Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Mencari Harta Dalam Puingpuing dan Negara dengan BLBI

with 5 comments

Ketika musibah datang, misalnya, karena rumah terbakar atau karena banjir atau bencana alam, maka rumah itu rubuh dan menjadi puingpuing. Lalu, kita sibuk, mencari harta yang tersisa dan masih bermanfaat, pada puingpuingnya. Yang pasti, lokasi sisa harta berada disana!!. Maka, dengan sabar kita mencarinya, di dalam atau di bawah puingpuing, yang berantakan dan bertindih-tindih tidak karuan, antara kayu, batu, besi, dll. Karena, kita tahu, sisa harta berada disitu, dan pasti ditemukan.

Ketika musibah global datang, Negeriku juga ikut tergoncang, banyak yang rubuh, terutama perusahaan dan bank, dari para penipu pengusaha besar dan tukang kredit bankers. Meski demikian, mereka tenang-tenang saja. Justru, Negara ini, repot dan sibuk, membantu menyumbang mereka, karena Negaraku hebat!!!    konon, untuk menyelamatkan uang masyarakat. Negara menyebutnya, BLBI alias Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Selanjutnya, ternyata?!!, bantuan itu lenyap.

Benarlah, dengan menggunakan istilah, rubuh mengakibatkan puingpuing, maka Negara ini, sudah lama sibuk, mencari harta dalam puingpuing pengusaha dan para pemegang saham bank, eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN itu. Begonya, harta itu tidak berada dalam puingpuingnya, raib entah dimana. Sehingga, sampai sekarang, sebagian besar sisa harta dimaksud, belum ditemukan. Harta itu, konon, telah berada diluar negeri. Seolah-olah, harta itu bernyawa dan sakti mandraguna, bisa pindah dari puingpuing yang menimpanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan (KOMPAS, 9 Feb.08) “Kami akan menyerahkan kepada Kejaksaan Agung untuk menuntut mereka agar melunasi kekurangannya. Mereka tetap harus bayar”. Bayar?!, mana mungkin, mereka adalah “dinosaurus” tidak berperasaan dan tuli. 

Yang kita harapkan, semoga, harta itu memang bernyawa dan dapat pulang ke tempat asalnya, alias kerja sama Interpol, dan, jelaslah!, apabila, puingpuing masyarakat  kita bandingkan dengan puingpuing pengusaha dan bankers atau Negara, pastilah kita tahu bedanya.

____________

Bisik-bisik: Korupsi triliyunan, lalu pasang badan dan matikan perasaan, dan tulikan pendengaran, mungkin itu yang selalu dilakukan para Koruptor, begitu kan!, iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

February 11, 2008 at 10:13 pm

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pelajaran buat yang mau korupsi :
    1. Jangan korupsi dalam jumlah yang kecil, jangan tanggung-tanggung karena kalau korupsi dalam jumlah yang kecil pasti akan mudah ditangkap,tapi kalau kalau jumlahnya banyak kemungkinan besar diadili di akhirat nanti.
    2. Jadi koruptor tapi punya hati seperti Robin Hood, 🙂
    ____________
    dari Bisik-bisk: seperti Robin Hood?!, tidak ada lagi. Koruptor besar?! tidak tahu, karena belum ditangkap, dan dampaknya sudah sangat menyakitkan bagi Negara, buktinya?!!!, iya ribuut terus, iya kan!

    Utry

    February 12, 2008 at 4:25 pm

  2. agama jalan…korupsi jalan…..nanti dosanya akan seri-seri…untung di surga gak ada tendangan pinalti,..bisa-bisa harus ada yang kalah….hehehhe
    _____________
    dari Bisik-bisik: Manusia memang bodo pintar, itu maksudnya?! kah!, tetapi tetap ada hukumannya!!! begitukan?!

    latteung

    February 12, 2008 at 5:16 pm

  3. Pie tho pak. Kan di negeri ini yang penting “kaya” itu yang menjadi ukuran untuk menjadi orang “terhormat”. Dari mana datang duitnya, itu tidak jadi persoalan. Ukuran sekarang adalah penampilan luar. Silahkan iseng2 , rental mobil mercy, pake jas dengan dasinya bertamulah ke Kantor Pak Pejabat, si Satpam akan membukan pintu mobilmu, mau pulangnya kasih tip pada satpamnya 5 ribu, jawabnya: Terima kasih boss…. dengan senyum yang sumringah… Tapi jangan coba datang pake mobil butut, anda akan diusir……. Ha…ha BLBI, sudah banyak orang yang kau buat jadi bos, begitu juga sudah banyak yang sumringah seperti si Satpam itu, tapi …… ibu pertiwi menangis, karena setiap tahun APBN digunakan utk bayar bunga 40 – 50 T dan baru lunas 30 tahun yang akan datang. Alah maa….k
    ____________
    dari Bisik-bisik: jadi BLBI bukan untuk membantu rakyat, iya kan, begitu maksudnya?!

    Romeo

    February 13, 2008 at 2:13 pm

  4. Bang,
    namanya saja “BLBI” atau Bantuan Liquiditas Bank Indonesia, bukan “PLPI” (Pinjaman Liquiditas Bank Indonesia).

    Jadi?
    Masak bantuan mau ditagih…??? Tidak “pintar” namanya!!!
    Kalau terpaksa harus ditagih juga…buat dulu amandemennya…huruf “B” (Bantuan) diubah jadi “P” (Pinjaman)….baru bisa ditagih…he3x

    Makanya lain kali, kalau mau berbuat ‘pintar” lagi, pake istilah “PLPI”…supaya yang “pintar” dapat pinjaman uang merasa punya hutang…dan yang “pintar” meminjamkan uang punya “keberanian” untuk menagih…..

    Gitu saja kok repot!!!
    ____________
    dari Bisik-bisik: Itulah, nasib negeri ini, rakyat kecil kalau ngutang langsung ditangkap, iya kan?!

    AS-E2

    February 13, 2008 at 4:43 pm

  5. @ pak Singall, salam kenal , saya sebagai pengunjung baru dari blog ini tergelitik dengan komen-komen anda tentang banyak hal. Menarik, serius tapi santai. Selamat semoga sukses.
    @ Rekan – rekan di Singal’ Blog,
    Sejak thn. 1998 perekonomian ( moneter ? ) Indonesiia sakit parah, gejala coma. Pasien di treatment atas resep sang dokter ( dokter A ) yaitu dengan memberi infus dengan obat BLBI. Tindak lanjut pengobatan ini maka sang dokter B ( pengganti dokter A ) memberi resep baru yaitu BPPN dengan maksud agar pasien tdk tergantung lagi sama infus. Kemudian dalam proses selanjutnya rupanya sang pasien tidak juga pulih secara 100 % maka datang lagi dokter C ( pengganti dokter B ) merangsang semangat juang untuk sembuh dari sang pasien dengan treatment Release and Discharge. Konon ceritanya cara pengobatan ini bermasalah, karena banyak keluarga pasien yang tidak setuju, hingga setelah 10 tahun proses pengobatan ini berjalan, sang pasien belum juga sembuh; para keluarga pasien mulai mempertanyakan kompetensi para dokter tadi, mengingat biaya pengobatan yang mahal; bahkan sudah ada yang menuduh dokternya mal praktak.
    Yang menjadi pertanyaan adalah apakah cara pengobatan ketiga dokter ini ( dokter A,B dan C ) adalah suatu pengobatan yang terkoordinasi atau masing-masing berdiri sendiri.Jangan-jangan obat yang diberikan para dokter kontra indikasinya ( side effectnya ) saling melemahkan. Logika awam saya seharusnya pasiennya sembuh total, atau barangkali ada penyebab lain ? Tolong kawan-kawan penjelasannya mudah-mudahan ada pencerahan.
    ______________
    dari Bisik-bisik: Salah satunya adalah, karakter para pejabat selalu mengadu “kepintaran:?!, tidak ingin meneruskan program pendahulunya, bahkan menyalahkannya. Mereka lebih suka menggantinya dengan program baru, meski tujuannya sama, begitu maksudnya kan?!

    olanto

    February 23, 2008 at 8:01 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: