Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Fail to Plan, Plan to Fail, Listrik Padam, Harga Naik

with 28 comments

“Sedia payung sebelum hujan” nasehat orangtua dan guru kepada kita. “Sesuatu yang mungkin terjadi pasti terjadi”, kata Murphy yang terkenal itu.

Entah apa yang terjadi sepanjang hari Senin itu, semua serba salah sejak subuh pagi, bebannya terasa berat. “Itulah, kamu sejak jumat sore saya sudah ingatkan” kata istrinya nyerocos tak henti henti, “kamu bilang besok saja, itu cuma sebentar, lalu sebentarnya manaaaa?!”.

Sementara omelan istrinya masih terngiang, hanya karena soal sepele, entah mengapa dia lupa memperbaiki kunci pintu rumahnya. Tiba-tiba!, pintu kamar kerjanya terbuka “Sudah kuperintahkan kamu supaya lembur, menyelesaikan pekerjaan ini, sekarang kamu mau bilang apa lagi, saya sudah diminta pak Direktur, agar dipresentasikan kepada mitra kerja kita, pagi ini juga!”. terdengar teguran keras dari bosnya.

Aduuh!!, sial benar, bahkan memalukan. Semuanya pekerjaan mudah,  gagal semuanya. Bayangan pekerjaan itu berputar-putar dalam benaknya. Tidak ada maaf, yang ada hanya penyesalan dan pengakuan atas kegagalan karena kelalaiannya. Pengakuan atas kegagalan merencanakan, samadengan merencanakan kegagalan, pikirnya. Tidak akan terulang lagi, akan kuperbaiki sikapku, lanjutnya dalam hati.

Dampak kegagalannya sungguh luar biasa, istrinya terpaksa tinggal dirumah, tidak pergi ke tempat kerjanya di pabrik, sementara tiga orang anaknya semua pergi kesekolah, salah seorang diantaranya akan masuk keperguruan tinggi tahun ini. Kantornya kehilangan kesempatan, gagal mencapai perjanjian kerja sama dengan mitranya.

Sorenya, setiba di rumah, “sudah kamu beli lilinnya?!” tanya istrinya dengan suara meninggi. “Sebentar ma!, saya akan beli ke warung seberang jalan sana”, dia menghilang dengan cepat. Lagi…lagi…, dia lupa, hari itu daerah mereka kebagian pemadaman listrik. Sial benar hari ini!, semoga lilinnya belum habis, kalau habis saya terpaksa pergi ke supermarket, dengan jarak tempuh pergi pulang dua jam dan sudah gelap, katanya dalam hati, sambil melangkah dengan cepat. Tadi, dia bahkan belum sempat melangkahkan kakinya dipintu rumahnya.

“Hei…, bung minggir”, seru kondektur bus, dia hampir keserempet. Dia jalan cepat cepat, sambil terbawa dalam berbagai macam kejadian yang dihadapinya tiap hari. Harga bahan pokok termasuk minyak, gas dan biaya pendidikan makin mahal karena gajinya kecil, jalan-jalan penuh lobang, macet, penumpang angkutan kota berhimpit himpitan, copet, pengendara motor, pak ogah dan lain sebagainya yang bukan urusannya muncul dan berlarian di benaknya. Biang keladi alias penyebab yang diberikan penguasa negeri, sungguh dia tidak mengerti. Yang terjadi adalah, semuanya seolah menjadi beban hidupnya.

Hmmm…Fail to plan, Plan to fail… jangan jangan itu yang terjadi pikirnya, dia telah lupa, tadi nyawanya hampir melayang diterbangkan bus. Cuma, siapa yang menyesal, siapa yang mengaku lalai dan gagal?! kalau tidak ada siapa siapa, berarti tidak ada yang perlu diperbaiki, toh…, ternyata tidak ada yang salah, dia berdialog terus dengan dirinya, sambil berjalan menenteng lilin yang akan dinyalakan untuk menerangi kegelapan malam di rumah dengan keluarga tercinta.

_________________________

dari Bisik-bisik: Kita tersandung dan jatuh karena kerikil bukan karena batu besar, iya kan?! Dengan menyusun rencana yang baik pasti menghasilkan yang baik, begitu maksudnya kan?!

Advertisements

Written by Singal

July 4, 2008 at 9:57 pm

28 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Planning yang baik belum tentu menghasilkan seperti apa yang kita harapkan, tapi yang jelas planning yang baik memperbesar kemungkinan kita untuk mencapai yang terbaik. Hasil sebenarnya tidak begitu penting, yang jauh lebih penting adalah usaha kita yang sungguh2, keras, teliti dan cerdas guna mencapai hasil yang terbaik……..
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Setelah direncanakan lalu harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh, begitu maksudnya kan pak?!, perencanaan itu sendiri adalah cara atau bagian dari yang harus dilakukan untuk mencapai suatu keinginan, iya kan?!, atau usaha yang harus dilakukan untuk menghadapi sesuatu yang berat yang telah diramalkan akan terjadi dimasa datang, iya kan pak?!, bisa juga usaha yang harus dilakukan menghadapi sesuatu yang secara alamiah pasti terjadi, iya kan pak?!

    Yari NK

    July 7, 2008 at 3:41 pm

  2. Lilin, cahayanya yg lemah, sayup-sayup dan berayun-ayun dihembus angin malam, bisa membuat kita merenung jauh… Menembus gelap. Ayo PLN! Pencet saja tombol off itu!!! Aku punya teman sekarang… Lamunan. he…he…he…
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Mereka melakukan pemadaman sebagian (bergilir) agar tidak padam semuanya, semacam di rumah kalau semuanya dinyalakan, maka sikring otomatisnya off atau mati, jadi harus kita matikan sebagian lampunya, begitu pak,he he he. cuma mengapa semua itu terjadi?! iya kan pak?!Ada sesuatu yang perlu diperbaiki, direncanakan dan diusahakan sungguh sungguh, iya kan pak?!

    coretanpinggir

    July 8, 2008 at 12:42 am

  3. Sepertinya planning dan pelaksanaan dapat diumpamakan seperti main catur. Gaya permainan ( type ) seorang pecatur akan ditentukan dari cara dia merencanakan langkah caturnya all : langkah serangan, langkah bertahan, langkah antisipasi dan lain sebagainya dengan beberapa variasinya – biasanya istilah caturnya disebut “ varian “. Pemain catur yang hebat biasanya bisa menyusun (dalam otaknya ) sampai minimal 6-langkah kedepan dalam beberapa varian; contohnya Boris Spassky bekas juara dunia catur dari Rusia ).
    Suatu planning mempunyai beberapa tahapan untuk mencapai tujuan ( sasaran akhir ), dimana setiap tahapan mempunyai “ sasaran antara “ . GBHN jaman dulu menyebutnya tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Pentahapan ini berguna dalam monitoring pelaksanaan, apabila pelaksanaan macet ditengah misalnya sasaran antara tidak tercapai karena sumber daya atau dana tidak mencukupi sehingga perlu penyesuaian / review / perubahan agar planning itu dapat dilaksanakan untuk mencapai sasaran akhir.
    Kemarin saya baca di harian KOMPAS, bahwa rencana pembangunan pembangkit 10000 MW tahap kedua terkendala penyediaan dana ( walaupun pendanaannya dijamin pemerintah ) Untuk itu pihak PLN diminta untuk mengkaji beberapa opsi all : sekuritisasi aset PLN, penerbitan surat utang, atau obligasi Sukuk dengan jaminan aset serta ditawarkan kepada swasta. Asset PLN all adalah pembangkit yg sdh beroperasi dan yang sedang dibangun (PLTU-PLTU 10000 MW tahap I ).
    Proyek Listrik 10.000 MW tahap kedua merupakan proyek susulan yang disiapkan pemerintah mengingat pasokan listrik dari Proyek Listrik 10.000 MW tahap pertama; yang utamanya berbahan baku batubara, ternyata tidak mampu memasok kebutuhan daya listrik pada 2011 mendatang. Oleh sebab itu, pemerintah membangun kembali Proyek 10.000 MW tahap kedua yang bahan baku batubaranya hanya 30 persen. Selebihnya, proyek listrik itu akan dibanghun dengan berbahan baku air dan panas bumi serta angin.
    Saya jadi bingung ini, soalnya “ sasaran antara ” saja belum dicapai ( masih dalam proses persiapan tender dan pembangunan ); kalau main catur ini disebut “ banyak variannya. “ Atau idealnya, barangkali langkah ini adalah revisi planning karena perlu penyesuaian agar dapat mencapai sasaran akhir. Semoga.
    Salam
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Semoga penguasa negeri tidak terbit air-liurnya terhadap pembangunan itu!, iya kan pak?!. Semoga rencana mereka itu diusahakan dengan sungguh-sungguh. Rencana penguasa negeri memang baik, terutama 10000 MW tahap dua, paling tidak mereka mengarah ke renewable energy, memberi kontribusi pengurangan terhadap pemanasan global, iya kan pak. Semoga kita memanfaatkan lebih banyak green energy, iya kan pak?, kita tunggu saja usaha sungguh sungguhnya. begitu kan pak?!

    Olanto

    July 8, 2008 at 1:12 am

  4. Betul sekali pak…. tentu rencana yang sudah dibuat harus dijalankan dengan sungguh2 dan ini yang terpenting, dijalankannya harus sesuai dengan rencana sehingga tidak terjadi penyimpangan di sana sini. Penyimpangan boleh terjadi manakala terjadi force majeur di luar kendali kita, dan penyimpangan tersebut harus menuju ke arah yang positif dan bukan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu ke arah yang negatif….. 🙂
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Semoga force majeurnya tidak direkayasa dan diciptakan pula, iya kan pak?!hmmm…semoga force majeur itu benar-benar diluar kendali,hehehe..begitu kan pak?!

    Yari NK

    July 8, 2008 at 7:01 am

  5. sepertinya rencana kagetan sudah jadi budaya bangsa ini deh ya. liat saja undang-undang kita, munculnya pasti sesudah kejadian perkara. mereka perlu belajar dari cerita ini ya, Pak. kulit pisang bisa menggelincirkan.
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Orang India dalam kredo Keselamatan Kesehatan Kerja, mereka menyatakan “Jangan belajar dari kesalahan” mereka selalu merencanakan pekerjaan dan melakukannya dengan hati-hati dan sungguh-sungguh. Mari kita merencanakan dan berusaha sungguh-sungguh.iya kan pak?!

    h a b i b

    July 8, 2008 at 8:41 am

  6. Hehehe… force majeur-nya sih nggak apa2 direkayasa juga… asal menuju ke arah yang positif…. jangan ke arah yang negatif…… Tapi apa ada ya force majeur yang sengaja diarahkan kepada yang positif?? :mrgreen:
    _______________________
    dari Bisik-bisik: sulit menjawabnya iya kan pak?!, perlu hati nurani yang bersih untuk mengukurnya, begitu maksudnya kan pak?!

    Yari NK

    July 8, 2008 at 11:19 am

  7. Amang,….
    Listrik itu mati karena pegawai PLN kebanyakan merayakan Ulang Tahun dan mar-malam kudus,….tiup-lilinya, tiup lilinya….
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Hehehe..jangan keras-keras, kita lagi susah nih. Lembut, sabar dan rendah hati, iya kan pak? Semoga penguasa negeri dapat menyelesaikannya dengan baik, begitu kan pak?!

    pakkatnauli

    July 8, 2008 at 1:21 pm

  8. masih beruntung dianatara fail – fail itu , masih ada keluarga tercinta yang menjadi basis yang aman buat kita.

    salam hormat
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak, mereka menjadi harapan kita dengan masa depan yang lebih baik dan maju, iya kan pak?!

    ILYAS ASIA

    July 9, 2008 at 1:22 pm

  9. “Sekarang kunaikkan gajimu, dan kuharap kamu bekerja lebih keras lagi. Perbaiki strategi pemasaran dan penjualan kita. Kita berbeda dari Perusahaan Listrik, Perusahaan BBM, dll. Produk mereka laris manis di pasar. Mereka tinggal meningkatkan produksi, dan akan terjual ludes semuanya.”
    “Siap Boss!”
    “Laksanakan apa apa yang kau telah rencanakan.”
    “Dilaksanakan”
    ___________________
    dari Bisik-bisik: Siap melaksanakan tugas, dan berusaha melakukannya dengan baik dan tepat waktu, iya kan pak?! Hindari perselisihan, karena perselisihan membutuhkan waktu (yang panjang) dan uang (merugikan), begitukan pak?

    Garth M. Meha

    July 9, 2008 at 7:30 pm

  10. Apa kabar pak Singal. makin asyik aja ni tulisannya. Semoga bapak beserta keluarga dan kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang maha Esa. salam
    __________________
    dari Bisik-bisik: Baik pak, terimakasih pak, semoga negeri kita makin baik iya kan pak?!

    ksemar

    July 10, 2008 at 6:42 pm

  11. Di bidang psikologi ada istilah “accident prone”, yaitu orang yang seringkali mengalami musibah atau melakukan kesalahan. Tapi bisa juga kemalangan yang beruntun ini hanya sekedar ‘bad day’ ….
    Semoga tidak terjadi terus menerus.
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Terimaksih mbak, atas masukannya. “bad day” itu datang pada waktu yang tidak bisa kita duga, ada-ada saja hari yang kita alami sangat sial, iya kan mbak?!
    Ada juga “bad day” yang pada akhirnya menampakkan diri karena ketidaksiapan kita, keteledoran dan pengingkaran terhadap kemungkinan yang pasti terjadi, begitu maksudku mbak!. Kalau hal ini yang datang, jadi kusebut “fail to plan, plan to fail”, berakibat akan datangnya kesialan beruntun. begitu maksudku mbak!.

    tutinonka

    July 12, 2008 at 10:03 pm

  12. Kalau lagi sial, planning yang rapi pun bisa berantakan. 😛
    Mungkin perlu setiap akan mengerjakan sesuatu itu diawali dengan doa…….
    ___________________
    dari Bisik-bisik: setuju pak, suatu saat saya presentasi mengenai “planning” didepan umum dari berbagai displin ilmu dan tingkat pengetahuan (berbicara dalam situasi ini, sangat sulit bagi saya), maka kata-kata pak Murphy diatas saya tambahkan secara lisan sbb:”Hai orang pintar, hai orang kaya, hai orang hebat, jangan sombong, ada Tuhan Yang Maha Kuasa, lihat Titanic tenggelam, jembatan rubuh dan lainsebagainya, rendahkan hatimu dan bersyukur selalu kepadaNya”, iya kan pak?!

    djunaedird

    July 13, 2008 at 3:18 am

  13. Saya setuju dengan Bapak, Murphy’s Law memang sering terjadi, saya beberapa kali mengalami. 😥

    Bapak memang piawai membuat perumpamaan yang mengena. 🙂

    Jika perumpamaan ini adalah Pemerintah…

    Sepemahaman saya berinteraksi dengan ‘Pemerintah (Departemen, Lembaga, BUMN), banyak sekali rencana hanya dibuat untuk melengkapi sesuatu, bukan membuat rencana yang ‘sungguh-sungguh’ ingin dilaksanakan, sering juga rencana bersifat inward-looking, kurang memperhatikan konteksnya dengan pemangku kepentingan yang lain.

    Khusus energi nampaknya yang pertama harus dilakukan oleh Pemerintah dan PLN adalah ‘meminta maaf’. Dan menjelaskan mengapa planning tidak bisa dilaksanaan dan/atau mengapa planning tidak bisa mengestimasi kebutuhan ke depan. Dengan didukung data, bukan sekedar rangkaian kata-kata.

    Walaupun, PLN harus disalahkan, nampaknya dia bukan satu-satunya penyebab krisis, kita juga harus lihat hubungannya dengan pemasok energi yang lain seperti Pertamina, hubungan harga pokok dengan harga jual, struktur kapital, kebijakan Pemerintah sebagai pemegang saham (termasuk di dalamnya regulasi), dll.

    Susahnya, para BUMN ini, ‘bapak-ibunya’ banyak dan sering berganti-ganti. 😆

    Dan peran ganda beberapa BUMN juga bikin repot.

    Mudah2an ke depan, Murphy’s Law terantisipasi dengan baik… 😉
    __________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak Adji Wigjoteruna!, Seolah rencana pembangunan dan rencana kebutuhan hanya pengisi kertas saja, laporkan, lalu selesai.he he he.Tampaknya ganti-ganti karena banyak kepentingan. Juga, banyak peminat, kadang saling tarik dan kadang saling tunggu, seperti pemain gulat atau judo diatas ring, sampai bel berbunyi mereka bersentuhanpun tidak, penonton bahkan wasitpun kegerahan. Di negeri tercinta, lebih lama membahas arti legal, arti peraturan, arti undang-undang yang berlaku daripada pembangunan itu sendiri. Dan bertambah lama lagi kalau pemainnya itu, adalah para penabrak atau pelanggar bahkan (mengaku) teman pembuat peraturan itu. iya kan pak?!

    Adji Wigjoteruna

    July 13, 2008 at 12:12 pm

  14. perencanaan ok! tapi hasilnya tergantung bagaimana kita melakukannya dan kemampuan kita mengantisipasi perubahan yg mungkin terjadi.
    ___________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, perencanaan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan berkesinambungan, begitu maksudnya iya kan?!. Terpadu dan commit disemua lini dan tidak tergantung pada siapa yang memimpin asal sudah jelas, begitu maksudnya kan pak?!

    E-KOZE

    July 13, 2008 at 2:16 pm

  15. …jawaban pd coretanpinggiran…sebagian lampunya, begitu pak,he he he. cuma mengapa semua itu terjadi?! >>

    iya yah..kenapa semua ini bisa terjadi ? apakah kealfaan 32 tahun selama rzim soeharto ada hubungannya dengan semua kekacauan ini. karena ngak mungkinkan masalah ini terjadi cuma gara gara kesalahan semalam ?
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Banyak kendala mungkin pak, karena menyangkut hampir semua lini, terutama soal kemampuan investasi dan koordinasi antar departemen yang terkait satu sama lain. Juga menyangkut sosial masyarakat, lahan dan lain-lain. mungkin mungkin..iya kan pak?!

    uwiuw

    July 14, 2008 at 1:50 pm

  16. Hi Hi Hi

    Yang mau ketabrak bis itu pemerintah ya ???

    Siapa seh yang Bapak maksud telah Fail to plan.

    He he he
    ____________________
    dari Bisik-bisik: yang Fail to plan, itu adalah yang Plan to fail, iya kan?!

    lovepassword

    July 14, 2008 at 5:15 pm

  17. Salam
    Membuat plan a dan Plan B dst supaya tak mati kutu jika dihadapkan kegagalan, eh tapi kasus diatas sebenarnya sudah ceroboh dari awal bukan, mestinya bisa lakukan yang terbaik meski belum tentu dapat hasil terbaik 🙂
    ___________________
    dari Bisik-bisik: mungkin ada yang pandang enteng, eeh mungkin pula ada yang tidak perduli, iya kan?! atau mungkin dikondisikan???! atau mungkin ada yang tergiur terhadap kondisi krisis!!, kalau semua itu mungkin pasti terjadi kata pak Murphy, begitukan?!

    nenyok

    July 14, 2008 at 6:01 pm

  18. planning ya… hmm, biasanya planning yang bagus itu bisa menciptakan peluang yang bagus juga 🙂
    tapi misalnya ternyata peluangnya ga tercipta juga (or seburuk2nya mengalami kegagalan), maka jgn putus asa… walaupun ada seribu alasan untuk kalah, jangan ambil satu pun. walaupun tidak ada alasan untuk menang, ciptakan satu..!

    salam semangat…! ^_^
    ________________________
    dari Bisik-bisik: semangat sering mengalahkan kegagalan, iya kan pak?!, Semangat yang tumbuh di dalam diri dan kegagalan menjadi barang mainan yang dapat diporakporandakan, begitu maksudnya, pak!, iya kan?! Seperti dia, yang bersemangat terus tapi sabar dan berjuang terhadap kesulitannya, meski menghadapi kesialan hari itu, iya kan pak?!

    dhedhi

    July 14, 2008 at 10:52 pm

  19. saya setuju sekali dengan tulisan ini, sangat luar biasa.

    seringkali orang melaukan apa saja dengan tidak ada perencanaan sehingga apapun yang di kerjakan selalu tidak maksimal. peribahsa sedia payung sebelum hujan merupakan peribahasa yang paling cocok unutk kita terapkan dalam kehiduapan ssehair-hari.

    saya senang blog yang sangat luar biasa, saya akan berkunjung terus kesini.
    GBU
    _______________________
    dariBisik-bisik:Terimakasih pak Oktovianus Pogau, Semoga negeri kita membuat rencana yang transparan dan disosialisasikan, agar semua rakyat negeri dapat memberi sumbangannya demi kemakmuran dan keamanan, iya kan pak?!

    SALAM DARI PAPUA

    Oktovianus Pogau

    July 15, 2008 at 9:18 am

  20. saya suka membaca artikel anda, saya mendapat ilmu baru, salam kenal dari bandung
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Terimakasih pak, dan salam kenal juga. semangat dan terus berkarya, iya pak?!

    esaifoto

    July 15, 2008 at 2:53 pm

  21. di negeri ini semua harga-harga kebutuhan pada naik yang turun harga cuma anggota DPR dan pejabat pemerintahan SBY-jk maksudnya TURUN HARGA DIRINYA, tulisan anda membuat saya terharu….. jangan tanya kenapa
    ____________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, tetapi mereka tetap penguasa negeri, iya kan?!, dan (harus) kita hormati begitu kan pak?! dan mereka yang dipilh dan terpilih oleh rakyat negeri iya kan pak?!

    puang

    July 15, 2008 at 5:08 pm

  22. planing yang baik harus punya target, seperti PLN mematikan aliran listrik, sebenarnya punya target supaya pabrik lilin banyak order, he..he.. salam kenal.
    ___________________
    dari Bisik-bisik: dan mereka tidak membakar minyak untuk pembangkitnya, lebih baik dimatikan daripada dioperasikan, mungkin kali, iya kan pak? ada persekongkolan begitu maksudnya, kan pak?!

    ubadbmarko

    July 15, 2008 at 6:56 pm

  23. selama ini IMO, PLN juga selain merencanakan juga harus melihat masing2 kepentingan apakah kepentingan pemerintah, pengusaha, pemasok listrik dan sebagainya.
    ______________________
    dari Bisik-bisik: PLN tugasnya melistriki seluruh nusantara, iya kan pak?! Namun uang untuk beli pembangkit listrik tidak ada katanya, kebutuhan masyarakat makin meningkat, dan harga jual lebih kecil dari biaya produksi, katanya. Jadi terpaksa pemadaman bergilir, begitu katanya pak! Situasi ini barangkali, membuat banyak kepentingan, begitu kan maksudnya?!

    aRuL

    July 17, 2008 at 2:26 pm

  24. Listrik di padamkan bergilir, Gas mau dinaikan (itupun kadang stok nya kosong) minyak tanah naik… BBM naik juga. Terlepas dari ada tidaknya pengaruh dunia, sepertinya pemerintah kita tidak membuat another plan B if something happen..
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Tampaknya, tidak ada Plan B atau mereka (pemerintah, dan PLN, Bappenas dan departemen terkait) lalai begitu maksudnya kan?! Atau mereka saling tarik?!, iya kan pak!

    Agus Nugroho

    July 17, 2008 at 4:05 pm

  25. Selamat siang pak Singal,
    memang betul yah betapa pentingnya membuat rencana! Hal yang sudah direncanakan saja bisa gagal, apalagi kalau tidak. Tiba2 pas sadar, semua harus dikerjakan dalam waktu yang mepet juga. Pelajaran berharga. Terima kasih.
    Salam 🙂
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Salam Mbak Retno Damayanthi, Merencanakan akan kesiapan terhadap yang akan dihadapi, iya kan Mbak!

    Retno Damayanthi

    July 18, 2008 at 1:13 pm

  26. merencanakan sesuatu itu baik. supaya belajar disiplin minimal komitmenlah…
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: Displin, harus mengakar sejak kecil, iya kan? maka pendidikan harus diprioritaskan, begitu maksudnya kan?!

    aries

    August 14, 2008 at 1:46 pm

  27. fail to plan , plan to fail….kayaknya negara bingung bikin plan tuh pak…
    jadi gak bakalan ketemu yang namanya plan itu….
    mungkin perlu diajari dulu plan itu apa dimulai dari terjemahan plan itu sendiri pak…

    Salam dari Malang..
    gak sengaja kesasar disini…
    tapi tampaknya bakal jadi tempat nongkrong saya yang baru lagi…
    artikelnya asyik asyik…
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya Salam juga, mas Dat!. Kalau Plan sudah disusun harus kommit dalam pelaksanaannya, iya kan?!

    Dat

    August 24, 2008 at 1:45 pm

  28. Kalau untuk planning, para aparat (beserta dengan jajaran PNSnya) sangat mahir pak… mereka terus menerus mengadakan raker, rakor dan rapat2 lainnya dengan harapan ada makan2 dan insentif pastinya. hanya saja biasanya planning mereka hanya sampai kepada hasil rapat yang dibagikan kepada semua peserta rapat dan atasannya. Action plan??? Tunggu dulu… 🙂
    __________________________
    dari bisik-bisik: iya Shierlynikodemus!, hehehe…berarti fail to plan iya kan?!

    shierlynikodemus

    October 3, 2008 at 10:58 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: