 26, 2009 at 5:34 pm
Justru membuat keinginan dan cita-cita yang sederhana, itu yang teramat sulit sekarang ini.
Jadi kalau bisa merasa dan mencapai cita-cita dengan “bahagia apa adanya”, itulah puncak pencapaian hidup.
_________________________________
dari Bisik-bisik: iya Bang Togar, kita mencoba menikmati hidup dengan keadaan kita, meski miskin tetap bisa menolong sesama, sesuai dengan keadaan kita, bahagia, saling merasakan dan kita bisa senang melihat orang senang, iya kan bang?! Maju terus bang.
Togar
February 27, 2009 at 10:56 am
dan mungkin aku akan berbisik pada diriku pak
harusnya aku bahagia dengan apa adanya diriku
________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Reallylife!, Abang pasti bisa dan tingkatkan pada penghargaan kepada sesama. iya kan?!
reallylife
February 28, 2009 at 10:45 pm
Just passing by.Btw, your website have great content!
_________________________________
Making Money $150 An Hour
_______________________________
dari Bisik-bisik: Thankyou Mike!
Mike
March 1, 2009 at 10:29 pm
kebahagiaan memang harus kita syukuri!! gimana singal??
________________________________
dari Bisik-bisik: iya Hikmah San!, setuju.., termasuk kesedihan…termasuk kesakitan, kita bersyukur dapat merasakannya, namun tegar, tabah dan tidak larut lalu berusaha keluar dari kondisi itu, iya kan?!
Hikmah San
March 2, 2009 at 11:17 pm
memang tak mudah menerima apa adanya
tapi, jika kita ingin hidup dalam
damai dan kebahagiaan
memang sudah seharusnya
kita selalu mensyukuri nikmat
serta menerima apa adaNya
horas abanganda
_____________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Mikekono, setuju bang, hidup dalam damai pasti membahagiakan. horas, njuah-njuah bang.
mikekono
March 3, 2009 at 9:54 am
bahagia memang relatif kok, tidak bisa diukur dengan materi
______________________________
dari Bisik-bisik: iya Joe!, setuju!!, materi bukan segalanya, hati yang bersih membuat kita sehat, dan bahagia meski tidak punya harta, iya kan?!
joe
March 4, 2009 at 12:11 pm
Hakuna Matata.
__________________________
dari Bisik-bisik: iya bang G. Meha!, no worries problem free, iya kan?!, I like that song. hehehe…
G. Meha
March 4, 2009 at 12:28 pm
Ya begitulah baiknya, kata orang tua-tua: bayang-bayang setinggi badan.
____________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Romeo!, agar tidak terjadi, bayang-bayang disangka tubuh, ialah pulak. hehehe…
romeo
March 4, 2009 at 2:34 pm
benar amangboru singal…. semuanya harus kita terima apa adanya….dengan demikian ketenangan bathin akan tercipta. apa gunanya kita miliki semua tapi kita sendiri merasa tidak bahagia?
thanks dah berkunjung ke blog sipirok
____________________________
dari Bisik-bisik: iya Tulang Opunk!, ketenangan bathin memberi semangat, bekerja, berusaha dan menolong sesama manusia, bahagia dapat melakukannya, maka misteri kebaikan selalu terpancar dari kehidupan kita, iya kan?
opunk
March 4, 2009 at 5:29 pm
Berbahagia apa adanya, ibarat bayi mungil terlahir tanpa dosa.. Menangis krn merasakan dingin pertama kali diluar rahim bunda.. Tangisan bayi, dan juga ayahbundanya menyambut sukacita.. Bukan tangisan termehek mehek.. Tp tangisan apa adanya.. Tangisan berlinang cinta yg membuncah…
Salam kenal
__________________________________
dari Bisik-bisik: iya nA!, ya..tangisan yang membahagiakan, apa adanya…dan akan mengarungi kehidupan…sepanjang hidupnya penuh ketidak pastian, yang pasti suatu saat akan kembali keharibaanNya.
nA
March 4, 2009 at 9:17 pm
sebenernya konsep Bahagia itu begitu mudah ya Pak.
tetapi kadang manusia sendiri yang membuatnya menjadi sulit…
____________________________________
dari Bisik-bisik: iya mbak Easy!, artinya hidup tergantung kita, iya kan?! dan “apa kata orang”, kata orang Medan, iya kan?
easy
March 4, 2009 at 10:59 pm
Hmmm…kesederhanaan seperti ini yang hilang dari kita semua.
_______________________________
dari Bisik-bisik: iya Zam!, semoga dapat kita temukan kembali, iya kan?!
zam
March 6, 2009 at 9:24 am
Konsep hidup bahagia menurut saya.
Jalani hidup memenuhi arus hidup yang telah ditetapkan Tuhan jangan menentangnya.
DUIT =
Doa
Usaha
Ikhtiar
Tawakal
_______________________________________
dari Bisik-bisik:iya Fayantori31! setuju dan pertahankan.
fayantori31
March 7, 2009 at 6:23 pm
Masih muda saya, Pak (nikah saja belum, he3…). Masih belajar menemukan kebahagian itu apa. Tapi, saya rasakan, bahagia itu apabila berkeinginan sederhana. Sederhana, tapi tidak remeh temeh.
_______________________________________
dari Bisik-bisik:iya Shavaat!, kesederhanaan membuat kita bahagia.
shavaat
March 9, 2009 at 3:00 pm
Halo Pak Singal. Saya sudah link anda dalam website saya di zamak.wordpress.com. Kalau ada waktu, link balik saya ya di blog anda. Makasih.
_________________________________
dari Bisik-bisik:iya Pak Zamakhsyari Abrar, gimana caranya pak. saya gaptek. hehehe…
Zamakhsyari Abrar
March 10, 2009 at 11:10 am
salam dari bandung
saya setuju dengan isi artikel anda, kehidupan memang kejam buat orang yang tidak pekah nuraninya
Iklan politik sontoloyo
Di sudut kota bertebaran baliho para calon anggoto legislatif, ada yang tersenyum manis seperti koruptor menunggu vonis , ada yang bergaya orator dengan latar belakang gambar sukarno menuding, dan ada juga yang berlatar gambar monyet (mungkin ingin memberi pesan manusia lebih kuasa dari monyet walau monyet dan manusia saudara sepupu menurut teori darwin).
Ada yang berfose beramai-ramai seperti mahasiswa yang baru di wisuda , ini barangkali calon legislatif bermodal cekak (maaf bukan menghina, Cuma dugaan)
Wahai para penyembah kekuasan…. Kami tidak butuh kau jajakan wajahmu, seperti banci di taman lawang yang membuat gemas para kantip untuk merazia
http://esaifoto.wordpress.com
____________________________________
dari Bisik-bisik: iya Iklan Politik Sontoloyo!, banyak caleg menawarkan diri, dengan janji manis, semoga rakyat bisa menentukan yang terbaik, iya kan?
iklan politik sontoloyo
March 10, 2009 at 4:58 pm
…dari Bisik-bisik: iya Iklan Politik Sontoloyo!, banyak caleg menawarkan diri, dengan janji manis, semoga rakyat bisa menentukan yang terbaik, iya kan?
Kalau semua berjanji manis, tentu masyarakat dihadapkan pada penentuan janji manis yang teramat manis ya kan pak Singal? Hehehe, yang penting pemilu jalan, kursi jangan sampai kosong.
______________________________
dari Bisik-bisik: iya bang G. Meha!, pilihan yang terpaksa atau yang disuguhkan. Menurutku semua yang manis sering menjadi sumber atau akar penyakit, dan semua yang pahit sering menjadi obat penyakit, iya kan?! semoga ada yang manis jadi vitamin. hehehe.
G. Meha
March 12, 2009 at 11:16 am
kebahagian adalah disaat kita menemukan seseorang untuk bersandar disaat menangis.
____________________________
dari bisik-bisik: iya Ulfiarahmi!, be strong! you have to keep your independence.
ulfiarahmi
March 15, 2009 at 9:21 am
Akhir pekan ini, aku datang menyapa Bang singgal sekeluarga dan pengunjung blog ini…selamat berweekend-ria…
Percakapan yang menyenangkan walaupun ditengah hutan karet…tempat yang memang tepat untuk kita merenung , karena jauh dari sisi kebisingan, sisi manusia-manusia..yang ada ketenangan.
Kebahagian justru datang dari hal-hal sederhana
Kebahagian ada jita kita mau melihatnya dari kaca mata biasa
Kebahagian adalah saat hati tak ada dengki, tak ada iri dan tak terlalu berambisi
Kebahagian saat kita merasa bersyukur dengan apa yang ada
Awal Kebahagian…diiringi senyuman..berlanjut kehati dan perbuatan yang kita lakukan dengan iklas
_______________________________________
dari Bisik-bisik: iya mbak Kweklina!, kebahagiaan yang berdasar kesederhanaan, ketulusan hati dan kedamaian, menjadi bahan bakar semangat hidup, iya kan?!
kweklina
March 15, 2009 at 5:53 pm
bismillah…mudah2an bisa untuk menjaga hati biar bisa berbahagia dgn apa adanya.. ^^
pak kabar nih pak?
___________________________________________
Dari Bisik-bisik:iya ourkami!, saya baik-baik saja, cuma agak sibuk..hehehe. Semoga kita dapat bertahan dan bersemangat akan kesederhanaan dan keseimbangan. iya kan?!
ok
March 16, 2009 at 1:18 pm
menjadi orang yang berbahagia.. tujuan utama hidup
______________________________
dari Bisik-bisik:iya pak Kishandono!, semoga berhasil..semoga.
kishandono
March 16, 2009 at 2:52 pm
Sepertinya cita-cita dari “teman mengobrol “ pak Singal itu adalah bahagia apa adanya, dimana keinginannya “diset” pada level yang tidak melebihi kemampuannya; sehingga diharapkan pemenuhan keinginan itu dapat diwujudkan dengan usahanya sendiri.
Sepertinya keinginan seseorang itu timbul dari kebutuhannya. Kebutuhan itu bisa kebutuhan moril (psychologis), kebutuhan materil (sandang, papan dan pangan ) dan lain-lain.
Level kebutuhan itu tentu akan berbeda untuk setiap orang, tergantung dari status masing-masing, misalnya pendapatannya, kompetensinya, posisi di lingkungannya, pendidikan dan lain lain.
Barangkali kita perlu membedakan antara “RASA SENANG” dan “RASA BAHAGIA”, dimana “rasa bahagia” terjadi apabila ada pemenuhan kebutuhan psychologis (moril) yang tidak riil pada umumnya, misalnya dicintai, diperhatikan, dilidungi, dihargai dll; – jadi rasa bahagia timbul dari dalam – sedang “rasa senang” terjadi apabila ada pemenuhan kebutuhan (materil dan moril) yang nyata misalnya senang diajak seseorang, senang karena cukup sandang/pangan/papan, senang dipuji dan lain lain; – jadi rasa senang yang timbil dari rangsangan dari luar -.
Jadi perasaan senang / bahagia akan timbul apabila keinginan kita terpenuhi, apabila belum terpenuhi maka dapat ditinjau dari level kebutuhan kita all :
1.bila keinginan itu setingkat dengan level kebutuhan kita yang wajar maka kita akan berusaha mendapatkannya.
2.bila keinginan itu melampaui / diatas level kebutuhan yang wajar maka kita akan merasa tidak bahagia / tidak senang atau cenderung berangan-angan atau bercita-cita barangkali.
Seseorang yang mempunyai harta yang banyak bisa merasa tidak bahagia apabila keinginan berupa kebutuhan psychologisnya tidak terpenuhi, sebaliknya seseorang yang miskin harta bisa berbahagia apabila keinginannya berupa kebutuhan psychologisnya terpenuhi dengan mensyukuri apa adanya, menerima keadaannya dengan ihlas.( apa adanya ).
Salam
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Olanto!, kesenangan teman itu adalah mengatur keseimbangan yang berbuah kebahagiaan. Keseimbangan dikemudikan sesuai kapasitas dan kemampuan. Ikhlas (menerima keadaannya) sangat berbeda dengan usaha mengatur keseimbangan sesuai kemampuan, iya kan?. Maka kita harus tetap mengejar cita-cita dengan degala daya upaya atau kerja keras, yaitu usaha yang (berguna dan positif) terus menerus tanpa mengenal kata”menyerah”.
Hasiholan L.Tobing ( olanto )
March 18, 2009 at 4:52 pm
bukan karena ada apanya
great content!
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Alisyah!, apa kabar?!.
Ada apanya sering membuahkan perselisihan hehehe…iya kan?
alisyah
March 18, 2009 at 6:05 pm
tampak jelas bahwa menterjemahkan apa itu arti kebahagiaan……. bisa berbeda-beda…..ada yang ukurannya materi,non-materi, dan keduanya….begitu pula makna cita-cita….daripada timbul kekecewaan lalu ada yang berpendapat biarlah kita hidup apa adanya….seperti air mengalir saja….kita terima apa adanya apapun yang dimiliki dan dihadapi….dengan bahasa lain mungkin maknanya bagaimana kita harus pandai bersyukur…..
_________________________________
dari Bisik-bisik: iya pak Sjafri Mangkuprawira!, pandai bersyukur bibit dan bahan bakar kebahagiaan. tetapi ikhlas berbeda dengan usaha mencapai cita-cita, iya kan?!. Kita tetap berusah mencapainya, tetapi tidak larut dalam kesedihan kalau gagal.
sjafri mangkuprawira
March 21, 2009 at 5:03 pm
@bisik-bisik
ya, ada apanya sering mengacaukan keadaan
oia, jangan lah aku dipanggil abang
ai tametmet dope au
au do na manggora tulang
________________________________
Dari Bisik-bisik: imada Alisyah!, bere!, “ada apanya”, sai adong do angka pangkompas naburju berengon di negaranta on, sai songon na pandita berengon hehehe. (Iyalah, Alisyah!, Selalu ada pemeras yang kelihatannya baik hati, di negeri ini, mereka seperti layaknya orang saleh hehehe…)
alisyah
April 8, 2009 at 5:20 pm
yups,
walau tidak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya…
______________________________
dari Bisik-bisik: iya Yoan!, semangat..bergairah menjalani hidup…apa adanya..pancarkan kebaikan meski tidak terucap…..
yoan
April 11, 2009 at 4:47 pm
katanya sih, “happiness is only a state aof mind” yang tergantung dari kitanya mau bagaimana menciptakannya.. hehehe.. salam kenalll… (^_~)
___________________________
dari Bisik-bisik: iya Gessi!, benar… (menurutku) kebahagiaan itu tergantung kita, tergantung diri sendiri. Kebahagiaan diri sendiri tidak pernah tergantung orang lain, bahkan oleh orang tua, bahkan oleh suami atau isteri, bahkan oleh anak atau oleh siapapun.
Tetapi kita mutlak mencintai mereka dalam kondisi apapun. Kita mutlak mencintai mereka, meski kesalah pahaman sering terjadi, bahkan ketidak cocokan dan ketidak sukaan karena kelakuan, atau karena hal lain. hehehe….
gessi
June 10, 2009 at 11:44 am
kebahagiaan yg apa adanya.
sangat mudah diucapkan, sulit dilaksanakan.
krn pd umumnya manusia banyak maunya.
hanya manusia yg sadar akan pemberian Sang Pencipta dlm segala aspek kehidupannya, bisa menikmati bahagia, dengan apa saja yg diberikanNYA.
salam.
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya Bundadontworry!, tidak semudah membalikkan tangan. kita berusaha untuk itu, berbahagia apa adanya…paling tidak kita harus sabar dengan perasaan yang positif dan bersemangat, bekerja keras dalam melaksanakan pekerjaan kita..iya kan?!
bundadontworry
July 4, 2009 at 6:42 pm