Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Pedagang Gorengan dan Suharto

with 2 comments

Harga kedele naik, tempe hilang, tahu habis, harga minyak melambung, tetapi seorang pedagang gorengan tetap berjuang untuk menafkahi keluarganya. Namun apa daya, untuk beli minyak tanah dan bahan gorengan dia pinjam alias ngutang sebesar rp. 50.000. Daaan, hasil jualannya hanya rp. 35.000!!!, cari tombokan darimana? Anak istri mau makan apa?!. Beliau lalu bunuh diri!!!!, tidak ada yang peduli kecuali anak isterinya.

Sementara itu, mantan presiden kedua Republik Indonesia tercinta, Suharto yang sangat banyak jasanya, sudah lebih dua minggu dirawat di Rumah Sakit Pertamina, segala daya upaya dilakukan para dokter terhebat, professor ulung, agar beliau segera sembuh dan tetap hidup. Daaaan, banyaak orang yang peduli, buktinya, dibesuk para pejabat tinggi, orang kaya dan banyaak lagi, tak lupa karangan bunga juga berdatangan. Beliau masih dirawa!!!!!

Bisik-bisik: Pedagang gorengan tidak ada jasanya untuk negara kecuali untuk hidupnya, Suharto banyak jasanya untuk negara dan untuk hidupnya, maksudnya begitu kan?!

Advertisements

Written by Singal

January 18, 2008 at 7:32 am

Posted in Kemanusiaan

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalau semua pedagang gorengan menjadi Suharto, maka tidak akan ada cerita yang bisa kita buat….kalaupun dipaksakan ada,…tidak ada yang mau baca….he..he…
    ____________
    Bisik-bisik: wartawan jatuh miskin begitu maksudnya kan?!

    AS-E2

    January 18, 2008 at 8:02 am

  2. Kalau di Jepang bunuh diri (harakiri) karena malu di Indonesia bunuh diri karena stresssss……ironisnya yang bunuh diri ini adalah rakyat kecil yang seharusnya ditolong bukan sebaliknya dianiaya.
    Jasa pak Harto tuk negara memang banyak tapi coba tanyakan pada mereka yang teraniaya olehnya.Bandingkan juga mana yang lebih melarat zaman pak Harto dengan sekarang. Pak Harto sakit banyak yang besuk tapi ada juga yang demo. Sekarang tinggal ditimbang mana yang lebih berat, he3x……
    ____________
    Bisik-bisik: Kalau pakai timbangan beras mungkin seimbang, kalau pakai timbangan DLJR mungkin kurang, kalau pakai timbangan emas mungkin perlu perasaan. berat iya kan?!

    Utry

    January 18, 2008 at 10:53 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: