Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Mimpi Rel-Ganda Kereta Api di Indonesia.

with 11 comments

Meski hanya angan-angan, saya langsung menyetujui mimpi teman saya, yang berencana membangun  rel-ganda kereta api, dari Sabang sampai ke Merauke. Temanku ini selalu memberi contoh rangkaian kereta di Eropa dan Amerika. Konon, sejak awal mereka membangun rangkaian kereta api, sebagai salah satu prioritas dan telah terbukti!!. Prioritas negeriku, adalah membuat mobil dan “jalan-jalan yang berlubang serta jalan tol yang macet”, sudah terbukti pula!!. Hidup, industriawan mobil!!! Hidup, jasa marga!!!

Sesuai mimpinya, lalu saya bayangkan orang kampungku, dengan mudah membawa hasil buminya. Saya bayangkan orang kampungku, pergi pulang dari satu tempat ke tempat lainnya dapat dalam waktu yang tepat. Dan, di kota, saya bayangkan, semua kegiatan, dapat diatur dengan baik.

Jakarta dengan penduduk lebih dari 12 juta orang. Kemudian, Medan, Bandung, Jogyakarta, Surabaya dan Ujung Pandang juga sudah dijejali penduduk. Kesibukan menjadi jantung kota, menggerakkan orang kesegala penjuru.  Angkuatan kota semrawut, macet dimana-mana. Hasilnya?!, banyak orang lelah, stress, menjadi tidak sabaran, pemarah, egois dan saling serobot. Evolusi peradaban sedang berlangsung!!!. pelan pelan, kembali ke jaman purba dalam bentuk lain.

Dahulu sudah ada kereta api dari Kutaraja (Banda Aceh) ke Medan, sekarang hilang. Di Jakarta rel kereta ke stasiun Tanjung Priok hilang atau tidak berfungsi. Pembangunan mono-rel? jangan tanya!, tiangnya saja yang ada, dan menjadi salah satu penyebab kemacetan. Jakarta Transport dan bus-waynya? aneh! membeli minyaknya saja tidak mampu.

Mudah-mudahan temanku ini, suatu saat menjadi presiden. Semoga pula dia seorang presiden yang kuat dan berwibawa nan bijaksana, sehingga dapat melaksanakan mimpinya, seperti Gorbachev menyatakan Glasnot dan Prestroika.

_____________

dari Bisik-bisik: Negeri ini kan perlu lapangan kerja,…….. iya kan?

Advertisements

Written by Singal

March 20, 2008 at 9:24 am

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pak Singal yang baik,
    Saya sependapat dengan bapak. Pemerintah perlu memberikan prioritas pembangunan infrastruktur yang layak dan memadai, untuk mendorong geliat ekonomi dan aliran barang dan jasa di seluruh negeri.
    Namun rasanya perhatian untuk itu sangat minim. Contoh yang paling dekat adalah jalan akses cilincing-tanjung priok, yang rusak parah dan menghambat alirang barang export-import. Biaya yang harus dikeluarkan karena kemacetan dan akses yang parah tersebut sangat tinggi dan membebani dunia usaha. Kita berhadapan dengan ekonomi biaya tinggi yang juga diakibatkan oleh tidak memadainya sarana infrastruktur penunjang roda ekonomi. Semestinya pemerintah memperhatikan setiap bottle neck yang menghambat proses pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
    Salam hangat,
    Sigit
    _______________
    dari Bisik-bisik: Pak Sigit, yang berbahagia dan saya hormati, Masukan dan usul yang bapak berikan sungguh berharga, dan menjadi kenyataan bila pemerintah serius membuat program terpadu serta melaksanakannya dengan kontinu. iya kan pak!. Dari suatu pemerintah ke pemerintah baru, harus ada komitmen untuk meneruskannya, begitu seharusnya kan pak?! dan biarlah program itu tertanam pada seluruh aparat dan masyarakat…!

    esbede

    March 21, 2008 at 12:01 pm

  2. Setuju Bang,
    Salam sudah kenal sebelumnya.
    Yang menjadi masalah sebenarnya bukan sekedar komitmen bang, tetapi “virus bencana berpikir”. Cobalah bang, sama sama kita bermimpi kalau saja dalam repelita I masalah banjir beres, repelita ke II masalah transportasi beres, repelita ke – III masalah pendidikan dan sarana nya beres. dst dst. Atau kita coba ganti channel mimpi kita, repelita I menguatkan ekonomi ompung-ompung kita petani, repelita ke – II mencoba industri yang mengolah hasil pertanian, repelita – III tinggal landas sebagai negeri agraria yang modern. Kan ndak bakal ada lagi daerah tertinggal, tertinggal dari apa ya…?
    Ach… memang bermimpi itu sangat indah kan. Nah tiba-tiba mimpi itu dipaksa jadi kenyataan yang lain, orang irian di paksa makan nasi padahal butuhnya sagu, sakit perut orang itu bang.
    orang dayak disuruh tinggal dirumah karena hutan/pohon mereka harus ditebang, gatal-gatal mereka karena ndak biasa.
    Puncak cianjur adalah perkebunan sayur mayur, buah, dan teh.. sekarang dipaksa jadi perkebunan villa, ndak kuat lah bang.
    Bencana berpikir, bukannya menguatkan malah membuat lemah, kalau bisa sulit kenapa harus gampang, kalau bisa lama mengapa harus cepat. Kalau sabar dengan macet kenapa harus dibuat lancar, kalau masih tahan banjir tiap tahun… ya sudah nasib
    Ach…mengapa harus ke jawa kalau sulawesi/ambon/irian juga “bukan lautan tapi kolam susu” ?
    Salam Bang, tetap semangat
    Salam bang
    ______________
    dari Bisik-bisik: Repelita dan GBHN (Garis Besar Haluan Negara) tetap disusun dan dilaksanakan begitu maksudnya kan!?, Aparatur negara dirubah dan diperbaiki cara berfikirnya kearah pembangunan berkesinambungan, iya kan!?. Sekali lagi, konon mimpi Gorbachev itu sudah ada ketika beliau masih mahasiswa, beliau masih tetap diam meski sudah menjadi komandan alias menjadi kepala KGB (badan inteligen atau agenn rahasia) Uni Sovyet yang terkenal itu. Lalu mimpinya!!! direalisasikan, setelah menjadi pemimpin tertinggi, itulah The right time for implementing of his visions. Saat ini sudah adakah Visi pemimpin kita?!, dan bagaimana cara melaksanakannya?!, yang saya tau, mereka populis.. dengan subsidi… dengan harga tidak naik dan lain-lain…itu yang terjadi, setidaktidaknya dalam perasaanku. iya kan?!

    parhumbang

    March 21, 2008 at 1:26 pm

  3. Bang… temennya cerdas dan bervisi luar biasa… kita butuh orang seferti itu… 😀
    Siafa namanya? Biar ane catet, suatu hari kalau dia mencalonkan diri jadi presiden… biar tak coblos… :mrgreen:

    Kita juga butuh blog yang menggugah seferti blog ini 😀
    ______________
    dari Bisik-bisik:he.. he…he… negeri kita masih mass oriented !!. Sehingga, program oriented tampaknya masih jauh…iya kan!? Sebenarnya “Barack Obama Indonesia” sangat banyak, cuma tidak punya massa iya kan?!. temanku ini tinggal di Bandung….

    Cabe Rawit

    March 22, 2008 at 8:41 am

  4. Salut buat Pak Singal yang tetap semangat dan belum bosan ngomongin mimpi; padahal kebanyakan warga republik ini sudah menderita insomnia yang akut hehehe…

    Salah satu mimpi buruk yang kita hadapi sekarang adalah jumlah anak putus sekolah yang sudah mencapai 12 juta orang. Membayangkan saja sudah ngeri.

    Tulisan Pak Singal menyentuh persoalan pokok dan klasik yang tak pernah bisa diselesaikan oleh bangsa kita. Membangun rel kereta api ganda dari Sabang-Merauke itu ide yang feasible, tapi akan langsung dicoret dari daftar prioritas; sebab paradigma birokrat dan politisi kita sekarang ini sudah ngawur. Saban tahun kalau kinerja PT KA dievaluasi, selalu yang dicek adalah pendapatannya; apa nggak gila itu ? Mana ada di dunia ini perusahaan kereta api dijadikan profit centre ?

    Mainkan terus komandan, dengan tulisan-tulisan yang lahir dari jiwa yang MERDEKA. Horas!
    _______________
    dari Bisik-bisik: Negeri kita yang penuh poli-tikus dan bir-o-krat, ingin merasakan namanya profit kali! ya kan!?

    Robert Manurung

    March 22, 2008 at 3:58 pm

  5. Bangsa kita ini memelihara saja tidak becus. Dulu pada zaman Belanda, kereta dari Medan ke Banda sudah ada. Sekarang dari Medan cuma sampai P Brandan. Itupun kelasnya campuran alias manusia campur barang dan hewan. Aku dulu pernah merasakan naik kereta ini waktu kecil. Sehari cuma ada satu trip dari Medan. Dari Medan ke Stabat butuh waktu 2 jam. Padahal jaraknya cuma sekitar 60 km. Tapi waktu dulu, aku sih senang-senang saja kalau naik kereta api meski harus desak-desakan dan duduk di atas bangku yang terbuat dari kayu. Sekrang kurang jelas apakah bangkunya masih dari kayu.
    Mudah-mudahan ada pemimpin yang benar-benar visioner yang bisa mewujudkan kereta (rel ganda pula) yang menghubungkan Sumatera dan Jawa. Terus, waktu lewat selat Sunda ada jembatan atau di bawah laut seperti dari Inggris ke Perancis. Halah…
    _____________
    dari Bisik-bisik: Sekarang dari Medan ke Stabat berapa jam ya pak?!, pemimpin visioner banyak, tapi tidak punya tangan besi atau logam yang mulia….iya kan?!

    heryazwan

    March 25, 2008 at 9:01 am

  6. Saudara Singal yg baik,
    Saya sependapat dgn anda ttg mimpi kawan dari Bandung itu., akan tetapi mimpi tidak seindah kemyataan. Orang bilang, mimpi itu adalah ungkapan angan-angan yang selalu diharapkan akan ada perwujudannya. Shg. suatu saat kita akan bermimpi sesuai seperti angan-angan itu.
    Saya sependapat dengan komen dari sdr. Parhumbang, saya kutip …..” Yang menjadi masalah sebenarnya bukan sekedar komitmen bang, tetapi “virus bencana berpikir”, ….. “ Bencana berpikir, bukannya menguatkan malah membuat lemah, kalau bisa sulit kenapa harus gampang, kalau bisa lama mengapa harus cepat. Kalau sabar dengan macet kenapa harus dibuat lancar”
    Contoh yang menjadi fakta dilapangan antara lain :
    1. Program tinggal landas menjadi negara industri pada saat kita mulai swa sembada pangan. ( FAO- PBB memberikan penghargaan pada IND waktu itu ), sementara kita mempunyai potensi pada agro industri dengan tenaga kerja dan bahan baku yang melimpah.Yang selalu dipromosikan waktu itu adalah bahwa kita mempunyai keunggulan komparatif yaitu tenaga buruh yang murah. Tujuannya memperbanyak kesempatan kerja. Maka terwujudlah industri kita yg. sekarang ini menjadi “ tukang jahit “ ( yang mengandalkan bahan baku impor karena tidak didukung indusri dasar ( hulu ).
    2. Orientasi kita adalah “ Jawa Sentris “ memang “ dimana ada gula disitu ada semut “ , kebetulan di Jawa banyak gula maka berduyun-duyunlah para semut dari luar Jawa ke pulau Jawa, urbanisasi, kontradiksi dengan program transmigrasi dari pemerintah. ( Uang yg beredar di p.Jawa rata-rata 80 % dari peredaran uang secara Nasional ). Kenapa tidak terpikir untuk menempatkan gula di Sumatera, Kalimantan misalnya agar semut-semutnya kerasan disana, contoh kenapa bukan PLTU mulut tambang dibangun di SumSel, kenapa harus di daerah Banten, shg. u/ mengoperasikan PLTU perlu mengangkut batu bara dari Sumsel dengan beratus ratus kapal setiap hari. Solusinya melaui transmisi tenaga listrik melalui kabel dibawah laut. Modal awal memang mahal, tapi untuk jangka panjang sangat menguntungkan. Fakta sekarang musim tidak mendukung terjadilah pemadaman listrik.
    Sebenarnya banyak lagi contoh lain mis. Kebijakan super crash program kelistrikan 10000MW, alasannya buatan Cina murah ( padahal dari sejak dulu pihak PLN sudah mengingatkan melalui Rencana Kerja Investasinya ); mirip dengan itu sekarang program ALUSISTA yg diributkan di DPR. .
    Hal-hal diatas bisa terjadi kembali seperti komen dari sdr. Parhumbang, disebabkan “virus bencana berpikir“ yang mengakibatkan penyakit UUD – Ujung Ujungnya Duit. Kita dapat berpikir waras menganalisa masalah yang terjadi karena kita belum ditulari oleh virus itu, kerangka berpikir kita masih mengedepankan untuk kepentingan rakyat banyak, kita masih waras belum terkontaminasi lingkungan para pengambil keputusan.
    Salam persaudaraan, mudah-mudahan tidak OOT
    Olanto
    ______________
    dari Bisik-bisik: Negeri republik yang feodal membutuhkan buruh yang….. iya kan?!, Saat ini kabarnya PLN sedang giat berunding dengan pihak pemilik tambang batubara, untuk membangun pembangkit mulut tambang. begitu katanya pak!

    Olanto

    March 25, 2008 at 6:10 pm

  7. Mimpi rel ganda kereta api di Indonesia, … hmmm…. boleh juga bisa mimpi seperti itu.
    kalau aku bisa masuk kedalam mimpi itu, ijinkan aku yang membangun rel ganda itu…..
    Akan kumulai dengan membangun kebersamaan seluruh rakyat negri ini agar terhindar dari ‘Appolo Sindrom’ ….. sehingga pemerintah tidak perlu keluar biaya se-sen-pun untuk membangunnya…..

    Apakah bisa??? Bisa!!!…. Ayo kita pikir sama-sama.
    ___________________
    Kalau aku presiden kuangkat bapak jadi kepala proyeknya. Kalau bapak mencalonkan diri jadi presiden, angkat aku jadi juru kampanyenya.. dan kalau bapak menang, rel ganda pasti menjadi salah satu program prioritas, setuju kan pak!

    AS-E2

    April 14, 2008 at 11:36 am

  8. Kalo temanya bisa jadi presiden, SBY jadi entertainer. JK kembali ke habitat aslinya. Dan kita bisa dapat kerja dari sang Kala dan kita juga bisa nyaman tidur dibobokan Sang Biduan Yogya.
    ______________
    Manggung dan berdagang, pasti banyak penggemar, begitu maksudnya kan?!

    atakeo

    April 14, 2008 at 1:10 pm

  9. kalo cuma mau mimpi siiih gampang dan gratiiiis lagi !..
    banyak orang lebih mudah beretorika ketimbang mengevaluasi keterlibatan dari dirinya sendiri.. misalnya tentang transportasi.. biarpun dibuat rel ganda dari sabang hingga ke merauke, kalo kita tidak berniat untuk menggunakan kereta api, ya rel gandanya jadi mubazir.. kalo kita tidak berniat menggunakan angkutan umum, baik itu bis kota, busway, ka’er’el atau monorel (yg baru bisa dinaikin tiangnya), lalu tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi… macet ya akan macet teruuuussss….
    ___________________
    dari Bisik-bisik: Kereta, bis kota dan angkutan umumnya, harus dibuat nyaman dan menyenangkan, begitu maksudnya kan?!, iya kan?!

    moena

    April 24, 2008 at 2:06 pm

  10. Mau mbuat rel dananya dari mana? Indonesia kalau mau membuat proyek jalan apalagi jalan tol pasti bantuan datang dari sana sini. Mengapa ? karena produsen kendaraan senang produk mereka laku. Kalau membuat infrastruktur kereta pai , ya nanti dulu lah. Dijamin dipersulit dengan berbagai alasan.

    Ini diperparah dengan sikap pejabat kita yang juga senang dengan kondisi itu, Maklum kan bisa ikut kecipratan rejeki dari masukknya banyak kendaraan , serta dari banyak proyek jalan tol. Makanya gak heran kalau sistem transporatasi massal berantakan bahkan BBM juga naik terus.
    _________________
    dari Bisik-bisik: Artinya negeri tercinta, sudah puas dengan hanya menonton tetangga sambil terkagum kagum, iya kan?! Birokrasi di negeri kita sangat panjang, begitu maksudnya kan?!

    lovepassword

    June 26, 2008 at 2:53 pm

  11. Pembangunan Jawa Sentris memang sdh semestinya kita tinggalkan, bang.. Suatu hari aku diundang boss (sekitar thn 1997) utk mendiskusikan suatu masalah kantor… Disela diskusi kadang kami ngobrol isu lain yg tak ada hubungannya dgn isu yg kami bicarakan… Aku membisikkan bossku sesuatu (kebetulan beliau org jawa). Aku katakan : “suatu saat org jawa akan mati semua” (so pasti krn mmg kita semua akan mati khan..). …. “Lho kenapa?”, sahut bossku.” Begini, pak. Bpk pernah tau gak percobaan tikus yg ditempatkan dalam suatu sangkar terbatas…Didalamnya ada sepotong makanan… Ke dalam sangkar tsb, pertama, dimasukkan seekor tikus… lalu tikus itu masih tenang memakan makanannya. Kemudian dimasukkan tikus lain, lalu mereka mulai berebut makanan. Kemudian dimasukkan lagi tikus ketiga…mereka mulai saling mencakar. Lalu dimasukkan tikus keempat, mrk mulai saling bunuh utk berebut makanan”. “Lalu apa hubungnnya dgn org jawa mati”, kata bossku dgn intonasi mulai meninggi… ” Ya gitu pak. Kalau semua org di Indonesia ini dtg ke Jawa krn disini banyak gula, pulau Jawa jadi padat …ya lama-lama kita akan saling bunuh, karena makanan dan ruangnya segitu-gitu aja.. ” jawabku. Jadi rel ganda itu perlu untuk menyebar gula-gula di luar jawa agar org luar jawa tdk berbondong-bondong datang ke Jawa….sekaligus juga sebagian org Jawa akan pergi ke luar Jawa mencari gula…. Jawa akan nyaman sekali…lengang dan hijau oleh persawahan…Kita datang ke Pulau Jawa hanya utk berlibur…Indah bukan?…
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, dengan rel-ganda otomatis atau secara alamiah, negeri kita makin nyaman dan terpadu secara ekonomi, sosial budaya, politik (saya tidak suka politik), dan negeri kita menjadi tempat favorit yang akan dikunjungi oleh wisatawan asing, saking indahnya, begitu maksudnya kan pak?!

    Bang Kotan

    July 11, 2008 at 8:09 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: