Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Pembatasan Subsidi Minyak, Usaha Mulia Pemerintah

with 2 comments

Kata “Pembatasan”, barangkali adalah bentuk lain dari penghematan. Mengapa?! karena dengan kata itu, pemerintah akan memakai rumus baru untuk mengurangi pemakaian subsidi bahan bakar minyak. Mungkin selama ini, minyak subsidi itu diboroskan, karena harganya murah.

Konon, sebenarnya masyarakat tidak boros, karena mereka tidak punya uang. Jadi apa yang diboroskan?!. Cuma, selidik punya selidik,  disinyalir, beberapa diantara mereka, diperalat pengusaha atau orang berduit. Mereka, disuruh membeli minyak subsidi untuk dijual atau dipakai sendiri di perusahaannya. Atau, beberapa dari mereka membeli minyak subsidi, lalu dijual ke orang tertentu sebagai pengumpul, kemudian pengumpul ini akan meneruskannya kepada orang berduit tadi. Maklum keuntungannya lumayan.

Betapa serakahnya!!, ternyata sebagian orang kaya atau pengusaha, serakah, yang bukan haknya pun diambil, sampai-sampai, minyak hilang dari pasar. Anehnya, saat seperti ini, masyarakat dengan sabar antri berjam-jam, untuk mendapat kesempatan membeli minyak, dengan harga yang lebih tinggi dari harga sebenarnya atau harga bukan subsidi.

Usaha mulia pemerintah adalah menerbitkan “Smart card” sebagai penolong rumus “Pembatasan” tadi. Smart card, adalah kartu kendali, sebagai obat manjur, agar hanya orang yang berhak dan membutuhkan yang mendapat subsidi.

Artinya?!, pemerintah tetap memberikan subsidi minyak.

Bagi saya pribadi, melihat kenyataan, pemerintah sudah harus pelan-pelan menghapus segala bentuk sudsidi, atu setidaknya kata subsidi dihapus. Saya membayangkan petani di desa, menjual sayur dengan harga murah, tidak pernah menggunakan kata subsidi.

______________

dari Bisik-bisik: Kata subsidi dan bantuan masih diperlukan, suatu ketika dapat dipakai sebagai kambing hitam kalau salah kelola. Begitu maksudnya kan?!

Advertisements

Written by Singal

February 23, 2008 at 10:03 pm

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Apakah boleh kita mendifinisikan subsidi sebagai ‘kemudahan yang membawa petaka???’
    Belajar dari sinetron siti nurbaya, mungkin ada baiknya pemerintah menerapkan saja konsep ‘sengsara membawa nikmat’, karena rasanya lebih cocok untuk kita semua.
    _________________
    dari Bisik-bisik: Kaya tetapi banyak utang iya kan?!, atau kemudahan tidak juga membawa nikmat juga kan?!, jalan macet penuh lobang dan sudah makan korban, rakyat antri juga untuk membeli minyak dengan harga lebih tinggi dari harga sebenarnya, iya kan?!, yang nikmat itu hanya segelintir orang, iya kan!, namun sengsaranya dipikul semuanya, dan utangnya dibayar semuanya,iya kan?!, semuanya sengsara rakyat begitukan maksudnya!

    AS-E2

    March 10, 2008 at 8:08 am

  2. Tujuan program subsidi sebenarnya bagus, yaitu agar minyak bisa dinikmati oleh orang yang tepat (rakyat miskin) dengan harga murah. Akan tetapi, persoalannya bukan pada program subsidi, tetapi orang-orang yang memanfaatkan celah pada kebijakan ini.

    Tindakan yang tepat agar program ini terlaksana dengan bagus adalah memonitor jalannya program ini. Pihak-pihak yang menyalahi aturan ini harus ditindak tegas dan diumumkan kepada masyarakat. Aparat penegak hukum juga harus di monitor, yang bekerja sama dengan penjahat harus dipecat dan dihukum.

    Jika cara ini diterapkan, maka pertanyaannya adalah : Apakah kita siap menindak teman-teman sendiri? =)
    ______________
    dari Bisik-bisik: Teman itu selalu bekerja sama iya kan pak?…….

    Irwanto

    March 18, 2008 at 1:28 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: