Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Dutch, Garuda, KLM, UA, Swiss Air, SIA dan Pelayanan

with 7 comments

Pernah saya baca di majalah, lupa namanya, bahwa, “Goes All Right Under Dutch Administration” adalah kepanjangan GARUDA yang paling cocok. Bila itu terjadi, maka semuanya akan menjadi baik, jam keberangkatan dan jam tiba akan menjadi tepat, terutama pelayanannya akan sangat baik.

Sekarang ini, lihat saja, ketika hujan lebat mengguyur Jakarta, dan banjir dimana-mana, termasuk bandara Sukarno Hatta, mengakibatkan semua pesawat tertunda. Kabarnya, tidak ada pelayanan GARUDA kepada calon penumpangnya yang telah kelelahan. Entah pemberitahuan jadual penerbangan, entah memberi makanan sebagai kompensasi, entah memberi ruangan khusus terutama untuk orangtua dan anak-anak, dll dll, tidak ada sama sekali. Pelayanan nomor satu oleh GARUDA.

Bandingkan dengan sebuah contoh kecil ini. Suatu ketika,  pesawat KLM dalam penerbangan Singapore-Amsterdam, setelah penerbangan dua jam, kata pilotnya “kita diatas udara Burma selatan, harus kembali ke Changi airport, Ada kerusakan teknis, tetapi semua dapat dikendalikan, diharap penumpang tetap tenang”. Lalu pengumuman lagi “setelah kita mendarat, untuk penumpang yang harus segera berangkat ke Eropa harap menghubung petugas kami di Changi” selanjutnya “Karena penumpang ke Eropa sangat padat, maka jumlah tempat duduk yang kosong di beberapa pesawat lain sangat terbatas, diminta pengertiannya hanya penumpang yang harus segera berangkat saja yang diutamakan”  Selanjutnya “Kami sudah menghubungi semua pesawat yang ada connecting flight, dengan pesawat ini di Amsterdam. Semua menjadi tanggungjawab kami” dan “Bagi penumpang yang akan menunggu selama dua hari, kami sudah menyiapkan hotel … , di Singapore, breakfast, makan siang, makan malam, cuci baju sepasang sehari, semua ditanggung.” dan “seratus (100) dolar sehari/orang”. Bagi kita yang tidak buru-buru ke Eropa luar biasa senangnya, hotelnya bintang lima lagi.

Hal yang sama dilakukan oleh penerbangan lain, seperti UNITED Airlines (UA)perusahaan penebangan Amerika Serikat. sekitar tahun 1987, (lupa bulan dan tanggalnya) penerbangan dari Pittsburgh connecting flight di Chicago dan di Loss Angeles, terlambat dua jam di Pittsburgh karena masalah teknis juga, semuanya mereka atur seperti yang dilakukan KLM tadi, “connecting flight dan penginapan dll dll”.

Swiss Air, 1985, lupa juga bulan tahunnya, selalu memberitahu jadual keberangkatan ke calon penumpang tiap hari, di manapun berada, seminggu sebelumnya dengan telepon atau surat, dan memberi panduan pukul berapa dan naik apa paling baik dari lokasi kita ke bandara.

Singapore Airlines, baru 2 bulan kemarin, penerbangan Beijing-Jakarta, tunggu dua jam di Changi, sebelum melanjutkan ke Jakrata, awak daratnya menawarkan ke penumpang kalau mau berangkat lebih awal dengan pesawat lain (dengan SIA juga) dan semua bagasi dijamin sama-sama tiba dengan kita di Jakarta.

Contoh diatas, fokusnya adalah, betapa pelayanan itu dapat membahagiakan orang. Lalu?! bagaimana dengan GARUDA, “tempat duduk saja sudah di blok travel bereau”, dan ketika penumpang minta nomor kursi di counter check-in, tidak bakalan bisa!! selain daripada duduk dibelakang, namun, begitu pesawat mengudara “kursinya kosooong”.

________________

Bisik-bisik: Pantas dilarang datang dan mendarat di Eropa iya kan?

Advertisements

Written by Singal

February 3, 2008 at 5:26 pm

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. indonesia sudahh hilang kerjasama-nya mereka hanya memntinigkan diri sendiri…
    coba mereka mempunyai hati yang baik yang dapat merasakan rasa sakit orang2 disekitar bandar yang lelah menunggu ,pasti mereka dapat menciptakan susana tersebut manjadi bagus seperti apa yang dikerjakan negera2 lain spt singapore, swiss, dll

    Anonymous

    February 3, 2008 at 7:02 pm

  2. manajemen nya harusnya belajar ke luar tuh…ato calon manajernya…cmn apa udah pernah dilakuin tuh???yah sayang banget jadi g guna gitu ilmunya ya…..yah seperti biasa…d indonesia….yg dikenal juga mengejar profit…lupa ama peningkatan profesionalisme pelayanan penerbangan….walaupun ada salah satu awak pesawat yg sadar juga..palingan ya udah lah g ad yg nyadar penumpangnya,,,temen gw juga g ada yg meratiin…hehe

    Bpk.sotarduga

    February 3, 2008 at 8:45 pm

  3. Itulah susahnya kalau miskin…..
    Mau meningkatkan pelayanan…itung-itung dulu, uangnya ada apa kagak….
    Belum selesai itung…masalah sudah berlalu (dikiranya dampak lanjutan tidak ada…)

    Jadi kalau ada masalah lagi,….biarkan saja…toh nanti juga berlalu….
    Yang penting cari uang…uang…uang…karena semua diberi target untung….

    Kayaknya itulah gambaran yang cocok untuk perusahaan yang ada di negri tercinta…
    (Makanya banyak yang tidak bertahan lama….). Jangan dibisik-bisik…nanti ada yang tersungging…he3x
    _____________
    dari Bisik-bisik: tetap juga kubisikkan, saat ini perusahaan publik sedang menhitung kerugian akibat banjir alias bencana alam, siapa paling rugi akan diberi uang alias anggaran, begitu mungkin maksudnya!

    AS-E2

    February 5, 2008 at 10:54 am

  4. Lho… macam nggak tahu aja. ini kan karakter bangsa. Katanya sih kita bangsa indonesia ini, ramah, sopan dan perhatian, tapi itulah contohnya sperti yang di Garuda. Rasanya sih hampir disegala bidang pelayanan publik di negeri ini tidak jauh beda…. parah…. contohnya: perpanjangan KTP, urusan SIM, antrian di Rumah Sakit, ya daftarnya bisa dibuat panjang. Ya kita standardnya masih seperti itu. Alah… mak.
    _______________
    dari Bisik-bisik: standar klas Indonesia dengan standar klas Dunia beda kan?!

    Romeo

    February 5, 2008 at 2:01 pm

  5. Nah..ini dia!! lagi2 angkutan….(matilah kau sopir), pengusaha angkutan di negri kita semua berkompetisi menjual kecap no.1 apalagi sekarang bisa promosi dari kamar tidur, semua menawarkan yang terbaik kaya mercusuar… (ngutip istilah kawan), jangan harap kenyataannya seperti apa yg ditawarkan…contoh kecil saja, pernah dengar kan? kalo naik becak disurabaya, iseng2 aja nawar… (karepe murah…jaluke slamet ..piye rek) ha..2x. begitu juga pengusaha besar seperti yang kita…bicarakan iya khan ?

    Atau jangan2…pengusaha angkutan sekarang itu akibat terdoktrin (oleh tulisan) sejak kecil atau sekolah dulu?!!! (bagi yang naik Gamadi atau ajiwirya atau oplet, bemo)
    Ketika saya sekolah dulu (kira2 tahun ’75 an),..saya berangkat pake bus kota…ada yang ingat ga..?!! di sisi kiri kanan bagian atas, ada tulisan “jangan mengeluarkan anggota badan” …trus adalagi “keselamatan ditanggung penumpang” Nah kalimat yg terakhir itu menjadi ingatan atau melekat dan sekarang jadi pengusaha angkutan besar,.. akibatnya….. ya yang banyak dirasakan pengguna angkutan sekarang. begitu khan???!!!
    _____________
    dari Bisik-bisik: Perlu sosialisasi mengenai pelayanan, dari pemerintah keepada masyarakat, terutama kepada perusahaan pelayanan masyarakat, seperti Angkot, Toko dll, begitu maksudnya, kan?!

    pendowo

    February 5, 2008 at 4:58 pm

  6. GARUDA : Good And Reliable Until Delayed Announced
    __________
    dari Bisik-bisik: Tidak rusak dan mogok, kalau sedang tidak jalan dan terbang, he .. he…he, begitu maksudnya, iya kan?!

    Made

    February 5, 2008 at 10:38 pm

  7. Macam ngak ngerti aja abangku ini, culturenya khan sama “Kalau bisa ngak repot kenapa harus report…..” Pokoknya hanya “Fren yang tidak report”. Hahahahahaha
    _____________
    dari bisik-bisik:Itulah, Visit Indonesia 2008, tampaknya hrs “FREN”, iya kan?!

    Elumban

    February 12, 2008 at 4:41 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: