Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kebenaran yang hilang dan Kebenaran yang kembali.

with 24 comments

“KTP bu” kata pegawai bank itu,

“Ini mama nak!” jawab si ibu berdiri, mereka dipisahkan meja.

“KTP bu”, sambil menunjuk pengumuman yang ditempel di kaca tembus didepan mereka, Pengambilan  uang tunai, harus disertai bukti identitas, KTP atau SIM.

Si Ibu membuka tasnya mencari KTP, tetapi tidak ada, mungkin  tertinggal di rumah. Namun dia coba lagi,

“Ini mama’mu nak!”

tetap saja jawabannya sama, “KTP bu!”, lalu si Ibu pulang.

Tadi pagi si Ibu yang sudah berumur dan hidup menjanda itu, memberangkatkan anak satu-satunya itu dari rumah. Hari ini adalah hari pertama baginya bekerja, di kantor bank dekat rumah mereka. Betapa bahagianya!, dia diantar sampai pintu, dan berdiri disana sampai anaknya menghilang dari pandangan.

Lalu si Ibu ingat, masih ada sedikit tabungannya di bank itu, untunglah!!. Dia segera berkemas lalu berangkat. Dengan sabar dia antri, bercerita bangga dengan kerut muka tua yang bersinar kepada orang-orang, meski tidak ditanya, “Itu anakku, hari ini dia baru mulai bekerja”. 

“Kubelah dua saja anak ini biar adil”

“Ampun, baginda!, berikan saja anak itu sama dia, jangan bunuh, ampun Tuanku”, jerit si Ibu, sambil menunjuk ibu disampingnya, “berikan sama dia Tuanku”, berlutut memohon kepada Baginda, agar anak itu tidak dibunuh.

“Belah saja anak itu, Tuanku, yang maha adil, belah saja”, sergah ibu yang ditunjuk ibu yang pertama tadi.

Lalu Baginda Raja Sulaiman, memberi anak itu kepada ibu yang pertama, “Bawalah!, ini anakmu” lalu menyuruh pengawalnya menangkap ibu yang kedua, untuk dihukum.

Kedua ibu itu berebut anak, mereka melahirkan baji pada saat yang sama. Satu meninggal ketika lahir, satu lagi sehat dan segar bugar.

Kebenaran yang hilang karena tidak disertai bukti KTP legal, dan kebenaran yang kembali anak dikembalikan kepada ibunya yang benar meski tidak disertai bukti legal.

“Sidang tidak bisa dilanjutkan, karena berkasnya kurang lengkap” suatu saat terdengar suara hakim di pengadilan dan si terdakwa tersenyum penuh kemenangan. Sementara itu, “Kamu diterima jadi pegawai, semua berkasmu lengkap dan nilai izazahmu sangat bagus” yang bersangkutan tersenyum, izazah palsunya tidak ketahuan, dia membayangkan jabatan yang akan didudukinya dikemudian hari.

__________________________

dari Bisik-bisik: Obrolan dengan temanku. Bukti legal sering dipermainkan oleh para petualang, iya kan?, dan negeri yang membiarkan hal seperti itu, akan diatur pula oleh para petualang, iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

August 3, 2008 at 6:46 pm

24 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kebenaran yang hilang karena tidak disertai bukti KTP legal,

    “Kebenaran”, satu kata yang begitu bermakna namun sering dijadikan manusia sebagai alat untuk melegalkan sesuatu yang sebenarnya tidak legal. Salam kami untuk Amanguda.
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Kebenaran dan yang melakukannya pun sering jadi korban, mereka bahkan menderita dulu, kemudian terbukti ternyata mereka benar, ya kan pak?!

    ksemar

    August 6, 2008 at 7:23 pm

  2. Omm, dari cerita yang singkat itu… dilematis juga ya !!!
    _______________________
    dari Bisik-bisik: kemungkinan sering terjadi, iya kan pak?

    weber

    August 7, 2008 at 10:45 am

  3. ehem…
    jadi sebaiknya bgmn pa Singal …
    kebenaran di atas hukum?
    hukum demi keadilan? 😉

    negara kita katanya negara hukum…
    tegak tidak hukumnya ya? 😦

    negara kita ingin adil makmur…
    adil tidak ya Pemerintahnya?
    makmur tidak ya Rakyatnya? :((
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: Semoga kebenaran selalu terbukti demi keadilan, iya kan pak?, semoga para hakim, jaksa dan penguasa yang mengurus kepentingan rakyat, dapat melihat kebenaran, begitu kan pak?

    Adji Wigjoteruna

    August 7, 2008 at 3:32 pm

  4. Sebuah cerita utk renungan kita mencari makna kebenaran…
    Tanya kenapa..? 😀
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Kebenaran suka ditutupi, dengan berbagai make up, iya kan pak?!

    dcamz

    August 9, 2008 at 1:15 pm

  5. wah….wah…….
    suatu renungan tentang suatu nilai ‘kebenaran’……
    ___________________
    dari Bisik-bisik: kebenaran yang benar hehehe iya kan pak?

    parlin

    August 9, 2008 at 5:02 pm

  6. Hmmm betapa bukti legal amat sangat dijunjung tinggi, sehingga memancing banyak pemalsuan. Contohnya….. ijasah.
    Saat ini ijasah dianggap sangat penting, sehingga kemampuan pribadi seseorang akan terabaikan tanpa ijasah. Malang benar. Sementara orang2 pemegang ijasah dapat hidup layak tanpa memiliki kemampuan, lah wong ijasahnya boleh beli. Capee deehh..
    ____________________
    dari Bisik-bisik: tampaknya sudah menjadi budaya di negeri ini, saya khawatir lembaga kompetensi melakukan hal yang sama, semua palsu…, lalu mengenai sertifikat ISO?, saya pernah mengunjungi sebuah pabrik terkenal di suatu tempat. Pagi-pagi kami datang, lalu dibawa petugas ke ruang rapat yang nyaman, di dindingnya penuh sertifikat, termasuk segala macam ISO yang terkenal itu. Ketika Presdirnya datang, kita salam-salaman dengan penuh senyuman masing-masing, saya bertanya “hebat benar ruang rapat ini penuh sertifikat yang sangat sakti”, lalu dia bilang “saya tidak perduli sampah itu, mereka (tukang sertifikat) datang, menggantungkannya di situ” lalu lanjutnya “di negeri ini, konsumenlah sertifikat kami, konsumen yang menilai kami, hampir semua pabrik dan layanan publik tidak perduli pada sertifikat itu”. hehehe

    Retno Damayanthi

    August 10, 2008 at 12:06 pm

  7. wah… berarti sekarang tren izasah palsu ya?
    __________________
    dari Bisik-bisik: semoga tidak, iyakan pak?!

    thegands

    August 10, 2008 at 2:45 pm

  8. kadang orang lebih percaya dan berkuasa dg lembar kertas yg dia punya ketimbang kebenaran nurani
    ____________________
    dari Bisik-bisik: sudah terjadi sejak lama, iya kan pak?!

    Zulmasri

    August 11, 2008 at 4:32 am

  9. heheheh…… karna aq lom punya katepe jadinya blom ngerti…….
    lam kenal ja deh…
    ______________________
    dari Bisik-bisik: salam kenal juga, berarti tidak ikut pemilu nih, iya kan?! katepe perlu kita punya, begitu kan?!

    ma2nn_ski one

    August 11, 2008 at 5:13 am

  10. hii, lam kenal yach :))
    ___________________
    dari Bisik-bisik: salam kenal juga, sering mampir ya!

    Blog Bisnis

    August 11, 2008 at 5:41 am

  11. Bukti legalitas itu tak selamanya benar. Karena acap kali bukti legalitas itu dimanipulasi. Yah, KTP Palsu, Paspor palsu, Sertifikat Palsu, Ijazah palsu Dsb.

    Uppps. Ada lagi trend terbaru. Suami atau istri palsu. Ini lebih mantap. Hanya untuk topeng. Seperti para PSK impor yg didatangkan secara ilegal oleh makelar.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya, di negeri tercinta sangat banyak kepalsuan, termasuk pidato dan senyuman para penguasa, iya kan?!

    zainuddinjambi

    August 11, 2008 at 9:40 pm

  12. Tekad utuh berpadu tersurat dan tersirat mengadilmakmursentosakan masyarakat tidak hilang, juga tidak pergi. Sampai sekarang masih tetap marsaringarbergema (kuganti). Dimana gerangan habonarankebenaran (kuganti)?
    __________________
    dari Bisik-bisik: tekad tidak cukup, gema tidak cukup, mari kita lakukan, iya kan?!

    hh

    August 12, 2008 at 9:29 am

  13. antara petugas dan manusia sering tak bisa bersama.
    susah merasakan diri sebagai manusia yang sedang bertugas atau petugas yang manusiawi.
    kadang lantas mengaburkan kebenaran yang hakiki. kebenaran mesti beradu dengan birokrasi. birokrasi sering mempermainkan kebenaran. jadi….
    ____________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, jadi dipermainkan semua, semua urusan selalu perlu kelengkapan dan selalu ada kurangnya, iya kan?! kurang lengkap beitu maksudnya kan?!

    h a b i b

    August 12, 2008 at 9:21 pm

  14. Seringkali karena mau menegakkan kebenaran, urusan jadi nggak lancar. Bahkan, bnyak jg orang lbh suka dibohongi ketimbang diceritakan apa adanya.
    Tapi, apapun ceritanya kebenaran hrs ditegakkan !!!
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya, kebenaran harus tegak, tanpa harus menderita dan menjadi korban, iya kan?!, cuma sering kebenaran terbukti setelah mengakibatkan penderitaan dalam proses yang lama, begitu kejadiannya, iya kan!

    agus s ujung

    August 14, 2008 at 5:18 pm


  15. luar biasa hebat negara ini.
    jadi keingetan film true story-nya Catch Me If You Can, yang dibintangi leonardo de caprio.
    cocok dah!
    _______________________
    dari Bisik-bisik: negara yang dipertahankan mati-matian oleh para pahlawan, maka harus dipelihara dengan baik, iya kan?!, kebenaran palsu harus dihindari begitu maksudnya kan?!

    mew da vinci

    August 14, 2008 at 10:02 pm

  16. yah.. semoga saja.. tapi kita tidak tahu..
    ____________________
    dari Bisik-bisik: ya pak, semoga….

    thegands

    August 15, 2008 at 9:30 am

  17. cerita yang bagus, hanya saja sempet bingung bacanya. kirain satu cerita, kok ga nyambung. ternyata cerita berbeda toh 😆

    usul Pak, di kasih paragraf antara satu cerita dengan cerita lainnya… 🙂
    ______________________
    dari Bisik-bisik:oh, terimaksih masukannya, saya akan lebih hati-hati, masukan berharga buat perbaikan selanjutnya, iya kan?!

    chic

    August 15, 2008 at 6:37 pm

  18. semoga kebenaran itu juga ada di kegiatan bloggersumut tanggal 16 agustus ini , mohon doanya ya pak
    __________________________
    dar Bisik-bisik: iya, realylife! dari hati yang jernih akan keluar pekerjaan yang baik dan berguna bagi keseluruhan, sukses selalu, dan mohon maaf, saya tidak bisa ikut, karena Medan terlalu jauh dari Jakarta untuk datang secara langsung, karena,,,?! sekali lagi, majulah blogger SUMUT!!, iya kan?!

    realylife

    August 16, 2008 at 3:22 am

  19. Bukti legal memang sangat penting, Pengalaman saya pertama berada di Negara maju waktu masuk ke US dan Canada cuman disken jari tengah, ala mak semua dataku keluar, mulai dari photo sampai nama kampungku di Indo terlihat. Waktu mau mengirim uang ke Ibu di Indo, pakai money gram online baru dilihat SIN (Social Security Number) nya si mbak di balik terlpon mengetas nama nama sodara ipar dan nama bapak mertua yang tinggal di US untuk mengecek bahwa aku adalah pemilik SIN tsb. Semoga Indnesia segera menyusul. thanks
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak, cuma di negeri tercinta, legal palsu sangat banyak, dan anehnya lebih dipercaya dan merugikan orang lain. Di US, Canada and Europa, kecil kemungkinan palsunya, sehingga bukti legal sebagai syarat dapat dipercaya dan tidak merugikan orang lain. iya kan?!

    yulism

    August 22, 2008 at 9:06 pm

  20. 🙂 Saya jadi teringat moral dari cerita novel-nya “Les Miserables” Victor Hugo yg di situ mengajak merenungkan kembali ttg hakikat hukum dan keadilan. Tapi cerita ilustrasi dari om Singal ini lebih humoris. Bagus bila hal seperti ini diangkat menjadi cerita novel ironik-tragik-komedik a la menggambarkan fenomena2 di negeri kita sekarang.
    salam kenal
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya Kang Nur, negeri kita dipenuhi barang palsu, dan kemasan palsu, termasuk makanan, buah, dan lain-lain. Menggunakan pengawet bahkan pakai formalin, iya kan?

    Kang Nur

    August 24, 2008 at 8:29 pm

  21. Soal ibu dan ktpnya, mungkinkah terlalu “saklek” dlm mengikuti prosedur juga nggak ok?

    Kalau bukti legal mudah didapat secara tidak syah? Kacau kan?
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Iya benar, pak Ekonikoe A. Namikoela!, ok juga, cuma jelas pemilik tabungan itu ibunya sendiri tidak mungkin ada pemalsuan, hehehe. Iya, kacaulah, karena sering bukti legal (palsu) memakan korban penipuan, iya kan?!

    Ekonikoe A. Namikoela

    August 30, 2008 at 7:03 am

  22. Saya baca “novel luar”, seorang kriminal untuk mendapat dokumen legal, mìsal tanda pengenal atau paspor, harus cari di pasar gelap. Tapi di sini bisa kita peroleh di instansi resmi. Kacau deh!
    _________________________
    Dari Bisik-bisik: iya pak, konon malah diiklankan dengan bisik-bisik, iya kan?!

    Ekonikoe A. Namikoela

    September 1, 2008 at 6:54 am

  23. Tulisannya bagus-bagus, enak dibacanya. Pak Singal kaliber merangkai kata-kata dan membuatnya jadi menarik.
    Salam kenal ya. Terima kasih karena sudah berkunjung ke blog saya. GBU.
    _____________________
    dari Bisik-bisik: Terimakasih Nancy!, semoga bermakna dan bermanfaat, iya kan?!

    Nancy

    September 1, 2008 at 8:06 pm

  24. Sebagai orang yang berprofesi di bidang hukum, saya ‘kenyang’ banget melihat kebenaran dibolak-balikkan. Meletihkan sekali, pak. (Lho, kok jadi curhat nih?).
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya Fatamorgana! letih untuk hal yang sederhana..iya kebenaran itu. Sayangnya, sering kebenaran itu membutuhkan waktu yang lama untuk membuktikannya, bahkan pencarinya harus jadi korban dulu,…korban perasaan, waktu, uang dsb, iya kan?!

    fatamorgana

    October 14, 2008 at 2:32 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: