Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Angan-angan Tukang Cendol

with 28 comments

“Visi”. Saya menerjemahkannya “angan-angan” atau “cita-cita, keinginan masa depan”. Semua orang punya visi. Ketika kita masih anak-anak, sering ditanya orangtua, paman atau guru “suatu saat ingin jadi apa?!”,  dan kita menyatakannya dengan keluguan, ditambah rasa malu dan rasa yang lain yang sulit dituliskan dalam kata-kata, tergantung dari karakter kita, pemalu, pemberani dan sebagainya. Lalu mereka memberi kita semangat “Rajin belajar, hormat kepada orang tua, guru dan temanmu”. Ada “Misi” , ada tugas yang harus dilaksanakan, untuk membuat angan-angan menjadi kenyataan.

Tetapi, “Misi tidak boleh diangan-angankan menjadi lamunan atau mimpi, berbahaya!!”, kata pak guru ketika saya masih SD, dan hal ini bahkan diilustrasikan dalam buku bacaan, yaitu “Angan-angan Tukang Cendol”. Tukang cendol ini, berjualan di halaman suatu sekolah SD. Anak-anak sangat menyukainya, harga terjangkau dan hmm.. enak, cendolnya dengan cepat habis ludes.

Suatu hari seperti biasa, si tukang cendol datang bersama anaknya yang belum sekolah. Sambil menyiapkan peralatannya, mangkok, sendok dan lain-lain yang berhubungan dengan itu, dia berdialog dengan anaknya.

“Nak, setelah cendol kita laku, uangnya kita pakai untuk membeli anak ayam betina”,

setelah itu lanjutnya ” kita pelihara sampai ayamnya bertelor dan beranak”,

dan ” kalau semuanya sudah besar kita jual dan kita beli anak kambing”,

kemudian “kalau kambingnya sudah besar kita jual, dan kita beli anak sapi”,

lalu “kalau sapinya sudah besar kita jual, dan kita beli anak kerbau betina”,

kerbau adalah ternak yang paling tinggi di kampung kami.

Lalu anaknya menanggapi ayahnya,

“Kalau kerbaunya besar dan beranak, maka anaknya kutunggangi”

“jangan!!” kata ayahnya. “akan kutunggangi seperti temanku tetangga kita yang menunggangi anak kerbaunya”

“jangan!!” kata ayahnya mulai marah, “akan kutunggangi” kata anaknya sambil menjauh menjaga jarak dari ayahnya.

 “jangan”, ayahnya mulai berdiri. “akan kutunggangi” anaknya makin menjauh lagi,

 “jangan!!” ayahnya melangkah sambil marah, mau menangkap anaknya. Biyur… cendolnya tumpah kesandung kakinya, bersamaan dengan itu, kriiiing bunyi bell tanda reses, anak-anak berhamburan dari kelas dan berlarian, berlomba siapa yang pertama beli cendol, mereka kecewa cendol yang enak tidak ada hari itu.

Akankah negeri ini tukang cendol?!. Visi negeri tercinta sangat banyak, penuh angan-angan dan penuh janji, harapan kita, semoga, misinya tidak diangan-angankan sehingga negeri kita dapat mencapai cita-citanya.

_______________________
dari Bisik-bisik: Negeriku mudah-mudahan tidak memukuli anak-anaknya, iya kan?! mahasiswa yang ditahan supaya dibebaskan begitu maksudnya kan?!.

Advertisements

Written by Singal

June 1, 2008 at 6:34 pm

28 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Berangan-angan jangan lupa disertai doa…..
    ____________________
    Dari Bisik-bisik: perlu DUIT (Doa Usaha Iman dan Tawakal) iya kan pak?

    indra1082

    June 2, 2008 at 9:16 am

  2. Ah… gimana bapak nich, masak bermimpi aja nggak boleh, padahal cuman itu yang aku bisa, mau bayar uang sekolah anak, uang tak punya, bahkan untuk makan nanti sore pun masih persoalan, sementara ku lihat di jalan – jalan jakarta bersileweran jaguar dengan penunmpangnya yang trendy. Ya … hanya itu yang aku bisa, bermimpi…. he3x, mungkin aku sedang sakit ya….
    _____________________
    Dari Bisik-bisik: “jangan, bisa kesandung” iya kan pak?!

    Romeo

    June 2, 2008 at 9:23 am

  3. iya pak butuh DUIT (Doa Usaha Iman Tawakkal)
    ________________________
    dari Bisik-bisik: semoga penguasa negeri melaksanakannya dan kita membantunya sepenuh hati, iya kan pak?!

    hanggadamai

    June 2, 2008 at 11:42 am

  4. “Misi tidak boleh diangan-angankan menjadi lamunan atau mimpi, berbahaya!!”

    Yup, akan kami ingat itu Pak. 🙂
    ___________________
    dari Bisik-bisik: Bekerja dan berusaha iya kan pak?!

    coretanpinggir

    June 2, 2008 at 1:27 pm

  5. Visi negara kita dalam UUD 45 adalah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur oleh karena itu misi dari negara kita agar dapat disusun dalam suatu dokumen dan langkah langkah untuk mencapainya agar tidak hanya sebagai mimpi.
    ____________________
    dari Bisik-bisik: betul pak, dan diuraikan dalam GBHN, dilaksanakan oleh semua elemen bangsa, dipimpin oleh yang terpilih, dan kita harus bergerak melaksanakannya, begitu maksudnya, iya kan?!

    indra tjahja

    June 2, 2008 at 1:51 pm

  6. kita harus merubah visi misi itu menjadi suatu keyakinan Pak…
    agar Indonesia kedepan bisa menggapai segala impian, ya..dengan usaha yang sempurna dan doa yang maksimal tentunya…:)
    Salam kenal, Pak..
    beruntung saya bisa membaca tulisan bapak…

    dari sebelah,
    salam
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal juga, semoga negeri kita melaksanakannya dan kita mendukung dengan sepenuh hati, kelihatannya kita baru bekerja setelah kecelakaan atau malapetaka datang,… di India saya dapat pelajaran “jangan belajar dari kesalahan” katanya, he he he…artinya mereka bekerja dgn hati-hati dan direncanakan dengan baik iya kan pak?!

    bayu.an

    June 2, 2008 at 5:32 pm

  7. blognya keren pak
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal, terimakasih, semoga bermanfaat iya kan pak?!

    fatah75

    June 2, 2008 at 11:56 pm

  8. “gantungkan cita-cita (baca=angan-angan) mu setinggi langit”, perintah bung karno…sekarang yang jadi pertanyaan..langit ke berapa akan kita gantung angan-angan itu…
    __________________________
    dari Bisik-bisik: gantungkan pada langit yang tertinggi, lalu raih dengan segala daya upaya, begitu maksudnya, iya kan pak?!

    ibing

    June 3, 2008 at 1:59 pm

  9. Semua aspek harus berperan aktif, misal cinta produk dalam negeri, ato menimbulkan kembali nasionalisme….
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Semoga negeri ini berfikir sebelum bekerja, kalau mereka bekerja dulu baru berfikir kemudian bekerja sambil berfikir apalagi berfikir setelah malapetaka atau bencana datang, mau kemana kita iya kan pak? semoga ada fikiran jangka panjang dan dilaksanakan oleh anak negeri dan kita harus hargai begitu maksudnya kan?! pak!

    imran sinong

    June 5, 2008 at 2:06 pm

  10. Visi dan Misi Tukang Cendol itu sudah sangat bagus, yang membuat dia tidak berhasil adalah emosinya yang tidak bisa ditahan (masak utk anak kecil harus memaksakan kehendaknya, apalagi anak sendiri lagi). Barang kali cerita pak Singal ini dapat mengingatkan kite agar selalu mengedepankan ratio daripada emosi dan kekuatan.
    Tks bos, kita tunggu episode selanjutnya.
    __________________
    dari Bisik-bisik: Sabar lembut dan rendah hati, begitu maksudnya kan?!

    Juara P

    June 6, 2008 at 5:07 pm

  11. Ikutan komen Pak,
    Ketika belajar di bidang manajemen dengan topik strategi akan selalu terdapat visi dan misi. Syarat visi dan misi agar berhasil adalah haruslah do-able, jika tidak do-able mungkinkah negeri ini akan tetap berada pada Negeri Impian atau Republik Mimpi yang membawa Mission Impossible? Selain itu bukankah Sang Petinggi adalah Doktor di Bidang Manajemen Pertanian dan hobi membaca berbagai buku?

    Piss ah 😀
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Mungkin salah satu penyakit penguasa negeri ini, selalu merasa lebih pintar dari pendahulunya, entah itu benar kita tidak tahu persisnya, lalu mereka sibuk mencari kesalahan itu dan mundur melihat kebelakang lupa melihat kedepan, akhirnya kecelakaan melulu. iya kan pak?!

    Rian

    June 7, 2008 at 10:15 pm

  12. Anda begitu rendah hati melalui tulisan ANda

    Hormat saya buat Anda
    _____________________
    dari Bisik-bisik:saya makin gemetar pak ILYAS AFSOH, hormat saya juga pada bapak. semoga negeri kita makin maju iya kan pak?! dan hormati para guru tanpa syarat, hormati orangtua dan teman begitu kan maksudnya?! dan semoga pendidikan gratis, untuk semua anak negeri sampai kelas 12…iya pak semoga…

    ILYAS AFSOH

    June 9, 2008 at 5:30 pm

  13. tukang cendol yan cerdas,,,hehe,,,
    _____________________
    dari Bisik-bisik:mampir yee,,,http://adhecs.web.com/blog,,,^^v
    @ he he he…iya pak, saya mampir..cerdas saja tidak cukup ternyata iya kan pak?

    Adhecs

    June 10, 2008 at 8:41 am

  14. Saat ini untuk bermimpi saja susah… syukur kalau masih bisa bermimpi
    _____________________
    dari Bisik-bisik: Berarti tidurnya tidak enak iya kan pak?! atau boleh juga mimpi disiang bolong, alias ngelamun. boleh kan pak?!

    qizinklaziva

    June 10, 2008 at 4:27 pm

  15. Waah……..
    Ceritanya menarik, antara anak dan bapak.
    _________________________
    dari Bisik-bisik: aku suka orangtua kuno…selalu melatih anaknya budi pekerti, mungkin karena saya orang kampung! iya kan pak. Latihan..latihan..serba terus..untuk hal yang baik, cita cita yang baik begitu kan pak?!

    dariman

    June 10, 2008 at 8:28 pm

  16. saya suka cendol… (lho? nggak nyambung… )

    berusaha mendapatkan apa yang kita cita-citakan dengan segenap perjuangan dan doa, itu yang harus kita lakukan, iya kan pak?!
    🙂
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Betul pak, selalu berusaha keras dan bersyukur atas apa yang kita peroleh dengan baik dan benar, begitu maksudnya kan pak?!

    fairuzdarin

    June 11, 2008 at 11:56 am

  17. Berangan2 sama aja berandai2

    Berangan2 boleh tapi harus dibarengi dengan USaha dan doa
    __________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, dan budipekerti, hidup dengan damai begitu maksudnya kan pak?!

    Gelandangan

    June 11, 2008 at 1:35 pm

  18. Saya jadi berpikir apakah rencana pembangunan pembangkit 10.000 MW dengan bahan bakar batu bara itu mimpi atau angan – angan ya ?. Barangkali seperti istilahnya pak Singal ( kutipan bisik – bisik untuk imran sinong, tgl 5 Juni ) yaitu “ berpikir sebelum bekerja, bukan bekerja sambil berpikir sehingga bisa terjadi berfikir setelah malapetaka datang “. Faktanya sumber dana aja sudah sulit, kemudian coba dibayangkan pengangkutan batu bara dari Sumsel atau Kalimantan kapalnya harus melalui Selat Sunda atau Selat Bali atau Selat Madura untuk lokasi Pembangkit di Cilacap ( pantai Selatan Jawa ). Normalnya kan lokasi Pembangkitnya di Sumsel atau Kalimantan. ( PLTU mulut tambang ). Mungkin perlu diterapkan disini “berpikir sebelum bermimpi” atau “berpikir setelah bermimpi”.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: Titah kaisar harus dituruti, iya kan pak?! sekarang ini bisa saja, yang normal jadi aneh dan yang aneh jadi normal, begitukan pak?!

    Olanto

    June 11, 2008 at 4:05 pm

  19. hmmm moga tercapai
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Cepat tepat, lambat tapi pasti iya kan?! semangat..begitukan pak?!

    zoel chaniago

    June 11, 2008 at 10:59 pm

  20. dari Bisik-bisik: Negeriku mudah-mudahan tidak memukuli anak-anaknya, iya kan?! mahasiswa yang ditahan supaya dibebaskan begitu maksudnya kan?!.

    ya tergantung mahasiswanya dong pak, lha masa mau demo harus bawa ganja and miras dulu. lagian demonya kayak orang ga berpendidikan, ya kalo di gebukin ya ma’lum aja.
    polisi juga manusia je.. misal tiap demo polisi dilempari batu apalagi bom molotov lama lama ya sabarnya hilang juga. pinginnya mukul mahasiswa kayak mukulin anjing ya ga pak…

    solusi: mahasiswa ga usah demo aja… dan untuk angan2 si tukang cendol, “kalo jalan, liat liat jadi cendolnya ga tumpah” silahkan tafsirkan sendiri..
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: Mahasiswa kerjanya belajar…iya kan?, polisi harus menyadarkannya,…kalau bawa miras dan ganja memang harus dihukum dan dipulihkan diobati, jangan masuk universitas ganja, begitu maksudnya kan?! misi harus dilakukan dan dilaksanakan, iya kan pak?!

    Candra

    June 11, 2008 at 11:24 pm

  21. Sewaktu SMA, aku juga berangan-angan sekolah ke Amrik seperti semua teman mo nganjutkan ke sana. Eh ternyata ortu tak punya uang. Akhirnya aku juga bisa ke Eropa (tetangganya Amrik). Eh ternyata enggak enak hidup di Eropah itu. Balik ke Indonesa, Eh urusan utk anak aja berkelit-kelit da. Balik lagi ke Eropah, kali ini tak perlu berangan-angan jauh ke langit. Harus turun ke tanah. Walupun berat, tapi tatanan negara itu jelas/transparan banget.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Julia, cita-cita memang seperti misteri, dan mbak melakukannya, berusaha dan berusaha, akhirnya misteri kebaikan datang juga, karena usaha yang baik..begitu maksudnya kan mbak?! Amrik..sama dengan eropa,…tempat perantauan…hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri kita…kita tetap cinta negeri kita..iya kan?!

    juliach

    June 12, 2008 at 8:54 pm

  22. Pembeli cendolnya sudah ada. Cendolnya laris. Hanya saja dia tidak mampu mengoptimalkan keuntungan hasil penjualan cendol itu. Akhirnya, hasil penjualan cendol tidak pernah bergulir menjadi usaha seperti yang diimpikannya.
    ______________________
    dari Bisik-bisik: bekerja lebih baik dari berangan-angan, apalagi emosional…begitu maksudnya kan pak?!

    heryazwan

    June 13, 2008 at 8:09 am

  23. salam kenal , namaku rumanap, setelah dewasa sy analisa arti nama ku. rumanap..kata dasar ranap artinya melihat jauh dan luas biasanya kegiatan mangaranap ini dilakukan dari ketinggian. jadi bisa melihat sejauh mungkin..seluas mungkin. penambahan awalan ru pd bahasa batak artinya lebih. Jadilah arti namaku melihat lebih jauh.Dan sekarg ini sy artikan itu lebih visioner.. boleh gak sy artikan begitu ya ?
    Menurut pengertian sy visi itu adalah sesuatu yang tidak pernah selesai, karena akan selalu berubah atau diperbaharui. yang selesai adalah misinya sesuai keinginan dan kemampuan.
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: Iya betul, sebuah perusahaan terkenal menyatakan “We pay your vision” semoga berhasil. hebat, begitu kan?!

    rumanap

    June 15, 2008 at 7:00 pm

  24. Setiba di rumah dari gagal jualan cendol hari itu, si ayah kembali menggendong anaknya dan berkata: Sekali lagi maafkan bapak ya nak, biarlah hari ni kita gagal, besok tidak lagi, agar kita bisa beli ayam. Kalau kerbau kita sudah ada, engakau boleh menungganginya nak, bila perlu engkau latih dia barmain sepak bola. Hari ini bapak akan membuat gerobak jualan cendol yang tahan sandungan, biar gak tumpah lagi.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: Bapak yang baik, selalu mendidik anaknya, memaafkan dan memberi arti hidup dan contoh yang baik, biar tumbuh bersama anak itu, begitu maksudnya kan?!

    hh

    June 18, 2008 at 7:47 pm

  25. mudah-mudahan nggak musim hujan,….dan seandainya tukang cendol bersaudara dengan tukang payung, apalah kata dunia….
    _________________________
    dari Bisik-bisik:Besatu kita teguh bercerai kita rubuh…iya kan pak?!

    hendry

    June 20, 2008 at 11:11 am

  26. aku tertarik dengan tulisan angan – angan tukang cendol.

    ada budaya yang sedikt aneh buat saya, saat orang tua menimang anaknya dan menayakan cita – cita seorang anak. kalo sudah besar mau jadi apa nak, dan orang tua selalu mengajarkan anaknya untuk menjawab. ( menjadi dokter, menjadi pilot, atau berbagai jawaban yang lebih ke arah profesi )

    Saat ini saya mulai berfikir apa tujuan hidup saya, kepada siapa saya bertanya. apakah saya bisa menyakan langsung pada sang pencipta?? saya akhirnya menanyakan kepada ibu saya yang melahirkan saya. Apa tujuan ibu melahirkan saya, kemudian jawaban yang berbeda dari saat kita masih kecil diajarkan untuk menjawab cita – cita hidup yang lebih ke arah profesi.

    Jawaban yang saya terima adalah di kembalikan menurut ajaran agama yaitu untuk beribadah, menjadi orang yang baik, dll.

    Dalam hal inilah menurut saya ada sedikit pergeseran budaya, karena dari saat kita masih kecil kita sudah di ajarkan pola pikir yang bernuansa materialisme. sehingga banyak dari kita menjadikan tujuan hidupnya pada target atau sasaran materialisme.

    Mohon maaf kalau pandangan saya da yang salah

    Terima kasih

    Hormat saya
    Rizal
    http://rizalforbes.wordpress.com
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Benar pak Rizal, tidak salah, sering cita-cita kita didikte orangtua, tetapi pada akhirnya kita juga yang menentukan, pada akhirnya tujuan kita bekerja dan berbuat baik dan berusaha untuk itu. iya kan pak?! Salam hormat saya kepada pak Rizal.

    rizalforbes

    June 26, 2008 at 12:00 pm

  27. sebuah analogi yang menarik, sederhana, namun tepat sasaran.
    _________________
    dari Bisik-bisik: berakit rakit kehulu berenang renang ketepian, iya kan pak?!

    komunitashitamputih

    July 14, 2008 at 6:50 pm

  28. istrilah angan angan tukang cendol ternyata bukan di kenal di tempat saya saja. banayk orang berangan angan seperti tukang cendol yang di sebutkan di atas. tapi tidak di sertai dengan tindakan. hasilnya cendol belum habis anak dan bapak sudah ribut..

    doooll cendoll cendollll
    hujan pulakkk hilang lah angan angan
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, lebih baik langsung kerja, mencangkul, memberi pupuk dikebun dan akan tiba panen yang baik. begitukan pak?!

    satya sembiring

    July 22, 2008 at 7:00 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: