Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gunung, Lembah, Hutan, Sungai dan Danau Cape Deh..(2, habis)

with 3 comments

Usut, tangkap, periksa dan adili para penebang liar dan illegal, menjadi berita rutin di surat surat kabar dan di TV. Kadang menjadi bahan lelucon karena penebangnya lari, hilang entah kemana (contoh: Adelin Lis, penebang hutan Natal, Mandailing, Sumatera Utara). Atau bisa juga, penebangnya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sebagai orang awam, kita kadang tidak mengerti, seperti apa proses hukum dan keadilan itu dilakukan. Namun, bagi pencuri ayam, keadilan sangat jelas, tangkap dan masukkan dia ke bui, adili kemudian. Lalu!, di pengadilan, yang bersangkutan dihukum potong masa tahanan, dan bebas langsung.

Bagi gunung, lembah, hutan, sungai dan danau, bukan perkara usut, tangkap lalu hukum seberat-beratnya. Bagi mereka yang perlu adalah, obat agar sehat seperti sediakala. Penyakit mereka sangat parah, sudah gundul penuh kudis lagi. Bila sudah sembuh lalu perlu pencegahan agar penyakitnya tidak berulang.

Sekali lagi!, saatnya, negeri ini sadar, bukan hanya menangkap lalu menghukum penebang pohonnya, bukan pula hanya mengobati penyakit gundul dan kudisnya yang pasti memerlukan waktu yang sangat lama dan biaya sangat mahal.  Tetapi, juga adalah pencegahan terhadap penebangan hutan, dan juga adalah perawatan dan pemeliharaan hutan.

Tentang istilah penebang dan pembalak liar, dengan menggunakan perasaan yang biasa saja, “mana ada pembalak liar atau illegal?!!. Kalau tukang copet, jelas ada di mana mana, terutama di pasar atau angkutan kota”. Hutan??!! mana mungkin dicopet, cape deh..

____________

dari Bisik-bisik: Gaji penjaga hutan dan aparat yang bewajib perlu dinaikkan begitu maksudnya kan?! agar tidak tergiur…!

Advertisements

Written by Singal

March 13, 2008 at 11:25 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Aku pernah bawa klientku untuk lihat tanaman rotan. Percaya ngak, kami butuh waktu lebih dari 3 hari untuk lihat 5 jenis rotan.
    _______________
    dari Bisik-bisik: Rotan sudah langka… begitu maksudnya kan mbak?! habis sudah, ditebas semua… iya kan?

    juliach

    March 21, 2008 at 11:41 pm

  2. kok ado pulo copet di hutan berarti lah gilo dunia ko ma bos…
    __________________
    dari Bisik-bisik: Sudah tau, pura-pura tidak tau, sudah lihat, pura-pura tidak lihat, iya kan pak?!

    benny OD

    June 22, 2008 at 8:25 am

  3. Susah.. memang, karena yang telibat cukup banyak. ketika saya tugas di P. Natuna disana saya lihat semua orang berlomba untuk membabat hutan termasuk aparat pemerintah dan menjualnya ke Malaysia. nah siapa yang mengawasi? apakah dengan ditmbahnya Gaji pengawas kehutanan menjamin akan lebih baik? Contohnya tunjangan Hakim sudah dinaikkan tapi hasilnya?……Artalyta menawarkan lebih besar.
    _____________________
    dari Bisik-bisik:Iya pak, berat memang, semua elemen bangsa harus berperan serta, sosialisasi kepada masyarakat. Yang paling penting adalah komitmen penguasa negeri, dan pelaksanaan komitmen itu menjadi prioritas pertama, tanpa penundaan waktu, iya kan pak?!

    Kanton Lumbantoruan

    June 30, 2008 at 10:52 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: