Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Orang Bijak dan Petani, Kepala Bandit dan Anakbuahnya

with 22 comments

“Bagus panenmu” seru si kakek, yang duduk seharian di bawah pohon rindang di pinggir sawah, kepada seorang petani yang baru saja tiba disitu. “Iya kek, begitulah”, katanya pelan sambil menarik keledainya ke tepi saluran irigasi, rumput masih tumbuh subur dipinggirnya. Lalu dia duduk pada permukaan yang tidak rata, di atas satusatunya batu besar yang ada di situ, melawan dan mengobati rasa penatnya dengan tarikan napas panjang.

Dia kenal kakek itu, semua orang desa kenal, pemikir, suka membantu, terutama dalam menimbang dan menyelesaikan segala masalah. Hasilnya nyata, dapat dirasakan, menyejukkan dan tidak ternilai.

“Keledaimu menderita kulihat, apa isi karung itu?” tanya si kakek, sambil menunjuk dua karung di kiri-kanan punggung keledai.  “Yang satu pasir, yang satu lagi isinya padi, agar seimbang” sahut si petani.

Lalu si kakek bilang, “pasirnya buang saja, padinya bagi dua, isi ke masing-masing karung, lebih ringan”. Dan, si petani pun melakukannya.

“Terima kasih kek, dan mohon pamit”

“Kakek belum ingin pulang?”

“Tempatku disini”

” Kakek makan apa nanti?!”

“Itulah masalahnya, sedang kupikir”.

Seorang kepala bandit, marah besar kepada anakbuahnya. Saat itu mereka sedang membagi jarahannya. “Mengapa kau tangkap”, teriaknya sambil melotot. “Saya kan bisa mengelak!” lanjutnya. Si anakbuah diam saja, dia mengerti karakter bosnya yang sok jago. Dia baru saja menangkap batu yang mengarah ke kepala bosnya. Lemparan batu dari seterunya sesama bandit. Mereka rebutan lahan jarahan.

Jiiing…., sebuah batu mendesing tipis diatas kepala sang bos. “Mengapa tidak kau tangkap!, kamu biarkan aku dilukai orang hah?” “tugasmu kan mengawal aku!” dan si anakbuah tetap diam saja. Dia iba pada bosnya, yang memang tidak mengetahui situasi medan laga.

Bayangan si kakek, melekat dalam benak si petani. Dia cocok jadi tumenggung, pikirnya. Mereka, dia dan keledainya, melangkah cepat menuju rumahnya. Hmm….tetapi dia tak berdaya, makan untuk hidupnya saja tidak ada dan tidak pasti, si petani bergumam sendiri, ahh…biarlah dia jadi pemikir. Keledainya mengembik…mengibaskan ekornya, ia mencium bau kandangnya, mereka tiba.

Dasar kepala bandit, pikir anakbuahnya, dia tidak mengerti apa-apa, ngomong suka-suka, ditangkap polisi baru tau dia, gumamnya…aku mau keluar saja..dan tidak mau ikut dia lagi…sambil melangkah cepat menuju rumahnya.

__________________________

dari Bisik-bisik: Dari obrolan dengan teman karibku, antara hidup mandiri atau pegawai. Lebih baik hidup mandiri seperti petani, iya kan?! Anakbuah kepala bandit, bandit juga…..iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

June 20, 2008 at 1:44 pm

22 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. thx dah mampir ke rumahku, aku dah lama pindah ke http://oktasihotang.com
    _______________
    dari Bisik-bisik: iya pak, saya mampir melihat-lihat dan suguhannya pun enak!

    Okta Sihotang

    June 22, 2008 at 8:31 pm

  2. whehehehe… ceritanya bijaksana pak…
    Btw, hidup mandiri sebagai bos perusahaan besar juga ga pa2 kok pak 🙂

    Salam semangat…! ^_^
    __________________
    dari Bisik-bisik: iyalah pak, menjadi bos yang dapat merasakan geliat perusahaan dan karyawannya kan pak!, mandiri juga namanya. Begitu maksudnya kan pak!

    dhedhi

    June 23, 2008 at 6:35 pm

  3. pemimpin di negara kita jenis yg mana ya pak ?
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Semoga yang pertama, iya kan pak?

    Adji Wigjoteruna

    June 24, 2008 at 3:24 pm

  4. seperti petani? hm, petani, mandiri ya? kalo petani tunakisma gimana pak? salam kenal 🙂
    _____________________
    dari Bisik-bisik: petani yang bekerja keras, yang selalu berbicara dengan tanamannya, berbicara dengan angin, berdialog dengan alam, dan mereka saling mengerti, iya kan mbak Nadya!

    nadya

    June 24, 2008 at 7:46 pm

  5. Kalau aku jadi sikakek tentu aku akan kugunakan kebijaksanaanku, nalarku untuk sekedar mendapatkan makanan dengan lebih gampang, untuk apa? ya tentu saja untuk energi berpikir lagi, makin berat yg dipikirkan maka akan butuh energi yg kian besar. 🙂
    __________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, dan makin bijak dan dicintai masyarakat desanya, termasuk desa-desa tetangga, begitu maksudnya kan pak?

    coretanpinggir

    June 24, 2008 at 11:03 pm

  6. trimakasih selalu hadir di Asahannews yang telah memberikan komentar yang berbobot…teruslah menulis buat saudaraku dan salam hormat….
    _________________
    dari Bisik-bisik: Terima kasih pak Rizal, saya sangat senang berkunjung karena beritanya selalu mengingatkan saya akan kampung halaman.

    syahrizalpulungan

    June 25, 2008 at 9:25 pm

  7. Ke-4 tokoh di atas sebenarnya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2, andainya di buat satu kerajaan akan saling melengkapi dan jadi team yg solid…
    Kepala Bandit bisa jadi rajanya krna sebenarnya dia mempunya sifat kepemimpinan, agar tidak salah jalan, dia harus didampingi oleh Orang bijak sebagai penasehatnya. Kalo petani dan anak buah bandit jadi pelaksana kebijakan….. hehehe…..Jadilah satu ‘kerajaan” utuh yg saling melengkap adil dan bijaksana…..:D 😀
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Hehehe…,tergantung sutradara, atau pelatihnya begitu maksudnya kan? Iya kan Mbak Rita!

    Rita

    June 25, 2008 at 9:35 pm

  8. semua saling melengkapi

    hehehe..
    salam kenal
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, saling melengkap, alangkah indahnya seperti jari-jari kita, mulai dari kelingking sampai ibu jari, saling melengkapi, mereka berbeda tetapi bersatu padu dan berdampingan dengan damai, begitu maksudnya kan pak?!. Salam kenal juga.

    yakhanu

    June 26, 2008 at 2:45 am

  9. Salam
    Kakek dengan pemikiran bijak tapi emoh bertindak dan si bandit itu aha.. pinternya suka2 tanpa kebijakan dan dua orang folowernya adlh orang2 yang tak berdaya 😦 *nyambung ga ya* gy out of fokus 😀
    ____________________
    dari Bisik-bisik:hehehe, nyambung pak, kadang out of fokus itu, dapat menyebar seperti cahaya, iya kan?! cahaya yang perlu dan bermanfaat, begitu kan?!

    nenyok

    June 26, 2008 at 3:39 am

  10. Bagaimana agar pendidikan dinegara kita dapat banyak menciptakan orang-orang seperti si kakek
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Komitmen dari penguasa negeri, komitmen dari orangtua, terhadap pendidikan yang berbudi pekerti, iya kan Pak?

    indra tjahja

    June 26, 2008 at 1:48 pm

  11. Wah ya jangan gitu dong. Bila bos bandit anak buah bandit juga? Sebagian besar rakyat kita berarti bandit dong? Kan kebanyakan mereka bekerja pada orang lain yang belum tentu bener.

    Kebanyakan petani juga bukan bos lho. Mereka cuma buruh tani. Iya kan ?
    _____________________
    dari Bisik-bisik: semoga penguasa negeri memberikan tanah kepada petani, begitu maksudnya kan?!. Ikut berarti bersama, iya kan pak?!

    lovepassword

    June 26, 2008 at 2:48 pm

  12. Salam,
    Menarik sekali ilustrasi kakek penasehat yang bijaksana ( BIJAK ) dan kepala bandit yang asal bicara ( ASBUN ). Idealnya para anggota MPR dan DPR seperti kakek BIJAK ( tentu tidak usah sampai lupa cari makan ); tapi faktanya sekarang umumnya banyak angg. DPR, MPR, angg. partai dan para hakim / jaksa / pengacara menjadi kepala bandit yang getol cari makan ( malahan jadi kemaruk ). Mendengarnya kita merasa maju kena , mundur kena, orang SUNDA bilang SEBEELl, orang muda bilamg BORING/ BETE
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Bijaksana berarti merasakan apapun yang terjadi . Memberi penyelesaian yang nyata dan dapat dikerjakan, pada setiap permasalahan yang ada disekelilingnya, begitu maksudnya kan pak?!. Mereka selalu kekurangan, iya kan pak?!

    Olanto

    June 26, 2008 at 2:51 pm

  13. Bijaksana, ya andai para pejabat dan pemimpin di negeri ini lebih bijaksana.
    ___________________
    dari Bisik-bisik: rakyat negeri ini lebih bijaksana dari penguasanya, begitu maksudnya, iya kan pak?!

    Togar Lubis

    June 26, 2008 at 3:32 pm

  14. Hmmm jadi mendingan jadi petani ya daripada pegawai? Iya sih, nasibnya ditentukan oleh diri sendiri. Kalau dia rajin dan ulet, bisa menghasilkan banyak uang, gak ada yang ngomelin, jam kerja diatur sendiri hehe.. tapi kalo lagi pailit…yah menderita sendiri..
    btw, artikelnya bagus pak, memberi inspirasi.
    Salam
    -enno-
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Bekerja keras, pasti menghasilkan, meski risikonya tetap ada, “lumbung” salah satu alat mengantisipasinya. iya kan?!, Bekerja dengan pikiran jernih membuat kita tenang dan sehat. iya kan?

    Retno Damayanthi

    June 27, 2008 at 11:21 am

  15. Postingannya bagus om,
    jadi renungan buat saya yang belum bisa hidup mandiri 🙂
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Ketika kita sekolah, kuliah dan bekerja, mandiri juga namanya. iya kan?!

    petak

    June 27, 2008 at 3:23 pm

  16. dari Bisik-bisik: semoga penguasa negeri memberikan tanah kepada petani, begitu maksudnya kan?!. Ikut berarti bersama, iya kan pak?!

    Banyak di antara kita yang tidak bisa memilih

    Pemerintah memberikan tanah pada petani ? Ha Ha Ha…yang bener saja pak?
    Kalo nggak dijarah duluan juga kecil kemungkinan bakal diberikan
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Semoga ada penguasa yang hebat, iya kan pak?! penguasa yang bisa melihat jauh ke depan. Penguasa negeri yang sekarang?! wah,,, jauh dari harapan (Harapanku).

    lovepassword

    June 27, 2008 at 11:45 pm

  17. Apa Mas Singal masih Singel ? .. Tulisannya bagus2..
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Mau dilamar jadi menantu pak?!, hehehe…, Saya sdh berkeluarga pak, dan sudah tua, terimakasih pak. Saya berusaha dan mencoba menulis (yang baik, menurut ukuranku) supaya pikiran sehat, iya kan pak?!

    muhammadjabir

    June 30, 2008 at 11:24 pm

  18. Mungkinkah kondisi tokoh-tokoh cerita di atas mirip dengan yang di negerei kita ini ?

    Sekedar nanya pak !
    ___________________
    dari Bisik-bisik: banyak yang kita lihat, kita baca, kita dengar dan kita rasakan, pada akhirnya kita juga yang menyimpulkan, ya kan pak?!

    ARI

    July 3, 2008 at 10:09 pm

  19. no commets
    _________________
    dari Bisik-bisik: Banyak artinya, iya kan pak?!

    musa

    July 4, 2008 at 12:16 am

  20. wah… cerita yang banyak arti ya pak 🙂
    _______________
    dari Bisik-bisik: Iya mbak, arti yang baik, semoga…., iya kan?!

    Menik

    July 4, 2008 at 9:42 pm

  21. jadi berpikir pun aku membacanya …
    atau saya masuk kelompok oon aja nih …
    _______________________
    dari Bisik-bisik: pikir itu pelita hati, iya kan?!

    sihomb

    July 12, 2008 at 6:48 pm

  22. wah bagus bener ceritanya, mudah mudahan terlahir di negri ini pemimpin yang bijak ya pa?
    ___________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, kita nantikan kedatangannya

    sahabatagus

    July 15, 2008 at 9:27 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: