Koalisi Berbagi Kekuasaan atau Gotong Royong
Gotong royong adalah salah satu budaya negeri tercinta, tolong menolong membajak sawah, memanen, membuat jalan, membuat irigasi, menjaga kebersihan, keamanan dan lain-lain yang berguna, hasilnya langsung dikecap masyarakat.
Gotong royong membongkar dan melanda batas rasial, melanda batas diskriminasi. Gotong royong satu perasaan, satu tujuan, satu cita-cita, pengamalan pancasila dan buah bhineka tunggal ika.
Gotong royong berakar kuat!, sayang….., kini…pohon dan daunnya mengering hampir rontok meski di negeri tercinta tidak ada musim gugur, ia tertelan siapa loe siapa gue. Tertelan oleh kendaraan macet dan jalan penuh lobang. Tertelan hutan beton dan gemerlap lampu kristal, tertelan sumbangan penyalur kebaikan yang berpakaian bagus, ganteng, cantik dan suka berkoar-koar sebagai orang baik.
Kini..gotong royong hanya tumbuh subur pada gelandangan, pemulung, nelayan dan petani, berlawanan dengan politikus, mereka bekerja sama, tolong menolong juga, mereka sebut koalisi.
Koalisi, politikus?!. Mereka berunding dulu, sering sangat alot lalu mereka meberitakannya. Informasinya tidak jelas, mereka hanya menyatakan sudah sepakat, sudah sepaham, sudah saling mengerti. Aneh…menurutku.
Kita hanya menduga dan menebak apanya yang sepaham, apanya yang sepakat, apanya yang saling mengerti. Mereka hanya berbagi kekuasaan.
(Nb. setelah postingan ini, terbit 13 jam lebih, saya mengganti judulnya dari “Gotong royong, Berbagi kekuasaan” menjadi “Koalisi Berbagi Kekuasaan atau Gotong Royong” tanpa merobah isinya.)
__________________________________
dari Bisik-bisik: Gotong royong memang berbeda dengan koalisi, iya kan?!.
kalo menurut saya…ada sedikti bagi-bagi kekuasaan hehehe…
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya Itaw!, sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, iya kan?!
itaw
May 30, 2009 at 9:49 am
Kalau jelas dan terang, jelas dan terang itu bukan dunia politik/politikus, bang!
_______________________________
dari Bisik-bisik: iya Dyadyaeko!, jelas dan terang kalau matahari terbit, atau kalau lampu dinyalakan pada saat gelap, iya kan. Konon, kalau pada saat gelap, hantu sedang gentayangan dan berpesta. hehehe….
dyadyaeko
May 30, 2009 at 10:18 am
gotong royong perlu keikhlasan dan biasanya si peserta gotong ryong tadi menyumbang minuman atau makanan. Bagi-bagi kekuasaan ada di sudut yang lainnya, bertolak belakang. kekuasaan, sialnya, sungguh nikmat.
______________________________________
dari Bisik-bisik: iya Bang Nirwan!, Kekuasaan…. saking nikmatnya mereka melakukan segala cara untuk merebutnya, salah satunya koalisi….daaann pakai iklan sabun salah duanya…hehehe…
nirwan
June 1, 2009 at 1:11 pm
Koalisi lazimnya dibangun dengan partai yang mempunyai ideologi yang sama, sekarang koalisi tidak jelas dasarnya bagaimana antara partai partai tersebut mau bergabung.
_____________________________________
dari Bisik-bisik: iya Pak Indra Tjahya!, mungkin berlaku hukum rimba antara dua harimau, berbagi daerah perburuan…kaleee..pak. Setelah itu mereka saling terkam juga. hehehe…
indra tjahja
June 2, 2009 at 4:03 pm
gotong royong bagi-bagi kekuasaan pastinya.
___________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Gosippemilu!, semoga berbagi untuk kepentingan rakyat, iya kan?
gosippemilu
June 3, 2009 at 8:25 am
koalisi memang unik tapi ujung – ujungnya kami dapat apa dan kamu dapat apa…. selesai…
_______________________________________
dari Bisik-bisik: iya Najmutsaqib!, unik tidak ada duanya.
najmutsaqib
June 3, 2009 at 8:38 am
Bener juga bang… memang banyak politisi yang memaniskan sesuatu dari covernya…
sama seperti istilah gotong royong itu.
________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Marsel Afredo Rezky Tampubolon!, buah maja kulitnya bagus tetapi rasanya pahit hehehe…
marsel afredo rezky tampubolon
June 3, 2009 at 2:09 pm
Mereka koalisi untuk berbagi kekusaan. Aku masih bingung, apa untungnya kalau misalnya suatu partai mewakilkan 10 atau lebih kadernya di kursi Menteri? Apa ada pengaruhnya ke partai tersebut? Makanya mreka ngomongin jatah2 kursi di awal2 ini, padahal belum tentu menang, dan harapanku semoga mreka tidak menang, karna yang dipikiri hanya kepuasan nafsu mreka saja, tapi menyebut2 atas nama rakyat
______________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Alisyah!, sudah lama kita tak jumpa! cape juga mendengar janji-janji mereka.
alisyah
June 3, 2009 at 3:45 pm
Ayo kita bergotong royong meperbaiki jalan ini..
Ayo kita berkoalisi memperbaiki jalan ini..
Nah, dari dua kalimat di atas terasa bedanya gotong royong dan berkoalisi
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya Coretanpinggir!, bedanya cukup jelas..hehehe…
coretanpinggir
June 3, 2009 at 4:48 pm
mungkin maksudnya gotong royong berbagi kekuasaan
____________________________________
dari Bisik-bisik: iya pak Antokoe!, bapak telah menyebutnya, tebakan saya, itu yang mereka lakukan.
antokoe
June 8, 2009 at 2:17 pm
Berbagi itu baik lho..hehehe
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya Pak Indra1082!, berbagi lmu dan berbagi hal yang baik, maka kita bertambah kaya, iya kan? bukan bertambah kaya karena bunga hehehe…
indra1082
June 9, 2009 at 10:22 am
Iya tuh, di Jawa, sebutan Gugur Gunung saja sudah mulai tidak dikenal masyarakat kawula muda, mau jadi apa bangsa ini? Akar Budayanya saja tidak kuat?!?
________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Bernardia Vitri!, penyakit ini menular pelan-pelan, sehingga mengobatinya pun memerlukan waktu yang lama.
Bernardia Vitri
June 9, 2009 at 2:46 pm
koalisi itu gotong royong membangun kekuasaan. halah!
tambah nggak jelas ya pak
______________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Mascayo!, mirip penjelasan undang-undang atau peraturan, ketika dijelaskan makin tidak jelas. Lalu dikatakan (ditulis) cukup jelas kita terheran-heran karena tidak jelas..hehehe…
mascayo
June 12, 2009 at 5:22 am
waduh.. politik ya, ikut nonton aja deh..
__________________________________
dari Bisik-bisik: iya Kidungjingga!, penonton lebih pintar dari pemain hehehe…
kidungjingga
June 12, 2009 at 12:13 pm
Koalisi jelas untuk kekuasaan.
_________________________________
dari Bisik-bisik: iya Nusantaraku! koalisi terjadi di dunia politik, pelakunya politikus.
nusantaraku
June 13, 2009 at 4:54 am
ibaratnya… para politikus berebut dan berbagi kue yang lezaat. Dan kita rakyat…biasanya kebagian “sampahnya” saja…
______________________________
dari Bisik-bisik: iya Gusfudz!, dan sampah pasti bau busuk.
gusfudz
June 13, 2009 at 10:17 am
Kata sepaham udah hilang mungkin tinggal ucapan. Mari kita menoleh kebelakang sebentar semenjak ada koalisi PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN KOK SEPERTI AMERIKA DAN SOVIET seperti ada perang dingin .
__________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Oklek33! ya mereka saling tersenyum hambar ketika bertemu…mereka saling terkam dalam hatinya kaleee..hehehe..
oklek33
June 14, 2009 at 8:33 pm
…di daerah urban gotong royong sudah menjadi sejarah masa lalu…di perdesaan pun ancaman semakin tergradasinya budaya gotong royong sudah semakin tampak ketika ekonomi uang sudah menjadi panglima suatu sistem sosial….sistem kekerabatan semakin tergusur oleh antara lain pragmatisme program padat karya dan mekanisme ekonomi pasar bebas….namun saya percaya gotong royong yg berkait dengan kekerabatan sosial masih nyata ada…nah di dunia politik, gotong royong dalam bentuk koalisi partai pun tidak murni…karena harus menyediakn mahar politik…dan gotong royong jenis ini sangat tidak abadi alias cuma sesaat saja….
__________________________________
dari Bisik-bisik: iya pak Sjafri Mangkuprawira!, semoga gotong royong kekerabatan bertunas dan berkembang subur. Mengharapkan pemerintah atau politikus (menurutku, setidaknya saat ini) sebagai katalisator gotongroyong sangat jauh dari harapan.
sjafri mangkuprawira
June 16, 2009 at 6:25 am
gotong royong itu orientasinya produk, misalnya bekerjasama mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi para pesertanya; sedang koalisi orientasinya kesepakatan yang didasarkan pada harapan atau angan-angan. Jadi menurutku gotong royong itu adalah kerjasama yang didasari oleh tujuan yang realistis, sedang koalisi adalah kesepakatan / kesepahaman yang didasari oleh cita-cita / angan-angan kekuasaan. Analoginya koalisi itu ibaratnya hendak menggoreng burung yang sedang terbang, sementara minyak di belanga sudah dipanaskan. Bercanga ni yee
__________________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Olanto!, Cuma kalau burungnya ternyata mereka dapat, siapa kebagian sayap siapa kebagian paha, siapa kebagian dada, bisa rame… ya kan bang?!.
olanto
June 17, 2009 at 7:35 pm
Sekarang ini mereka sedang berebut kekuasaan, bukan berbagi kekuasaan. Jelas sekali perbedaan berebut dengan berbagi.
Kalau berebut, rumusnya, aku dapat banyak, kau dapat sedikit.
Kalau berbagi rumusnya, sedikit kita dapat sama, banyak kita juga dapat sama.
Nah, jadi nanti, mesti ada yang teriak, “aku kok cuma dapat segini…”. Namanya juga rebutan..
___________________________________
dari Bisik-bisik: iya bang Togarsilaban!, jadi semoga mereka berbagi, iya kan?
togarsilaban
June 19, 2009 at 2:38 pm
Kalau sy melihat Koalisi lebih mengarak ke Bagi² Posisi ketimbang Gotong royong memperbaiki bangsa, Mengapa
Kenapa Partai² yg peroleh suara kecil harus merapat ke suara yg besar, sedangkan visi dan misinya belum diketahui dengan jelas, ketika penentuan kekuasaan di umumkan baru apda mau kabur dr koalisi, jd pd dasarnya mereka hanya mengincar posisi bukan vis dan misi
________________________________
dari Bisik-bisik: iya Kinanta!, maka sebenarnya mereka tidak berjuang demi rakyat, iya kan?!
Kinanta
June 19, 2009 at 3:02 pm
-Gotong royong masih saya rasakan dikampung saya.
-Koalisi parpol dalam rangka pilpres sebenarnya untuk memenuhi ketentuan undang-undang karena harus mendapatkan suara 25 % jika akan mencalonkan menjadi presiden.
-Soal bagi-bagi kekuasaan itu wajar saja,sepanjang yang duduk didalam jabatan itu benar-benar orang yang berkualitas.
-Salam
____________________________________
dari Bisik-bisik: iya pak Abdul Cholik!, gotong royong desa dan kampung yang dilakukan bersama tanpa pamrih, demi kepentingan bersama, jelas… merupakan salah satu akar budaya kita (negeri tercinta) harus dipupuk dan ditingkatkan dan semoga menular ke kota.
Abdul Cholik
June 20, 2009 at 8:41 am
gotong royong merupakan hal sangat penting dalam kehidupan.Gotong royong bisa membuat hidup kita semakin ringan, semakin tidak terbebani dengan suatu hal yang membuat pikiran kurang tenang.
______________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Habibiehosen!, bersatu kita teguh bercerai kita rubuh….iya kan?
habibiehosen
June 22, 2009 at 12:22 pm
Sebagai RW saya akan menjadwalkan gotong royong bersih-bersih lingkungan tiap 3 bulan, Bang. Tapi bukan bagi-bagi kekuasaan…
_________________________________
dari Bisik-bisik: iya pak Kombor!, program yang sangat bagus sekaligus silaturahmi antar warga..maka saling kenal dan saling tolong menolong. hebat..meski penuh keringat dan tangan penuh lumpur, tanah dan rumput, semua senang dan ceria..selamat pak.
Kombor
July 6, 2009 at 6:55 pm
Dongeng Afrika:Bila seorang pemburu berhasil membunuh gajah, dengan segera banyak yang berkumpul untuk ikut menggotong bangkai gajah kembali ke kampung. Dan daging gajah itu sudah bukan milik sang pemburu seorang diri.
(Versi Indonesia: Itulah gotong royong politik)
Perumpamaan Cina: Bila kelinci buruan sudah diperoleh, anjing pemburu pun sudah bisa ikut direbus.
(Versi Indonesia: Itulah koalisi politik)
___________________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Sociopolitica!, tampaknya Indonesia penuh innovasi…begitu maksudnya kan?
sociopolitica
July 30, 2009 at 11:13 am
lanjutkan aja,kalau bisa lebih cepat,
tetapi juga harus pro rakyat…,
__________________________________________
dari Bisik-bisik: iya bung Cahjoker!, mereka harus bersatu dan saling menghargai, iya kan?
cahjoker
August 3, 2009 at 9:06 pm
wah..tulisan yg bagus pak. salam kenal ya
_____________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Cpmpaq40!, terimakasih…salam kenal juga sering mampir
compaq40
August 6, 2009 at 4:00 pm
Politik itu kepentingan. Jadi kalau bicara koalisi jangan diartikan gotong royong tapi kepentingan di koalisi. Kalau bicara rakyat artinya kepentingan di rakyat. Kalau bicara kemakmuran artinya kepentingan di kemakmuran.Kalau bicara pendidikan gratis artinya kepentingan di pendidikan gratis.
___________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Klipingcliping!, semoga poltik itu untuk keoentingan rakyat!, iya kan?
klipingcliping
August 6, 2009 at 9:13 pm
air bah meluap, tebingpun terkikis. waktu berjalan, paradigmapun berubah. malangnya, perubahan tidak berkonotasi tunggal. Gotong-royong kiranya telah berpindah makna. Namun, Koalisi jelas metamorfosa Gotong-royong. Oh..
__________________________________________________
dari Bisik-bisik: iya Lensaindonesianews!, bertukar kulit dan berubah warna dan berbau bisnis.
lensaindonesianews
August 20, 2009 at 12:13 pm