Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Rasa Malu

with 31 comments

“Apa kata orang!” kata orang tuaku pada masa kecilku. Terutama yang berhubungan dengan tanggung jawab, seperti bekerja di sawah atau kebun, belajar, menghormati orang yang lebih tua dan orang tua. Kata ini akan diucapkan lebih keras, kalau kita cenderung akan berbuat salah mulai dari yang sangat sederhana, apalagi mengganggu (milik atau kepetingan) orang lain.

Asrul Sani dan Deddy Mizwar merubahnya menjadi “Apa kata dunia” di film Naga Bonar. Apa kata orang adalah tiga kata yang dimiliki semua orang di kampungku, bahkan milik masyarakat Sumatera Utara barangkali (maksudku kata ini, hampir tiap hari kita dengar).

Kebiasaan ini, kubawa ke pulau Jawa tempatku sekarang tepatnya Jakarta.  Jika sedang bertemu dan ngobrol ngalor ngidul dengan temanku yang berasal dari sana,  pada saat tertentu selalu keluar kata ini, “bah!, hati-hati, apa kata orang!”, tentu dalam bahasa ibuku. Ada rasa malu.

Rasa malu?!, saat ini mungkin sudah mulai hilang dari negeri ini. Saking perlunya rasa malu, KPK hendak membuat pakaian dengan bercorak tulisan koruptor, atau apalah, pokoknya bertujuan mempermalukan, hanya karena kita tersinggung melihat mereka berdasi dan tersenyum ketika di pengadilan (mungkin), atau membuat orang lain takut atau jera (saya jadi batuk-batuk, ehem ehem..).

“Negeri ini” kata ahli bahasaku, Jus Badudu (ingatanku), suka memfeodalkan bahasa, yaitu mengganti suatu kata dengan kata lain yang lebih sopan?  tetapi tidak merubah atau berakibat terhadap kelakuan atau sifatnya, seperti: pelacur menjadi wanita tuna susila, gelandangan menjadi tunawisma, dan lain-lain. Negeri yang menutup rasa malu, sekarang mau membukanya.

“Apa kata orang” istilah di kampungku, cenderung terhadap ketidak becusan dalam tanggung jawab, yang mengakibatkan rasa malu.

Dengan menggunakan defenisi itu, apakah penguasa, anggota DPR, semua birokrat di negeri tercinta, masih mempunyai rasa malu?, terutama kalu kita melihat dan merasakan situasi sehari-hari saat ini, yaitu lapangan pendidikan, lapangan kerja, lingkungan, lalulintas macet, jalan rusak, pelayanan masyarakat?!, dan banyak lagi yang sulit disebut satu persatu, dimana negeri ini telah menetapkan orang pilihan untuk mengurusnya.

Semoga kita rakyat negeri, bersama pemerintah, bahu membahu membangun dan menjaga agar negeri ini, menjadi negeri yang teratur, aman, dan nyaman bagi kita bersama. Kita mulai dari “Apa kata orang”.

_______________________________

dari Bisik-bisik: “Apa kata orang, bahkan apa kata rakyat negeri”, serasa tidak berlaku, mereka lebih suka menangkap tikus, lalu berteriak-teriak akan keberhasilannya, padahal lumbung padi tetap berkurang, dan kita perlu mengisinya. iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

August 24, 2008 at 6:40 pm

31 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. 🙂 ..memfeodalkan bahasa, menghalus-haluskan bahasa? ya, bbrp menjadi me-nutup2i sesuatu yg sesungguhnya mmg benar2 jahat. saya usul agar kata “kejahatan kerah putih” jangan banyak digunakan. ganti saja dengan kata “maling berdasi”!!!
    🙂 salam kenal
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal juga Kang Nur, Benar, penyakit negeri ini, sebenarnya tidak pernah transparan, iya kan?!

    Kang Nur

    August 24, 2008 at 7:58 pm

  2. Benar Ito, saya rasa budaya malu sudah merupakan barang langka, malah hal yang seharusnya malu dilakukan didepan umum sekarang berubah menjadi hal yang membanggakan didepan umum. Contohnya punggawa pemerintah entah ABRI atau pejabat tinggi kalau sedang dalam antrian panjang mereka akan meminta keistimewaan karena jabatannya padahal kalau untuk keperluan pribadi mestinya sama dong kedudukannya dengan kita kita yang orang biasa. thanks
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya Ito, sering kita terperangah dan dan sabar (biar kita sehat )melihatnya, kita tidak bisa berbuat apa-apa, iya kan?! Semoga mereka sadar!, anehnya kadang mereka memberi contoh kepada anak dan cucunya, hehehe, memalukan iya kan?!

    yulism

    August 24, 2008 at 10:41 pm

  3. Mungkin memang bukan bangsa kita yang tidak tahu malu lagi…. tetapi memang perasaan malu itu yang ogah menghampiri bangsa kita….. karena bangsa kita dari dulu memang bangsa yang tidak kenal dengan perasaan malu…. huehehehe…….
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak Yari NK, semoga kedepan rasa malu menghampiri negeri ini, iya kan?!

    Yari NK

    August 25, 2008 at 9:32 am

  4. salam kenal, Pak…
    bener dulunya malu-malu waktu mau dicalonkan, tapi setelaj jadi malah malu-maluin… 🙂
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Salam kenal juga pak M Arief B!. Hehehe…kata kita, kata mereka?!, bedalah..iya kan?!

    M Arief B

    August 25, 2008 at 11:34 am

  5. Kalau begitu perlu dikumandangkan semboyan :
    “Malu lah, sebelum mendapat malu”
    atau sakit na tak seberappa, tapi malu na ini……..horassss
    ________________________
    dari Bisik-bisik: Betul, tanggung jawab!!. Kudengar jalan di dan ke kampung banyak yang rusak berat, disebabkan truk kayu yang melibihi kekuatan jalan sering lewat, malulah kita, iya kan?!

    mikekono

    August 25, 2008 at 11:39 am

  6. KORUPTOR BERAPAPUN NILAI NYA HARUS DI TEMBAK…
    sita semua harta nya….
    jangan ada yang tersisa satu pun , di kantor pemerintah, di swasta, pejabat, semua yang yang korupsi harus di tembak ,bila perlu di iket di rel KA biar hancur tubuh nya…..
    saya tidak sudi sejengkal tanah pun di indonesia di injak koruptor

    rasa malu sudah gak ada …, satu2 nya cara cuma itu…

    heheh.. maaf pak saya terbawa emosi. 🙂
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya Yakhanu, bisa semuanya kena dan di tangkap, iya kan?!

    yakhanu

    August 25, 2008 at 1:16 pm

  7. jadi malu…

    *ngacir*
    ____________________
    dari Bisik-bisik: hadapi..dan tanggungjawab, iya kan?!

    emyou

    August 25, 2008 at 2:31 pm

  8. Masalah apa kata orang itu bisa jadi positif bisa jadi negatif. Orang semacam Mas Tukul Arwana atau orang-orang besar lain, kalo terlalu perduli apa kata orang rasanya nggak akan jadi sebesar sekarang.

    Dalam kasus baju tahanan untuk koruptor, yang saya agak bingung itu bagaimana kalau setelah dipakein baju itu ternyata koruptor nggak malu malah tambah bangga ? hi hi hi
    ____________________
    dari Bisik-bisik: hehehe, mereka tidak peduli apa kata orang, iya kan?!. Makanya baju bisa jadi kebanggaan, iya kan?! dunia terbalik..hahaha…

    lovepassword

    August 25, 2008 at 5:02 pm

  9. Apakah ini akan menjadi Budaya dan akan menjadi Trend, bang? 😀
    ____________________
    dari Bisik-bisik: semoga, iya kan?!

    Manik

    August 25, 2008 at 7:09 pm

  10. bagaimana menerapkan budaya malu kepada orang2 yang sudah tak kenal malu itu? apakah cukup hanya KPK? polisi? pengadilan? atau pengadilan masyarakat? saya rasa itu adalah pe-er bagi kita semua
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Isnuyasha, mari kita mulai dari rumah, dan teman kita, hati-hati pada orang lain, berbahaya, bisa digebukin hehehe..negeriku, negeriku… saat ini banyak orang sudah salah, eeehh malah melotot, iya kan?!

    Isnuyasha

    August 25, 2008 at 11:04 pm

  11. malu-malu terima duit ( suap ) hahahahahaha…..
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: mereka tidak terima tapi minta..hehehe,…iya kan?

    langitjiwa

    August 25, 2008 at 11:14 pm

  12. wadoh2 urat kemaluannya dah pada putus, ato konslet kali yah……..
    kok seseorng yg harusnya malu malh menjadi bangga akan perbuatannya.
    contoh para pejabat yg korupsi thu seolah-olah mreka berlomba2 untk menaikkan rekor siapa yg berhasil korupsi paling guedeee 🙂
    ______________________________
    dari Bisik-bisik: dan membagi-bagikannya, kepada……, hehehe…dan dia pun tersenyum…iya kan?!

    agus

    August 26, 2008 at 7:14 am

  13. Dulu, pemerintah menayangkan wajah koruptor di tv yang katanya biar mereka malu. Eh, malah merajalela sampai menempati posisi rangking ke-6 dunia. Saya yakin bila mereka hanya wajibpakaikan seragam tanpa ada tindakan yang tegas seperti yang diusulkan sdr. yakhanu di atas, maka prestasi itu akan menempati posisi tertinggi dunia. Nombre Uno.
    _________________________
    dari Bisik-bisk: belum ya pak?!, ya,..Semoga ditindak dengan tegas, seharusnya….iya kan?

    Garth M, Meha

    August 26, 2008 at 8:22 am

  14. Jangan di sini ngasihnya! (menyerahkan “amplop” maksudnya) Apa kata orang jika nanti ketauan.
    Ngasihnya di rumah saja, gak ada yang lihat. Ok.

    Hi…hi…hi…hi…
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Menutup rasa malu?!, sebenarnya, rasa malu dalam hati, dalam diri secara keseluruhan, iya kan?! kata orang dia punya sedan, rumah bagus, tanah luas, iya kan?!..hehehe…

    coretanpinggir

    August 26, 2008 at 2:44 pm

  15. saking nggak punya malunya, artis-artis itu pada nekat jadi caleg. padahal hanya berbekal pengalaman jadi pengurus osis. Apa kata dunia?
    ____________________
    dari Bisik-bisik: semoga mereka mendengar, iya kan?!

    gosippemilu

    August 26, 2008 at 6:45 pm

  16. salam
    Akh malu-malu mau tuh 🙂
    ____________________
    dari Bisik-bisik: dan pura-pura tidak tahu, iya kan?!

    nenyok

    August 26, 2008 at 8:40 pm

  17. Namanya JS Badudu bukan Pak? Jusuf Sjarif Badudu.. penulis buku kitab bahasa Indonesia yang dipinjemin sama sekolah saya dulu. Wah.. iya nih Pak, rasa malu itu mungkin mang sudah tipiiiisss sekali.. Karena ndak pernah diasah.. karena selama ini mereka selalu lolos dari tangkapan.

    Ngomongin itu, saya mesti trus inget Batman.. 😀 (maklum Pak, saya orangnya to masih kekanak2an banget..)

    Satu hal yang saya pelajari dari seorang tokoh fiksi macam dia.. Tujuan si Bruce W. bikin karakter Batman itu, bukan untuk jadi kuat dan nangkap penjahat. Lebih dari itu, dia pengen strike fear through the hearts of the criminals.. Hingga suatu saat, dia bahkan gak perlu lagi keluar.. Karena penjahat2 sudah pada takut nglakukan tindakan kriminal hanya dengan liat bat-signal menguak awan di malam hari.

    Mungkin itu yang ada dipikiran KPK sekarang, they are trying to strike shame through the hearts of the corruptors..
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya benar pak Adhilaras Putro, bapak Prof. JS Badudu, yang selalu memberi semangat bebahasa Indonesia yang baik. Iya pak, semoga KPK sukses, dengan sepak terjangnya seperti Batman itu, iya kan pak?!

    Adhilaras Putro

    August 26, 2008 at 9:00 pm

  18. malu yang sebagian dari imankah?

    atau

    yang sudah tiada iman?
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak!, malu menjadi tertanam dan tumbuh dalam hati kita masing-masing, sesuai dengan iman kita, iya kan pak?!

    ILYAS ASIA

    August 27, 2008 at 11:15 am

  19. Penguasa yang zhalim dan tak bermoral adalah cerminan sebuah bangsa, inilah bangsa kita yang mebanggakan tidak amoral, menjual sekwilda ( sekitar wilayah dada a) dan bupati ( buka paha tinggi)
    ___________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, semoga mereka mempunyai rasa malu, iya kan?!

    fahrizalmochrin

    August 27, 2008 at 2:44 pm

  20. karena tak punya malu
    di istana pun bs terlantar. bah, apa kata dunia
    _____________________
    dari Bisik-bisik: kata dunia “hehehe belum tau dia”, iya kan?!

    mikekono

    August 27, 2008 at 6:05 pm

  21. wah kok aku juga ikutan malu gara2 fulan-fulanah itu ya?
    _________________
    dari Bisik-bisik: ialah, itu kata dunia, hehehe, iya kan?! pak Wahyukresna!

    wahyukresna

    August 28, 2008 at 2:31 pm

  22. Koruptor aja ndak punya malu…. 😀
    kan lucu kalo punya malu….hihihihihihhi
    _____________________
    dari Bisik-bisik: kalau punya malu, tidak korupsi, iya kan?!

    dcamz

    August 28, 2008 at 3:15 pm

  23. Orang yang tidak punya rasa malu akan melakukan apa saja, seperti membuka penutup anggota tubuhnya sendiri di muka umum, apalagi yang enak-enak seperti indehoy di depan umum, kalau korupsi di belakang meja (katanya) tentulah tidak malu kalau tidak ketahuan umum. kalau korupsi ketahuan bagaimana?
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya malu juga, iya kan?!

    sulaiman

    August 29, 2008 at 9:59 am

  24. Malu itu seperti baju, pak. Kalau lagi khilaf, ya dibuka deh tuh bajunya. Bugil deh, jadinya gak tau malu

    :mrgreen:
    ____________________
    dari Bisik-bisik: sebenarnya rasa malu di depan, bukan di belakang alias setelah ketahuan, iya kan?!, maka “apa kata orang” berlaku, iya kan?!

    rezco

    August 29, 2008 at 4:47 pm

  25. hehhee.. malu tuh kadang2 emang susah buat jadi budaya di masyarakat Indonesia….
    Tapi klo untuk saudara2 di DPR, yah, kita doakan saja semoga masih ada yang tetap memperjuangkan hak rakyat kecil…
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya setuju, pak Dhedhi!, semoga mereka memberi waktunya lebih banyak untuk kepentingan rakyat, iya kan?!

    dhedhi

    August 29, 2008 at 10:18 pm

  26. Salam buat pak Singal, sudah lama saya tak berkunjung ke blog megah ini. Sekali saya mengklik blog bapak, saya temukan suatu artikel yang menurut saya sangat relevan untuk dibincangkan.

    Sedikit komentar untuk artikel bapak, menurut saya kaidah malu itu sebenarnya dan seharusnya sudah ditempatkan sebagai batasan norma dan batasan etika. Hanya sayangnya, dari dahulu semenjak negeri ini beradab, kaidah malu ini hanya sebagai perbincangan sosial dalam sekup kecil, perbincangan kultural yang selalu dihiasi dengan mitos dan metafora, sedangkan dalam perbincangan sosial, apalagi dalam perbincangan akademisi, kaidah malu itu seringkali menjadi sesuatu yang bias dan absurd.

    Dalam bahasa yang lebih lazim lagi, bagi saya kaidah malu haruslah menjadi soul atau spirit dalam apapun aspek hidup bermasyarakat, jangan lagi kaidah malu itu ditempatkan secara primordial, atau dalam ruang terbatas saja, bukan begitu pak singal
    ____________________
    dari Bisik-bisik: Benar pak, budaya malu tertanam dalam diri kita, dan menjadi semangat dalam bertindak laku, demi pekerjaan kita, demi masyarakat dan demi tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Iya kan?

    Putra Jati Melayu

    August 30, 2008 at 11:02 am

  27. Kunjungan balik nih.. Blognya rapi, jadi merasa tak pantas komen disini.. Hehehe..
    Rasa malu? Rata-rata orang udah nggak punya, ada juga orang yang malu-maluin.. Hehehe..
    _____________________
    dari Bisik-bisik: rasa malu kita mulai dari diri sendiri, iya kan pak Anggavantyo!, semoga menular hehehe…, tulisanku juga dan saya juga dalam hidupku sering malu-maluin, tetapi berusaha…dan berusaha. pak!

    anggavantyo

    September 6, 2008 at 9:52 pm

  28. main-main ach…wah its a nice blog…..keren2
    _________________________
    dari Bisik-bisik: Terimakasih pak Hidayat!, selamat jumpa, sering mampir pak, kusediakan kopi dan teh hangat!

    hidayat

    September 11, 2008 at 6:55 pm

  29. Ach !
    Pak Sihombing bikin kita jadi malu ……
    Malu … kemaluan… memalukan….malu-malu-in….pemalu….bikin malu……
    Rasa malu terkikis pada diri manusia ya pak….erosi kikisan disebabkan degradasi moral individu akibat berbagai kondisi dalam masyarakat kita.
    Ntar panjang dech kalo dibahas di kolom komentar ini ….
    Salam dari Papua and keep your helicopter up !!
    Keep writing !

    Ardy
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Ardy Widyarso!. Kegagalan akan tanggungjawab selalu ada alasan alias kambing hitamnya, tanpa rasa malu, iya kan pak?! Salam juga pak, sukses selalu.

    Ardy Widyarso

    September 13, 2008 at 8:12 am

  30. malu ngomongnya, pa 😳

    saya malu mengakui kalo saya salah…
    saya malu mengakui kalo saya bohong…
    saya malu mengakui kalo saya ga punya duit…
    saya malu mengakui kalo saya ga bisa…
    saya malu mengakui kalo saya itu dengki…
    saya harus percaya bahwa mengakui semua itu tidak akan mempermalukan saya….

    Pak Singal Wiranto dan Probowonya sudah ‘terbit’ 😆
    ________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Adji Wigjoteruna!, semoga kita dapat mengakui kekurangan tanpa malu, agar perbaikan dari teman dapat kita peroleh dan kita terima dengan lapang dada, iya kan pak?! pengakuan tanpa malu sangat banyak contohnya misalnya beberapa menteri bahkan perdana menteri di Jepang, iya kan?! btw, karena tidak ada tanda koma (ketika bapak menulis komen ini dan kubiarkan) dinamaku seolah margaku jadi Wiranto!, hehehe…., saya akan mampir kesana pak!…

    Adji Wigjoteruna

    September 23, 2008 at 11:07 pm

  31. perlukah di negra kita dibangun sekolah khusus untuk belajar malu ? 🙂
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Hmmm..mbak Elys Welt!, (Menurutku) rasa malu ditanam atau dimulai sejak kecil, lalu dipelihara dalam lingkungan secara bersama, termasuk di sekolah (budi pekerti, termasuk buku bacaannya pasti ada topik budi pekertinya). Sekolah khusus untuk belajar malu (menurutku juga) tidak ada gunanya, buang-buang duit saja itu, iya kan?!. Semoga negeri ini dan kita secara bersama serius menanganinya!, hehehe….

    Elys Welt

    October 2, 2008 at 10:12 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: