Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Si Guru

with 39 comments

“Kamu, tinggal dimana?”

“di Jatinegara, pak”

“dengan orang tua?, lahir di Jakarta?”

“ya pak”

“sudah punya pacar?”

“hmmm…”

“rajin lah belajar, jangan sia-siakan kesempatanmu, buat mereka bahagia, orang tuamu, pacarmu dan saudara-saudaramu”, kata guru itu, sambil menepuk bahu si mahasiswa, si guru duduk dipinggir mejanya, sambil menunjuk papantulis, menjelaskan pelajaran yang baru ditulisnya.

“kamu?!”, katanya pada mahasiwa lain, si guru duduk pula di pinggir mejanya, seperti sebelumnya.

“kost pak, dekat sini”

“kamu perantau?!”

“ya pak”

“tanggal berapa datang kirimanmu, berapa bersaudara?, sudah berapa umur orangtuamu”

“biasanya tanggal 25 tiap bulan, banyak pak, sudah tua”

“buat berita bagus ke kampungmu  dengan nilai kuliah yang bagus, biarkan orang lain yang bercerita, kamu baik dan rajin”

“ya pak”

Sambil berjalan dengan langkah panjang, dari ujung keujung, si guru dengan suara keras,

“Kalian semua, belajar dengan keras, saya yakin kalian pintar-pintar, buat orangtua, saudara, paman, adik kakak, bangga dan senang bercerita akan prestasimu”, “buat umur mereka panjang”, “buat negeri ini tidak pusing memikirkan kamu”, “pelajaran ini dan pelajaran lainnya,  dibuat mudah?…bisa, dibuat sulit?…bisa, tergantung dari kamu”. “benar?!”

“benar pak…”,

“ok, jangan asal jawab benar, sekarang catat, PR (pekerjaan rumah), no sekian, no sekian, kalian bekerja samalah, berteman dan tukar pikiran mengerjakannya”. “bawa minggu depan, dan kita bahas, buktikan janji kalian”, “semangat!!!”, “sampai bertemu minggu depan”

_______________________

dari Bisik-bisik: Tenyata mahasiswa masih perlu diberi semangat, iya kan?! (guru!!, saya lebih suka menyebut dosen itu guru)

Advertisements

Written by Singal

July 27, 2008 at 12:45 pm

39 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bukan tinggal di medan ya ?
    gabung nyokk di bloggersumut
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak, realylife!, saya di jakarta merantau, jarang pulang, meski sangat rindu sama kampung halaman, teman, dan sekolahku. iya, saya mau bergabung, juga pada teman bloger seluruh negeri tercinta. Semoga negeri kita makin maju!, iya kan pak?!

    realylife

    July 27, 2008 at 4:02 pm

  2. Benar pak. Mahasiswa, Petani dan buruh serta saya pribadi masih butuh dorongan semangat terutama dari Pak Singal. Tapi menurut Bapak, Jaksa Muda dan sejumlah anggota DPR RI yang tersangkut masalah suap dan Korupsi itu masih perlu tidak diberi semangat ?. Salam.
    ______________________
    dar Bisik-bisik: Iya pak “ksemar”, aku pengunjung tetapmu. Kita butuh semangat, bekerja, kebaikan, dan gotong royong. Mereka Jaksa Muda, sejumlah anggota DPR RI, kita beri semangat untuk bertobat, iya kan pak?!, cuma caranya barangkali, ya…di dalam kelas (hmm..di..), iya kan pak?!

    ksemar

    July 27, 2008 at 6:14 pm

  3. kadang-kadang saya ngeliat mahasiswa kita ni masih kecil-kecil ya, Pak. masih nggak mudheng sama situasi dan kondisi yang berkembang tak tentu arah tapi jelas makin payah ini. jadi gampang ‘tergoda’. eh…istri saya nyelethuk: mas, njenengan saja yang sudah tua nggak ngerasa. namanya mahasiswa ya sudah segitu-gitu juga umurnya. cuma barangkali sikon negeri ini yang ‘terlalu’. para ‘guru’nya ngajarain yang nggak-nggak. kasih contoh yang nggak bener. tergoda lagi…..(para senior yang sekarang sudah jadi pejabat kali ya maksudnya…..
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, mereka masih perlu diberi semangat, terutama etika dan budi pekerti, sehingga mereka menjadi generasi penerus, yang baik dan bijaksana, begitu maksudnya pak, iya kan?!

    h a b i b

    July 28, 2008 at 9:36 am

  4. Saya ingat film Lucas Tenner tahun 1970an, film seri yang menceritakan seorang suka duka seorang guru di Amerika Serikat. Ceritanya bagus sekali, di sana diceritakan bahwa menjadi guru yang baik terkadang sangat sulit, si Lucas Tenner ini berusaha untuk memahami seluruh sifat2 muridnya satu persatu. Nampaknya si Lucas Tenner ini selain ingin menjadi guru juga ingin menjadi “teman” murid2nya agar mereka yang mempunyai kekurangan bisa lepas bercerita dengan sang guru walaupun itu bersifat sangat pribadi……

    O iya memang pada hakikatnya dosen itu ya guru juga, bahkan di Perancis guru sekolah itu disebut professeur alias profesor………
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, begitulah caranya menolong dan membantu mahasiswa dan anak sekolah, iya kan?, kita harus mengerti mereka, pada dasarnya mereka mau bekerja sama dengan senang hati, iya kan pak?

    Yari NK

    July 28, 2008 at 11:30 am

  5. wahh jangan cuman guru mahasiswa buruh dunk mas ksemar gelandangan juga 😀
    ___________________
    dari Bisik-bisik:Hmm.., setuju!!, perlu guru untuk mereka, semua anak mempunyai hak untuk mendapat pendidikan, iya kan pak?!

    Gelandangan

    July 28, 2008 at 2:25 pm

  6. salam,

    memang guru itu yang benar layak diGugu dan ditiRu, buka waGu dan saRu, apa lagi setiap mingGu hanya tuRu…

    wassalaam,
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya pakarfisika!, semoga guru kita diperhatikan oleh penguasa negeri, agar mereka terfokus mendidik generasi penerus, iya kan?

    pakarfisika

    July 28, 2008 at 2:42 pm

  7. asyik ya punya dosen kyk gitu.. semangat!
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya kita jadi bersemangat, membahagiakan orangtua, saudara, dengan rajin belajar, dan ternyata, otomatis kita mendapat hasilnya, iya kan?!

    kucingkeren

    July 28, 2008 at 2:58 pm

  8. Semua orang pasti butuh motivasi… apalagi di saat kondisi lemah seperti sekarang,,, hehehe
    ______________________
    dari Bisik-bisik: motivasi…, sangat diperlukan anak sekolah dan mahasiswa dan kita seluruhnya secara umum, sesuai kondisi dan situasi dimana kita berada, iya kan?

    qizinklaziva

    July 28, 2008 at 3:32 pm

  9. dibuat mudah?…bisa, dibuat sulit?…bisa, tergantung dari kamu”.

    memang, selalu lebih mudah untuk mempersulit dan selalu lebih sulit untuk mempermudah.

    _________________________
    dari Bisik-bisik:Iya, birokrasi aneh, iya kan pak?!

    Pakacil

    July 28, 2008 at 4:44 pm

  10. Ini e-mailku, weblogku, dan no hpku, kalau ada masalah tentang matakuliah yang saya ajarkan, atau kesulitan kesulitan lain yang sedang kalian hadapi, jangan segan-segan menghubungi saya.
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Hmmm…iya, jangan segan-segan hehehe…, iya kan?! mari kita saling menolong..terutama untuk ilmu sesuai keakhlian kita, begitu kan maksudnya?!

    hh

    July 29, 2008 at 1:30 am

  11. Ya.. begitulah guru seharusnya. ( digugu dan di tiru), tapi sekrang semua terjadi perubahan, kalau perubahan itu untuk kebaikan itu bagus, kalau yang terjadi degradasi bagaimana ? konon untuk jadi guru PNS pun perlu modal alias gizi. He..he inilah negeri ku.
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak, semoga penguasa negeri kita memperhatikan nasib para guru, tanpa kecuali, di desa dan dimanapun, iya kan?!

    Romeo

    July 29, 2008 at 9:30 am

  12. kalo perhatian dari pemerintah kepada guru, belakangan ini sudah lumayan lah.
    yang masih terasa kurang sebenarnya perhatian dari masyarakat terhadap guru.
    “yang hebatlah gurumu itu, uang terus, uang terus …..” kata-kata itu masih sering keluar dari mamak mamak di negeri ini terhadap anaknya.
    saya kurang tau, kenapa ini bisa terjadi.
    apa karena guru seperti yang ditulis di atas ( menurutku sih dia enak kali, merintah dan teriak2 tok … – beri semangat kah?- )
    horas

    http://rapmengkel.wordpress.com
    _________________________
    dari Bisik-bisik: mamak kita itu betul, guru betul, tampaknya sistemnya yang perlu dirubah, pendidikan harus cuma-cuma, tanpa kecuali kepada anak-anak kelas 1 sampai 12, pemerintah harus memberi fasilitas untuk itu, ini menurutku lo pak, sehingga negeri kita menjadi maju, iya kan pak?!

    sihomb

    July 29, 2008 at 12:19 pm

  13. Tepat sekali…”dibuat mudah?…bisa, dibuat sulit?…bisa, tergantung dari kamu”. “benar?!” ya, jika pikiran kita menyatakan mudah, biasanya semua itu mudah. Jika sudah dikatakan sulit ya…jadilah sulitlah. Hanya kita yang bisa menentukan masa depan itu mudah atau sulit, sukses atau melerat. Terimakasih pak atas nasehatnya lewat artikel ini. Anda adalah guru saya yang mengingatkan bahwa sesuatu itu bisa dinilai mudah atau sulit.
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Hmm..stnk sulit, sim sulit, pbb sulit, tilang sulit, tiket kereta, penerbangan sulit, semoga bisa dipermudah tanpa tambahan biaya, iya kan pak?

    opinipolitik

    July 29, 2008 at 12:37 pm

  14. semangat Pak Guruuuuuu….
    http://www.isfiya.wordpress.com
    _____________________
    dari Bisik-bisik: hmmm…semangat jangan mundur, iya kan?!

    isfiya

    July 29, 2008 at 4:01 pm

  15. Hahaha…
    saya jadi ingat jama kuliah saya tergolong pemalas dan susah diatur…
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Hmmm…tidak ada yang pemalas,…tidak ada yang susah diatur…tinggal bagaimana kita bersemangat, belajar bersama menjadi tim yang saling melengkapi dengan baik, iya kan? temanku ada yang tukang ribut, tetapi menjadi bagian dari semangat…hehehe….

    Mas Kopdang

    July 29, 2008 at 4:03 pm

  16. Ada pepatah bilang:
    “ GURU KENCING BERDIRI, MURID KENCING BERLARI “, ketika moralitas seorang guru sudah tidak bisa dijadikan teladan – seperti kasus guru mesum, guru menganiaya anak didiknya, dll

    Seorang guru yang mampu mendidik dan membentuk karakter pribadi anak-anak didik, sudah seharusnya juga tidak saja berpengetahuan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Sehingga pepatah “ Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” tidak berlaku dalam pendidikan kita… iya kan Pak Hombing? 😀
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya, setuju pak. Selanjutnya, kalau orang lain berbuat salah, kita tidak perlu ikut berbuat salah, ialah pulak, iya kan?!, makanya kalau hanya kita yang kena tilang, karena kita mengikuti orang lain melanggar verboden, lalu pak polisi bilang “ya, kan!, anda yang ketangkap” begitukan pak?!

    Manik

    July 29, 2008 at 10:48 pm

  17. saya jadi teringat dimana saat saya mengajar di sebuah sekolah dasar di daerah bekasi,rasa jiwa semangat itu memang sdh harus di tanamkan saat masih di sekolah dasar.
    dan,untuk jiwa semangat dalam hal belajar pun perlu selalu di terapkan,walaupun itu mahasiswa sekalipun,kalau ada kata2 yg salah mohon maaf yah,pak singal.hehehe…
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Langitjiwa!, setuju bahkan di kebun, di sawah, di pabrik, di kantor, dan terutama mulai dari masa kecil, kita beri semangat untuk hal yang baik dan berguna bagi kehidupan(nya), meski sangat sederhana, misalnya, ketika si kecil buang sampah di tong sampah, lalu kita gendong dan peluk, “hebaat, anakku…”, betapa bahagianya si kecil itu. begitu maksudnya kan?!, kita beri semangat bagi semua tanpa kecuali, iya kan?

    langitjiwa

    July 29, 2008 at 11:37 pm

  18. iya, walo uda mahasiswa dan dianggap sudah dewasa, bukan berarti bisa ditinggal tanpa diberi wejangan dan pencerahan 🙂
    itulah dosen yang baik, yang bisa bertindak sebagai guru, bukan sekedar dosen yang datang, ngasi tugas, terus pulang…
    _____________________________
    dari Bisik-bisik:iya Ellya!, kita butuh guru yang memberi semangat, guru yang berbagi pengalaman, iya kan?!. Karena secara matematis, 1+1=2 dulu dan sekarang dan besok, tanpa pengalaman, tanpa kehidupan, tanpa makna,….. hehehe, begitukan?!

    Ellya

    July 30, 2008 at 9:43 am

  19. Salam pershabatan pak singal, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Artikel bapak ini memang menggelitik saya yang punya profesi pendidik — saya lebih suka disebut pendidik — ah, memang kalau ditelaah lagi kesiapan anak didik untuk kemudian dilepas bisa melakukan akulturasi dan asimilasi di seluruh segmen hidup masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya menurut saya adalah tidak tertatanya dengan baik kurikulum pendidikan kita dimulai dari tingkat paling dasar sampai paling tinggi. Ketimpangan kurikulum yang menitikberatkan pada eksploitasi otak kanan dan tidak memaksimalkan eksploitas otak kiri barangkali menjadikan anak didik pintar tapi tidak punya rasa, menjadi berkemampuan tapi tidak termotivasi, menjadi orang tapi tidak berkarakter kuat, ah, rasanya berbicara hal tersebut didalam suatu negeri yang besar anugerahnya ini membuat hati tercabik-cabik
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, tampaknya (kurikulum) pendidikan kita, mendidik anak sekolah menjadi pintar bagai mesin dan tidak berperasaan alias tak ber-budipekerti, sehingga sering error, gilaaa!! iya kan?!. Dan makin maraknya kursus-kursus yang makin tidak berperasaan memberikan kepintaran baru, seolah tambah memory secara hardware begitu kan?!

    Rizki

    July 30, 2008 at 10:09 am

  20. Saat SD -SMA, guruku ya …. para guru
    saat kuliah, gururku ya… para dosen
    saat ini guruku , ya … para blogger

    Hai para bloger ….. jangan ajari aku membenci orang lain !
    hehehehe …
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Mari kita saling hormat, dengan damai, iya kan pak?!

    RI tool

    July 30, 2008 at 1:09 pm

  21. iya nih, Pak. di radio juga saya sering bilang, manfaatkan waktu sebaik2nya jangan sampe ntar ortu yang suseh and buntut2nya kalian juga yang suseh… *sok bijak*
    _______________________
    dari Bisik-bisik: hmm.. “sok bijak”, yang berguna, iya kan?!, saya juga kadang agak risih menasehati, karena kelakuanku, masih banyak yang perlu diperbaiki, tetapi tidak apalah semoga diambil yang positifnya, iya kan?!

    tuteh

    July 30, 2008 at 9:36 pm

  22. memang betul pak….
    apalagi mhs kan banyakan perantauan…jauh dari ortu, maunya sendiri, tidak mau mengalah, suka ngeborosin duit…… 😀
    tp hal itu nggak semuanya….
    lam kenal pak 😀
    ________________________
    dari Bisik-bisik:Salam Kenal juga, iya!! semoga semua para mahasiswa perantau, benar benar belajar dan menggunakan uangnya dengan baik, iya kan?!

    afwan auliyar

    July 31, 2008 at 1:21 pm

  23. wagh..saya sekarang lagi di jatinegara neh pak 😉
    _______________________
    dari Bisik-bisik:hmmm..dekat dengan Salemba dan Cikini, sekali naik bus ke sekolah (ketika itu), iya kan? Universitas, atau kampus juga, selalu kusebut sekolah, tidak apa-apa kan?!

    okta sihotang

    July 31, 2008 at 2:58 pm

  24. Salam
    terkadang semua juga perlu disemangati termasuk Sang Guru-nya mungkin he..he..
    ___________________
    dar Bisik-bisik: semoga para guru, diperhatikan nasibnya oleh penguasa negeri, iya kan?

    nenyok

    July 31, 2008 at 6:57 pm

  25. kenapa sampe harus dikasih semangat? mungkin sampe umur segitu, belum jelas tujuan hidupnya, pak…tapi mungkin sy juga salah
    _____________________
    dari Bisik-bisik: Mungkin sudah sejak dasar atau pondasinya sudah salah rancang bangun, sehingga perlu diberi obat “semangat”, iya kan?

    uwiuw

    July 31, 2008 at 10:24 pm

  26. Setuju pak Singal,

    jangankan mahasiswa, siswa2 saya yang tentara juga butuh diberi semangat. Karena memang rasa bosan dan jenuh itu sering datang dalam proses belajar mengajar. Saya sebagai guru mereka, berusaha memberi semangat juga (walaupun kadang gurunya juga bosan hehehe…). Karena saya juga pernah menjadi siswa jadi saya juga bisa mengerti kebosanan mereka.
    Kalau siswa dan guru sudah kehilangan semangat, maka kegiatan velajar mengajar tidak akan bisa berlangsung dengan baik. Sebaliknya, kalau siswa dan guru semangat, maka kegiatan belajar mengajar akan terasa sangat menyenangkan. 🙂
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Iya, mbak Retno!, kebosanan dapat dihilangkan dengan tegur sapa dan senda gurau yang positif, iya kan? menumbuhkan semangat dengan menyentuh kebersamaan perasaan dan cita-cita, begitukan?!

    Retno Damayanthi

    August 1, 2008 at 10:30 am

  27. Salam semangat
    tebarkan semangat 🙂
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, semangat… semangat yang membuat kita maju dan rajin, iya kan pak?!

    achoey sang khilaf

    August 2, 2008 at 5:23 pm

  28. kemarin, anak-anak sekolah di tempat kami mengobati kebosanan dengan bertukar kursi. guru jadi murid, muridnya yang mengajar. gayeng……
    ____________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Habib, luar biasa…, pasti muridnya menyuruh gurunya menjawab pertanyaan, he he he, dan mereka jadi sehati dan bekerja sama dalam menimba ilmu, dan murid akan bercerita kepada orangtuanya, temannya, pamannya atau sesiapapun yang ditemuinya, mereka semangat begitu kan, pak?!

    h a b i b

    August 2, 2008 at 5:38 pm

  29. salam dari bandung
    Tuhan memberkati
    semoga mahasiswa jaman sekarang tidak sama waktu saya masih kuliah. pintarnya mahasiswa dengan dosen beda semalam, malamnya dosen belajar besok malamnya mahasiswa, dan terkadang mahasiswa dan dosen sama-sama bingung di kelas (kemarin pelajarannya sampai di mana kata dosen )
    http://esaifoto.wordpress.com
    __________________
    dari Bisik-bisik: Semoga, pihak universitas memperhatikannya, iya kan?!, semoga mahasiswa berani memberi masukan ke universitas atau ke ketua jurusan fakultasnya, iya kan? dan beri masukan yang bersemangat untuk belajar begitu kan pak?!

    esaifoto

    August 2, 2008 at 9:05 pm

  30. Kalo aku sih jawab, belum pak, mang bapak punya anak ce ?
    _________________
    dari Bisik-bisik: hmmm.., hehehe…, beri kebahagiaan kepada ortu, saudara dan family, iya kan?!

    Raffaell

    August 3, 2008 at 10:01 am

  31. pak , mohon idenya lagi
    silahkan mampir di tulisan ini
    http://bloggersumut.net/2008/08/acara-17-an-bloggersumut/
    makasih
    ______________________
    dari Bisik-bisik: ok, iya, saya akan berkunjung lagi…tunggu iya pak?!

    realylife

    August 3, 2008 at 2:25 pm

  32. masih di tukar kursi.
    lucunya Pak. para murid termasuk kreatif juga. pas nanya soalan biologi, yang ditunjuk njawab eh guru bahasa indonesia. begitu pun pelajaran lain. wuihhh pokoke mak nyuss kata Pak Wikul (Wisata Kuliner)
    ______________________
    dari Bisik-bisik: hehehe… pasti pak guru bahasa indonesia tidak bisa jawab, lalu si murid menjelaskannya, semangat menjadi-jadi, iya kan pak?!. Maka kita belajar bersama saling mengisi, petani, nelayan, tukang becak, tukang batu orang kantoran, penguasa dan rakyat, ya kan pak?!

    h a b i b

    August 3, 2008 at 5:11 pm

  33. Guru yang baik…. bukan hanya sekedar ilmu pengetahun yang diberikan tapi ilmu tentang hidup… 🙂
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Saling mengerti pada situasi, kondisi pada waktu yang sama, meski lahir dan besar atau dewasa saling berkejaran dengan pengalaman yang pasti berbeda, iya kan?!

    Hellen

    August 12, 2008 at 1:31 pm

  34. salam
    bukan cuma mahasiswa/murid yang perlu dimotivasi
    pns juga harus diberi motivasi soalnya pns kita kinerjanya masih jauh dari harapan
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya, benar semoga ada bahan bakarnya, dan penggeraknya, iya kan?

    mukhdan

    August 14, 2008 at 7:10 am

  35. luar biasa sang guru ini aku kagum… semoga setiap daerah diindonesia tercinta ini memiliki minimal 100 guru kaya ini
    _________________________
    dari Bisik-bisik: guru juga perlu diberi semangat, iya kan?!

    aries

    August 14, 2008 at 1:28 pm

  36. salam,
    aduh, jadi ingat kampung.
    selama ini kayaknya belum ada kabar yang benar2 menggembirakan orangtua di kampung

    saya punya dosen yang kurang lebih seperti itu
    Hanya pas dosen itu mengajar saja saya benar2 tidak mengantuk;
    semangat saja mendengar motivasi2 dari beliau…
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya, tetapi semoga para mahasiswa/i dapat memotivasi diri sendiri, meski tanpa dosen atau guru, iya kan?!, Semangat yang lahir dari diri sendiri luar biasa energi yang dihasilkannya, iya kan?

    shavaat

    August 14, 2008 at 11:35 pm

  37. Iya Pak Guru,
    cuma sering kembang kempis ini semangat
    semoga bisa
    saya harap bisa
    pasti bisa…
    _________________________
    dar Bisik-bisik: iya!, pasti bisa, saya yakin itu, mahasiswa/i pasti bisa, iya kan?!, semangat kembang kempis menandakan gairah kehidupan, begitukan? tetapi pantang menyerah, iya kan?!

    shavaat

    August 15, 2008 at 11:44 pm

  38. payah kali pak belajar itu..dari kelas satu sd sampe kuliah belajar P4 pusing aku pak (malah pejabat juga belajar p4 malah jadi ( Pencuri,Perampok,Penipu yang lagi trend Perselingkuhan) heran aku pak pada materi pendidikan bangsa kita.
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak fahrizalmochrin, pelajaran budipekerti, sudah tidak ada di sekolah, iya kan?

    fahrizalmochrin

    August 19, 2008 at 4:46 am

  39. guru sejati, bukan hanya mampu memintarkan anak didiknya, akan tetapi juga mampu membentuk kepribadian anak didik kelak untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama, berbudi pekerti luhur, beretika dan mampu menciptakan suasana harmonis di lingkungan dimana mereka berada, memperhatikan kepentingan orang lain ( dengan tetap memperhatikan kepentingan diri sendiri), dan keberadaannya tidak mendatangkan percekcokan satu dengan yang lain. Tantangan besar buat sang guru, karena itu pelajaran budi pekerti saatnya dikembangkan lagi mulai dari anak-anak PAUD sampai mahasiswa.
    Semoga kesejahteraan guru diperhatikan pemerintah terlebih di tahun 2009 dengan 20% anggaran pendidikan nasional ( bukan sekedar untuk bangun sarana dan prasarana yang ujung-ujunganya pada tindak penyimpangan ).
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya setuju!!, pak Cahyo Sumunar, masa guru jaman belanda lebih unggul konon dan sejahtera dibanding guru jaman merdeka, iya kan?

    Cahyo Sumunar

    August 19, 2008 at 1:34 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: