Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Negeri Miskin Yang Boros

with 23 comments

“Hemat pangkal kaya”, kata orangtua dulu. Menurutku, kredo ini hanya berlaku bagi orang yang memang bisa menghemat. Rakyat negeri ini dari 200 juta penduduk, mungkin hanya segelintir yang dapat menghemat, sebagian besar dari mereka tidak mampu berbuat apa-apa, bahkan untuk asap dapur sudah berutang,  “mereka mau menghemat apa?!”. Mereka tidak bisa atau tidak mampu berhemat, mereka tidak dapat dicegah berutang, karena anak istri sedang menunggu makanan dengan penuh harap.

“Boros pangkal miskin”,  sambungan dari kredo tadi. Negeri ini memang boros disegala hal. Sungguh!, rakyat negeri ini meski miskin, tetapi terpaksa boros bukan main. Salah satu contoh, seperti kehidupan di kota kejam JaBoTaBekDep. Di banyak tempat, untuk menempuh perjalanan sepanjang 5 km saja, memerlukan waktu rata-rata setengah jam bahkan satu jam, itupun setelah kita diguncang-guncang dalam kendaraan, di sepanjang jalan berlubang tidak karuan. BBM kendaraan boros, waktu terbuang, dan ongkos perawatan mobil tinggi dan pengobatan (manusia) membengkak, karena stress dan patah pinggang. Negeri ini boros untuk sesuatu hal yang dapat dicegah. Negeri ini makin miskin.

Kalau para penguasa negeri ini mau “boros yang dapat dicegah”, itu sebenarnya dapat dilakukan. Namun, mereka gamang, seolah berjalan di atas kawat, di ketinggian. Malah mengajak  rakyat berhemat. Seolah rakyatlah sebab musabab atau akar kesalahan kemiskinan. Mengapa?!, karena para penguasa negeri, tidak pernah lapar, tidak merasakan goncangan jalan berlubang, mereka tidak merasakan air liur yang pahit, sambil menahan makian dari sesama, ketika saling serobot dijalanan tiap hari.

Maka, para penguasa tidak berbuat apa-apa, selain dari merencanakan kenaikan harga. Minyak, tol dan lain lain. Hasilnya rakyat tidak tau, selain dari boros terpaksa terus berlanjut. Kemudian, mereka hanya mendengar berita atau membaca di surat kabar, KPK dan polisi sedang beraksi menambah jumlah penduduk di lembaga pemasyarakatan alias penjara, Negeriku.. negeriku.. negeri yang kaya tapi miskin.

Sebenarnya, rakyat negeriku tidak butuh penduduk penjara bertambah, rakyat negeriku ingin kenyamanan sederhana sehingga dapat berhemat, yang dapat diciptakan dan dilaksanakan dengan baik, asal penguasa negeri mau.

______________________

dari Bisik-bisik: Penguasa negeri ini kan makin bijaksana, iya kan pak?!

Advertisements

Written by Singal

April 26, 2008 at 6:00 pm

23 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Salam kenal Pak..Terimakasih telah mengunjungi blog kami.

    Saya setuju dengan Bapak, dan semakin banyaknya tengkulak tersebut salah satunya diakibatkan tidak adanya keinginan yang nyata dari para pemimpin di negri ini untuk meningkatkan kehidupan rakyatnya. Rakyat miskin sulit mendapatkan pinjaman modal untuk usaha karena tidak punya agunan. Sedangkan alokasi anggaran untuk pengusaha kecil khususnya di APBD juga sangat minim.

    Yang lebih memperihatinkan, anggaran yang mengatasnamakan anggaran sosial dan untuk si miskin selalu besar namun juga sering dijadikan sebagaii “KOMODITI KORUPSI”.
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal juga pak, negeri ini menjadi perusahaan penguasa begitu maksudnya kan?! dan rakyat dianggap buruh atau pegawainya iya kan?!

    Togar Lubis

    April 27, 2008 at 12:14 am

  2. Yah inilah negeri kita pak. semua serba terbalik. Siapa yang harus hemat….. juga gak jelas….
    ______________
    dari Bisik-bisik: sengaja dibuat samar, ya kan pak?!

    Zazuli M. Hanief

    April 27, 2008 at 8:00 am

  3. Sebenarnya konsep “Hemat Pangkal Kaya” menurut saya tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan bahwa yang hemat pasti akan kaya. Yang penting di sini bukanlah masalah hemat atau boros tetapi mengatur keuangan agar kita dapat “sedia payung sebelum hujan”. Jadi di sini “kaya” maksudnya adalah agar kelak di kemudian hari, terutama kalau terjadi sesuatu hal yang membutuhkan biaya, kita tidak akan kekurangan. Itulah teladan di balik pepatah itu……

    Sedangkan untuk menjadi kaya (Kaya dalam arti benar2 kaya)?? Ya… harus lebih sekedar daripada berhemat….. yang jelas sumber penghasilan memang harus besar… dan inilah yang rasa2nya diterjemahkan secara salah oleh banyak pejabat2 di negeri ini…. yaitu: Berpenghasilan besar ditempuh dengan berbagai macam cara walaupun harus melalui jalan yang kurang terpuji !! Yah… itulah negeri kita!!

    Juga ada pepatah Inggris: “Easy Come, Easy Go”, sesuatu yang datangnya mudah, perginya juga akan mudah. Uang yang didapat dengan mudah, perginya juga akan mudah. Itulah kenapa terjadinya pemborosan di negeri ini…… Dan celakanya akibat perekonomian yang boros ini, rakyat kecil juga ikut menderita…….. Masalah klasik di negara berkembang yang masih diselimuti oleh kemiskinan dan korupsi…….
    ________________
    dari Bisik-bisik: benar pak, dan setuju, negeri ini harus meningkatkan daya beli rakyat, menyediakan lapangan kerja dan memberi upah yang sebanding dengan harga bahanpokok dipasar. ya kan pak!. Penguasa negeri hampir tidak peduli, mungkin kemiskinan sangat disukai penguasa, karena perlu untuk komoditas poltik, begitu kali, iya kan pak?!

    Yari NK

    April 28, 2008 at 7:30 am

  4. kenapa para penguasa negeri ini kebanyakan gamang ya???
    _________________
    dari Bisik-bisik: mungkin tidak kompeten iya kan pak?! atau seperti ilustrasi berikut, (meski tidak terlalu tepat). Pernah saya lihat orang, yang baru mulai berdagang (seumur hidupnya tidak pernah berdagang) buka toko. entah apa yang terjadi, tiba-tiba sangat banyak orang datang untuk belanja, lalu dia gamang melayani pembeli, dia tidak bisa ber-buat apa-apa, sehingga tokonya penuh kegaduhan. begitu kali pak, iya kan?!

    hanggadamai

    April 28, 2008 at 7:54 am

  5. Wah duh pak kalo mikirin penguasa, kasihan anak istri saya … besok mo dikasih makan apa?
    saya lebih suka mikirin karya2 saya saja. Capek kalo hanya mengeluh terus, mending capek buat berkarya.
    Terimakasih untuk kunjungan bapak ke blog kami.
    _______________
    dari Bisik-bisik: terimakasih atas kunjungan balasannya, negeri ini penuh dengan dinamika iya kan pak?!

    bloggersolo

    April 28, 2008 at 12:30 pm

  6. Salam kenal pak…wah interest kita rasanya sama yah…
    betul pak…pejabat kita masih saja bermental feodal.. Mereka ga pernah ngerasa nganteri minyak tanah, gas, beras murah, minyak goreng murah. Ga pernah ngerasain macet karena dikawal polantas. Dan paling parahnya ga pernah mau ngerasain bagaimana menderitanya rakyat akibat kebijakan mereka yang lebih mementingkan golongannya.. Terus solusinya gimana yah??
    ________________
    dari Bisik-bisik: salam kenal juga, solusinya “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” begitu kali, iya kan?!

    proletarman

    April 28, 2008 at 1:07 pm

  7. Penghematan dilakukan seseorang apabila dia dipaksa untuk menghemat, selama harga masih tolerable maka perilaku boros akan tetap jalan. Contohnya pemakaian BBM dan Listrik ( secara tidak langsung adalah pemakaian BBM ). Kita mengetahui pengkonsumsi BBM kenderaan itu mayoritas adalah kalangan menengah keatas, sehingga disebut penikmat subsidi BBM. Rakyat kalangan berpenghasilan rendah secara langsung tidak menikmati subsidi BBM tsb. ( statement ekonom Faisal Basri paling 10 % dari jumlah penduduk INA ). Belakangan ini ada konsep pemerintah akan menaikkan harga BBM sebesar Rp. 500. sedang u/ kebutuhan publik ( angkutan umum / listrik akan disubsidi ). Kalau pak Singal mengatakan pemerintah gamang menaikkan harga BBM, cenderung mencari jalan aman dengan menganjurkan gerakan penghematan – ingat rencana tarif listrik (insentif / disentif) yang gagal itu, sebenarnya adalah gara -gara antisipasi PEMILU 2009. Maka tepat yg dikatakan ekonom Faisal Basri harus mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dimasa datang daripada kepentingan politis yang populis. Saya nggak bisa bayangkan kalau harga minyak bumi naik menjadi US $ 140 / per barrel ( sekarang sudah US $ 120 / barrel ) maka yang mengkelola anggaran pos sosial akan berpesta karena alokasinya puluhan trilyun, penyeludupan BBM semakin marak ( karena disparitas harga ), semua itu adalah ” komoditi korupsi ” istilah sdr. Togar Lubis.
    __________________
    dari Bisik-bisik: Maka, penguasa negeri harus meningkatkan daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, kemudian subsidi dihapuskan (agar tidak dipakai sebagai komoditas politik), begitu kan, maksudnya?!

    Olanto

    April 29, 2008 at 11:42 am

  8. sepengetahuan saya Indonesia negara paling kaya buktinya belanda menjajah kita 350 tahun…bukan main (kalo tidak ada kekayaan alam buat apa dijajah) nah sekarang pun klo kita sadar kita lagi dijajah.. buktinya antri minyak (padahal minyak ada di lahan kita) emas, batubara, timah, termasuk rempah2 dan hasil laut, luar biasa berlimpah
    tapi rakyat kita megap2 untuk menikmatinya ya..
    ___________________
    dari Bisik-bisik: iyalaah, mungkin penguasa negeri sudah tau….cuma tidak sadar iya kan?

    pendowo

    April 30, 2008 at 2:21 pm

  9. Salam sejahtra pak Singal…..

    Kalau sy pikir2 negara ini sudah hampir bangkrut, kekayaan negara kita ini sudah ludes dan terkuras sementara hidup semakin sulit, lapangan kerja semakin sulit,i petani2 berdasi dari negara tetangga sudah banyak yang expansi dinegeri ini sehingga kita akan jadi budak di negeri sendiri, sebentar lagi bbm mungkin naik,….. Kata para penguasa mari kita menghemat ??? sementara utk mengganti karpet senayan ludes 40 M, sehingga sebenarnya tidak ada lagi nasionalisme, patriotisme yg ada kepentingan pribadi dan partai/golongan. Waraga miskin, gembel, gelandangan semakin banyak, sehingga tingkat kriminilitas meningkat. Anehnya dalam kampanye partai semua calon pemimpin menawarkan kesejahteraan…..kemakmuran……Kira2 mungkin nggak yah negeri ini masih bisa mencapai masyarakat yang adil dan makmmuri cita2 para leluhur ???
    __________________
    dari Bisik-bisik: negeri ini sedang menuju adil dan makmur itu, meski tersendat. iya kan?!

    Henrison

    April 30, 2008 at 4:02 pm

  10. walah Pak, setuju aku dengan artikel ini. Waktu kampanye saja ngomong mikirin rakyat. Udah jadi penguasa lupa deh sama janjinnya. Nanti alasannya faktor usia.
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Alasan tambahannya, lidah tak bertulang, janji tinggal janji, iya kan pak?!.

    fuad syamee

    May 1, 2008 at 7:29 pm

  11. Kasian memang negara ini,,,,,,,

    SDA yang melimpah tidak dibarengi dengan SDM yang mumpuni,,,,

    ditambah lg kebijakan2 pemerintah belakangan ini yang semakin mencekik leher rakyat,,,,,

    __________________
    dari Bisik-bisik: mampir ke adhecs.wordpress.com ye,,,,,,^^
    __________________
    Ok, gw pasti mampir…masak yang enak ya.. gw ingin berlama-lama disana.
    Ngomong-ngomong, Biasanya orang bijak itu (yang memberi kebijakan) sudah tua iya kan pak?!

    adhecs

    May 2, 2008 at 10:16 am

  12. Itulah pak kalau negara ini dikelola oleh orang yang nggak punya nurani, katanya sewaktu saya masih SD negara yang “gemah ripah loh jinawi”. Ternyata kekayaan alam itu sudah di kapling-kapling oleh penguasa, banyak tambangnya tapi pemiliknya siapa ?, banyak batubara …milik siapa pula ???. Jadi kulinya pun kita susah masuk, Mungkin harus ada tsunami yang lebih dahsyat biar penguasa yang jadi pengusaha bisa bertobat.

    Terima kasih.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: mereka perlu anggaran dan uang real… iya kan pak?!

    Karmen Tarigan

    May 4, 2008 at 7:56 pm

  13. hahaha….ad2 aj pah….ada kebijakan baru kok pembatasan penggunaan dan kenaikan harga BBM(mengurangi pengeluaran Subsidi)…karena mahal dan ada kuota,, mengurangi penggunaan mobil…mudah2an bisa ngurangin kemacetan,ngurangin biaya perawatan sama ngurangin biaya rumah sakit karena stress dan patah pinggangnya.jadinya hemat dan tabungan masyarakat tetep ada..itu klo ngaruh kebijaknnya..tapi klo ga ngaruh krn ga didukung dgn situasi sperti klo naek angkot ngetemnya sama nunggunya lama ato angkot itu rada bahaya karena ada jambret, pelecehan dll, ato sumpek dan armadanya dikit…orang kan jadi males juga naek angkot,,,jadinya tetep gunain mobil pribadi…akhirnya kebijakan kenaikan BBM itu jadi kebijakan yang memiskinkan rakyat…abisnya pengeluaran mereka akan meningkat…tapi mudah2an pembatasan penggunaan ini bener pengaruh…
    ______________
    dari Bisik-bisik: mudah-mudahan…. iya kan?!

    iyos

    May 11, 2008 at 9:43 pm

  14. aku hanya mau ucapkan’selamat malam,pak.’
    ________________
    dari Bisik-bisik: Selamat malam…

    langitjiwa

    May 16, 2008 at 10:28 pm

  15. “Maka, para penguasa tidak berbuat apa-apa, selain dari merencanakan kenaikan harga. Minyak, tol dan lain lain.”

    Mereka hanya administrator yg hanya mengikuti apa yang terjadi di luar dan apa yng dikatakan orang luar, tidak kreatif… pasrah terhadap keadaan… tidak ada perencanaan jangka panjang… Begitulah….

    Salam dari pinggiran
    (silakan kunjungi coretanpinggir dan corat coret di sana..)
    _________________
    dariBisik-bisik: Mereka berusaha tidak salah sehingga tidak berbuat, iya kan pak.

    coretanpinggir

    June 1, 2008 at 12:30 pm

  16. setuju!!
    saya pernah sangat terkejut dan merasa benci dengan negara, setelah mendapat kuliah dr paulus wirutomo ttg kemiskinan.

    dia bilang, orang-orang yang tinggal di kota sebearnya dipermiskin oleh keadaan. tiap hari bisa buang waktu sekitar 3-4 jam hanya untuk pergi pulang kantor. padahal, kalau waktu itu bisa dihemat, kan bisa dipakai utk hal-hal yg bersifat ekonomis.. misalnya aja bikin kerajinan tangan utk dijual pas akhir pekan, atau nyambi jd guru les. gitu..

    tulisan bapak menarik sekali..
    salam
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Salam juga. Negeri ini mungkin dikuasai pabrikan Mobil, Motor, Pengusaha Jalan Tol dan Semen iya kan pak?! Negeri ini tidak mau membangun “Mass Transport” begitu kan?!

    gosippemilu

    June 1, 2008 at 12:47 pm

  17. harga bbm dunia naik, harga besi-baja dunia naik, nilai mata uang Rp turun, Inflasi naik, sandang pangan naik, daya beli turun, gimana seterusnya………………………..
    _________________
    dari Bisik-bisik: mungkin program jangka menengah (5 sd 10 tahun) negeri ini, perlu dimulai dari hal yang paling sederhana yaitu, pendidikan gratis sampai kelas 12 (duabelas), infrastruktur jalan yang baik dan angkutan umum yang nyaman, sosialisasi saling menghargai antar sesama, mungkin dan mudah-mudahan dilaksanakan… iya pak?!

    widodo

    June 4, 2008 at 2:07 pm

  18. Kemudian, mereka hanya mendengar berita atau membaca di surat kabar, KPK dan polisi sedang beraksi menambah jumlah penduduk di lembaga pemasyarakatan alias penjara…

    Sip. daripada makan diluar mesti bayar. mending di dalam… gratis, aman lagi, bodyguardnya kan pak polisi. lha yang nggak sempet nyolong, gimana nih…..
    oh iya, gimana kalo diusilin eh, diusulin sekalian, bikin pagar jerujinya melingkupi nusantara, biar gratis semua. ha….ha….ha….. lam knal semuaaaaa mampir ke sini yaaa…
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Tak lama kemudian, mereka dapat remisi…..iya kan pak?!

    habib

    June 6, 2008 at 2:59 pm

  19. Kalau di Indonesia mungkin kredonya tidak begitu pak …

    Karena [merasa] kaya, marilah kita boros, kalau nanti jadi miskin marilah [rakyat] dihimbau hemat …
    _______________________
    dari Bisik-bisik: dan mereka merasa benar iya kan pak?, setelah itu mencari kambing hitam, karakternya begitu kan pak? dan melihat kebelakang mencari-cari kesalahan pendahulunya, begitu maksudnya, iya kan pak?

    Adji Wigjoteruna

    June 24, 2008 at 3:36 pm

  20. Saya setuju hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin tapi sekarang pemborosan ini justru dari para penguasa, atau orang kaya, tapi sekarang simiskin itu bukan karena boros melaikan disebabkan kerakusan kelompok tertentu sehingga yang miskin tidak mendapat kesempatan. Satu hal pemborosan yang sangat nyata terjadi adalah ekses dari kemacetan lalu lintas, berapa banyak BBM yang habis dibakar dan polusi yang dihasilkan serta waktu yang terbuang sia-sia.
    ___________________________
    dari Bisik-bisik:Negeri ini perlu mass transport (kereta api) yang nyaman begitu maksudnya kan?!

    Kanton Lumbantoruan

    June 30, 2008 at 10:37 am

  21. Negeri Miskin Yang Boros :
    Kami punya contohnya pak, pemakaian software legal negeri ini
    dengan cara membeli. (legal berbayar)
    Padahal ada software legal tidak berbayar
    (tidak dipilih hanya karena masalah “kebiasaan”…)

    Dengan kata lain, lebih baik makin miskin (dan tak berdaya)
    daripada mengubah kebiasaan lama …:) ke kebiasaan baru..
    padahal mungkin lebih baik… :
    1. tidak tergantung pada pihak lain/mandiri
    2. bisa mengembangkan sendiri software legal tidak berbayar
    3. masih memperoleh software wordprocessor, spreadsheet,
    database, dll, sama halnya dengan legal berbayar..tanpa
    tambahan biaya

    Tentu lain soal kalau udah terlanjur membeli…

    Yang jelas tahun ini, perusahaan pemilik Legal Berbayar
    memperoleh kenaikan Omzet yang signifikan…

    Dan jelas pula dunia lebih miskin sebesar kenaikan omzet itu…:)
    Padahal mereka sudah paling kaya…

    Bagaimana pak Singal ?
    ___________________
    dari Bisik-bisik: hmmm (menurutku) negeri ini, kurang menghargai karya bangsa sendiri, kurang memberi semangat kepada orang (banyak) pintar, hmmm… mereka suka yang legal berbayar karena…..dan lebih gila lagi illegal berbayar….hehehe.. sulitlah mengomentarinya iya kan?!

    uniqueopini

    July 30, 2008 at 9:53 am

  22. Memang pemerintah kita selalu benar bukan pak?
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Betul pak Rizkysatrio!, penguasa atau pemerintah selalu benar, sampai ia jatuh, dan diganti pemerintah baru, dan ia benar juga, iya kan?!, jadi kebenaran pemerintah menjadi relatif, hehehe.. (Menurutku), iya kan?!

    rizkysatrio

    August 21, 2008 at 6:31 pm

  23. Salam kenal Bang Sihombing.
    senang mampin di blog abang ini
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal juga, Lintong!, sering mampir..kusiapkan teh dan kopi manis….ngobrol kita, iya kan?!

    lintongnababan

    September 4, 2008 at 4:10 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: