Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Banjir, Menghitung Rugi dan Kelaparan diatas Rel Kereta

with 3 comments

Hebat benar negeriku!!, setelah banjir Jakarta, beberapa perusahaan negara yang langsung berhubungan dengan masyarakat, rame-rame menghitung rugi, mereka adalah: PT. Angkasa Pura, PT. PLN (Listrik), PT. KA (Kereta Api) dan PT. Jasa Marga (Penyedia jalan TOL). Tidak jelas maksudnya apa, tanpa diberitahupun, anak kecil juga tahu.

Sementara itu, para pengungsi diatas rel kereta api, kelaparan, kedinganan ketika malam, kepanasan ketika siang hari, basah kuyup ketika hujan datang. Mereka sibuk mencari makanan, dan, mereka beli dengan harga sangat mahal, sesuai ukuran mereka. Tidak pernah menghitung rugi, tapi mereka penuh harap, kapan bantuan tiba, harapan ya harapan, ternyata sia-sia, karena bantuan tak kunjung tiba.

Menurut berita, jumlah kerugian perusahaan itu lumayan besar. Pikir-pikir, saya orang bodoh, kalau uang sejumlah kerugian tersebut, disisihkan dan diberikan untuk perbaikan dan pencegahan setiap tahun, maka dampak banjir pasti dapat diperkecil. Toh, perusahaan tersebut tidak bangkrut!, buktinya, perusahaan tersebut masih beroperasi saat ini. Lain dengan masyarakat, rumahnya terendam, mereka hanya memiliki “Sabar”.

___________

Bisik-bisik: Kebiasaan, perusahaan tersebut sangat senang memberitahukan kerugian, ada maksudnya kali!, iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

February 7, 2008 at 10:26 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mengekspose penderitaan yang dialami untuk mendapat simpatik dari orang…
    biar mereka mau memberi….
    memberi kasih….
    memberi harta…
    memberi makan…
    memberi tenaga…..
    dan yang paling penting :
    MEMBERI MAAF atas ketamakan kita….
    MEMBERI MAAF atas kebodohan kita ….
    MEMBERI MAAF atas kebohongan kita……he3x
    Maaf ya….
    ___________
    dari Bisik-bisik: Kalau perusahaan negara kita rugi agar dimaafkan, begitu maksudnya, iya kan?!.

    AS-E2

    February 11, 2008 at 2:43 pm

  2. Lho… Namanya perusahan, ngomongnya mesti selalu rugi, kalu untung mach nggak perlu dikasih tahu. Entar subsidi berkurang lagi. Ha..ha.
    _____________
    dar Bisik-bisik: Subsidi kurang besar, begitu maksudnya kan?!

    Romeo

    February 13, 2008 at 2:18 pm

  3. Kebanyakan manusia memang hanya suka melihat apa yang di depan mata. Sangat sedikit orang yang berpikir jauh ke depan. Akibatnya, manusia sering salah bertindak gara-gara terkesima dengan keuntungan sesaat.

    Karena itu kita harus punya perencanaan jangka panjang secara detil, sehingga kita bisa memprediksi secara akurat tentang apa yang akan terjadi di masa datang. Kita juga bisa belajar dari negara-negara yang lebih dulu maju dibanding kita.

    Untuk masa sekarang, marilah kita bersama-sama menggalang kekuatan dana, tenaga, dan pikiran untuk mengambil solusi masalah yang sudah di depan mata. Semoga semua bisa bahagia.
    _______________
    dari Bisik-bisik: berguru sampai ke negeri cina…. iya kan?! dan ringan sama dijinjing berat sama dipikul, kemudian bersatu kita teguh bercerai kita rubuh begitu pak

    Irwanto

    March 18, 2008 at 3:37 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: