Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gila! buah Karakter.

with 25 comments

Cerita ini fiksi

“Gila…gila..gila!!!, brengsek..”, dia berkali-kali bergumam, melotot kedepan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, kedua belah tangannya mencengkram setir mobilnya sangat erat, seolah ada orang yang akan merampasnya, “macet begini..masih ngebut, dia…!”, terus bergumam.

“kamu yang gila!!….” kata isterinya yang duduk disampingnya, “orang lain yang gila, kamu ikut-ikutan gila…”, “awaaas!!..lihat motor itu, gila…oohh Tuhan, hampir saja anak sekolah itu dia tabrak”.

“kamu juga gila…mengikut sertakan Tuhan lagi, apa perduliNya, Tuhan akan membiarkannya, membiarkan kelakuan kita yang keras kepala..!!” sergah suaminya, bersiul denga air muka tersenyum, “mama..mama!, kamu lebih gila…hehehe..”.

“daripada kamu… mengikut sertakan brengsek” kata isterinya tidak mau kalah. Mereka mengikuti arus.

Hmmm, Jakarta!!!, dan kota lain.

Hutan belantara karakter!, tiba-tiba muncul dan bersembunyi seperti pencuri mengikuti situasi. Buahnya dapat menimbulkan perselisihan suami istri, antar teman, dan antar sesama. Perselisihan yang tidak berguna, lahir tanpa diharapkan, tingkahlaku buah karakter, menimbulkan perselisihan pada orang lain tanpa kita sadari “gila!!..”. Seperti sinetron, yang ditonton bersama dengan mesra oleh suami-isteri, tidak lama kemudian mereka mulai berselisih atas adegan dan jalan ceritanya, duduk mulai renggang dan akhirnya tidur saling berbalik arah dan berpunggungan. hehehe…

Jakarta dan kota lain, sering bertentangan dengan sebuah karya masterpiece. Karya masterpiece yang membuat suami-istri makin cinta, yang membuat antar sesama semakin rukun dan semakin seperasaan.

_______________________

dari Bisik-bisik: Manusia…manusia…iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

September 6, 2008 at 10:44 am

25 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dasar suami-istri gila ! Kenapa mau tinggal di kota yang gila? πŸ˜€

    Terima kasih Pak; telah berkunjung.
    ____________________
    dari Bisik-bisik: iya batubaranews, sama gilanya ……iya kan?!

    batubaranews

    September 6, 2008 at 11:32 am

  2. tetangga yg beli mobil, bs membuat istri gila
    jalan macet, hingga telat nyampe
    jg bs membuat istri nuduh suami main gila

    gila…, ya zaman sak iki zaman edan, kata wong jowo…
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak, semoga kita makin sabar dan bersyukur selalu dengan rendah hati, sehingga tidak gila, iya kan?!

    mikekono

    September 6, 2008 at 2:16 pm

  3. memang jaman skg sudah memasuki jaman edan, masalah sepele pun bisa jadi besar.
    mudah2an penulisnya ga ikut2an edan
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Dewi!, semoga…… kadang untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak, iya kan?!

    dewi

    September 6, 2008 at 3:56 pm

  4. maka jangan nonton sinetron
    hehehe
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Wennyaulia!, semoga semua karya dan tindak tanduk menjadi pembawa damai, iya kan?!

    wennyaulia

    September 6, 2008 at 7:53 pm

  5. sinchan bilang: wah itu pasangan suami istri yang romantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissss ha ha ha.
    Om ada di belakang kemudinya ya…koq bisa denger mereka berantem om.
    ________________________
    dari Bisik-bisik: cerita fiksi, dan obrolan dengan teman-teman Pakde!, situasi yang sering mempengaruhi tanpa kita sadari, sehingga kita harus bersabar dan berharap, semoga semuanya berjalan baik dan lancar, iya kan?!

    Pakde

    September 6, 2008 at 9:06 pm

  6. Jaman gila, katanya yang ngak ikutan gila pasti ngak kebagian …. emang betul ya gila sudah menjadi trend.. πŸ™‚ *senyum senyum sendiri*. thanks
    _____________________
    dari Bisik-bisik: semoga berubah kearah yang normal iya kan Ito Yulism!, saya secara pribadi takut juga menegur orang yang salah, meski kadang kutegur juga tetapi lihat sikon (situasi dan kondisi), iya…takut deh pokoknya.

    yulism

    September 6, 2008 at 10:19 pm

  7. jakarta membuat orang waras menjadi gila, yang gila tambah gila….. Tapi kenapa mereka bisa Gila ya? tebarlah senyum kepada sesama, semoga bisa menambah sedikit cinta dan mengobati sedikit kegilaan akibat jakarta…..i
    _______________________
    dari Bisik-bisik: Iya pak Finunu!, setuju..mari kita tebar senyum penuh keramahan, sabar, lembut dan rendah hati, iya kan?!

    finunu

    September 7, 2008 at 10:27 am

  8. ya, karakter yang sebenarnya akan muncul pada saat seseorang di bawah tekanan. Di luar itu kita mengenal orang dari kulitnya saja. Macet adalah salah satu indikator penguji,… semoga Pak Singal selalu tahan uji (lol, kidding)
    ______________________
    dari Bisik-bisik: Terimakasih Nancy!, hehehe…yes, we have to keep our mind always laying in control area of patient, and set up thresshold before passing the limit..hehehe, iya kan?!

    Nancy

    September 7, 2008 at 2:30 pm

  9. Pernah pada suatu kemacetan panjang di jalan raya, tiba tiba sebuah mobil telah berada persis di samping kanan mobil kami dengan klakson yang menyalak hendak masuk di depan kami karna kendaraan di depannya sudah dekat sekali, teman yang pegang setir tidak mau memberikan jalan. Kau gila, akupun gila, kata teman ini.

    Si supir yang hendak mendahuluipun turun dan membentak: Tidak kau lihat ini BK Merah? Teman inipun turun dan menjawab dengan bertanya: peduli apa aku sama bk merahmu itu? Hampir terjadi perkelahian dan kedua sisi jalanpun jadi macet.

    Kami semua yang di mobil turun. Sebagian hendak mengamankan supaya jangan terjadi perkelahian, satu orang pegang setir dan mematikan mesin, supaya mobil sii bk merah bisa masuk ke jalur yang benar, ‘jalur kiri’.
    _________________________
    dari Bisik-bisik: sering terjadi, orang yang salah lebih keras suaranya, bahkan orang lain terpengaruh sehingga kebenaran bisa hilang, iya kan? Soal lalulintas, dimanapun mengerikan!!, tumbuh kearah suka-suka pengendara, faktor keselamatan?? jangan tanya, nyawa kita sangat murah harganya dilihat dari sisi berlalulintas dan berpenumpang, iya kan?!

    G. Meha

    September 9, 2008 at 2:28 am

  10. eheheheh… Ternyata di Jakarta banyak sekali kejadian yang tak terduga.
    Aku hanya bisa mengambil sedikit kesimpulan kalau manusia itu memang mempunyai karakternya sendiri-sendiri.
    Ada yang buruk ada yang baik. Namun terlepas dr semua itu kita yang menjumpai karakter manusia yang buruk mungkin hanya bisa menggerutu dalam hati, mencaci di belakang ataupun mengadilinya langsung.
    Atau mungkin mentertawakannya? πŸ˜€ iya gak bang?
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya mungkin Manik!, sangat sulit membicarakannya bahkan mungkin tidak baik, sebenarnya maknanya ialah perbuatan dan kelakuan kita semoga menjadi berkat kepada orang lain, bukan sebaliknya, iya kan?!

    Manik

    September 9, 2008 at 2:57 pm

  11. Jalanan di Jakarta cocok untuk uji kesabaran, dan kayaknya…kok banyak yg gak lulus?
    O ya, apa bener zamannya yg edan? Bukan kita-kitanya yg (bukan edan) ngedan?
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Ekonikoe A. Namikoela!, kesabaran kita sering diuji dan kadang kita, mendiamkan ke-edanan itu kaleee, dan memang mungkin lebih baik diam daripada menjadi korban saya tidak tahu, tetapi masih banyak orang baik namun kelihatan kasar karena turut campur membela kebenaran, inipun saya tidak tahu, semoga kita mengarah ke jaman kebaikan, iya kan?

    Ekonikoe A. Namikoela

    September 9, 2008 at 10:49 pm

  12. Sangat Bersemangat!!
    Ha ha ha, hajar terus, Pak. Lampiaskan semuanya di blog. Kemudian ajak istri kemping di tepi sungai yang jernih airnya. Masak mie rebus pake telor, goreng ikan teri medan dengan kacang tanah. Nikmati secangkir teh hangat.

    Kembalil ke peradaban………. semuanya kembali terulang dan sedia kala
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Sonialis!, kembali ke peradaban yang baik, iya kan?!, capek kita tarik urat leher, capek menonton ketegangan. Kemping dengan istri tercinta dan keluarga, di tepi sungai yang jernih, untuk menjernihkan hati. Masih ada tidak ya sungai yang jernih?! dan minta ampun kepada Pencipta!

    sonialis

    September 9, 2008 at 11:11 pm

  13. jakarta… gila? rasanya artinya hampir sama
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Smalamgantuk!, termasuk jalan-jalan antar lintas kota dan propinsi dan kota lain…iya kan?

    smalamgantuk

    September 9, 2008 at 11:13 pm

  14. karya masterpiece membuat masterpeace, kalo karya edan bikin orang edan…!!!
    semoga tidak banyak orang edan seperti cerita fiksi diatas, salaam…
    ______________________
    dari Bisik-bisik: hmm..semoga pak Isnuyasha!, semoga kondisi dan situasi menuju kedamaian, begitu maksudnya kan pak?! mari kita berlomba tidak mengganggu orang lain, iya kan?

    Isnuyasha

    September 10, 2008 at 1:44 pm

  15. wah, buka blog bisik-bisik, kata pertama yang terlihat : GILA !
    Mudah2an ini bukan pertanda buat saya…
    .
    Bagaimana kabar Pak Singal ??
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya bukanlah pak Ariefmas!, kalau pun jadi pertanda, menjadi pertanda buat kita untuk makin sabar, makin lembut dan makin rendah hati, iya kan pak?!, saya baik-baik saja, semoga bapak dan keluarga baik-baik juga.

    ariefmas

    September 11, 2008 at 11:20 am

  16. Orang gila memang lagi trend, apalagi dampak dari kebijakan pemerintah… πŸ˜†
    S’moga kita bukan bagian dari orangΒ² gila yg telah membuat kebijakan πŸ’‘ bikin orang lain semakin terjepit… :mrgreen: ya kan om singal..?
    _____________________
    dari Bisik-bisik: iya bung Dcamz!, seperti kebijakan tidak ada THR!. Juga mendengar dan membaca masmedia tentang blue energy, padi super toy, rebutan no urut caleg dan lain-lain, iya kan?!

    dcamz

    September 11, 2008 at 3:26 pm

  17. Salam hangat untuk pak singal, sepertinya sebuah kejengkelan terhadap kondisi saat ini ya pak ? Begitulah dunia, semakin tua semakin cantik rupanya, semakin bernafsu untuk mereguk indahnya, semakin bernafsu untuk meraih segala yg ada, semakin meninggalkan norma dan etika, semakin meninggalkan sisi manusianya, semakin meninggalkan nurani dan kata hatinya, dan tentu saja… seperti yang pak singal katakan semakin gilaa

    salam
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Putra Jati Melayu!, kita kebanyakan orang (sayapun takut gemetar) misalnya sering menonton saja, ketika kaca spion mobil orang dicongkel orang didepan kita, didepan orang banyak, di kepadatan lalulintas, semua pura-pura tidak lihat, kita tidak bisa berbuat apa-apa, sungguh aku, aku sendiri malu karena hanya dimulutku, iya kan?

    Putra Jati Melayu

    September 13, 2008 at 10:58 am

  18. gila… gila… gila.. kita memang telah jadi bangsa yang gila.. kegilaan pengguna jalan hanya sebagian kecil dari kegilaan yang lebih besar… seperti gila korupsi, gila jabatan, gila harta dll sebagainya.. πŸ™‚
    ______________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Arsyadsalam!, gila gara-gara muka hilang, dan sibuk mencarinya, alias cari muka dihadapan petinggi, juga gila nomor urut caleg, iya kan?!

    arsyadsalam

    September 13, 2008 at 11:31 am

  19. Ya, Jakarta bukan hanya hutan beton, tapi juga hutan karakter dan jangan lupa, hutan koruptor…hehehe
    _________________________
    dari bisik-bisik: iya bung Gntong!, hutan yang tidak baik harus ditebangi, iya kan?! jangan lupa, hutan yang baik harus dipelihara, iya juga kan?!

    gntong

    September 13, 2008 at 7:55 pm

  20. lucu yaah kalu lagi marahan…
    ingat ni bulan ramadhan, ga; baik kalau marah-marahan..
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya bung Fuad Syamee!, marah jangan dipendam bisa jadi dendam, oleh karena itu segera bermaaf-maafan, maka tidak boleh membenci oleh karena sebab apapun, iya kan?!

    fuad syamee

    September 14, 2008 at 12:03 pm

  21. ooh manusia, selalu menyalahkan keadaan dan Tuhan, padahal semua hal yang terjadi di dunia adalah akibat ulah manusia itu sendiri.
    manusia oh manusia…
    _______________________________
    dari Bisik-bisik: Benar mbak Retno Damayanthi!, kadang juga kita terlalu permissive terhadap sesuatu kesalahan (kecil) dg dalih tidak apa-apa kok, iya kan?! atau benar sungguh kita ragu mengingatkannya! karena khawatir berkelanjutan…manusia…manusia…

    Retno Damayanthi

    September 17, 2008 at 10:52 pm

  22. Asal jangan yang ngasih komment disini ikutan gila…..
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: iya tidaklah pakkatnews!, masih dalam batas, kan memberi komen, pendapat boleh-boleh saja selama tidak menyingung SARA ya kan? dan blog ini pun tidak akan menyinggung itu…hehehe begitu kan?!

    pakkatnews

    September 19, 2008 at 3:21 pm

  23. Gila! Ada yang posting begini. Bikin gila saja!
    Halo Pak Singal… πŸ™‚
    _______________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Ratna!, maksudnya supaya kita makin sabar saja, iya kan?!

    Ratna

    September 25, 2008 at 1:39 am

  24. cerita gila yang di ilhami dari masyrakat gila hehehehe

    bukan mau majuin lebaran nih tapi gak pa2 toh saya ucapin sekarang, Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, semoga lebaran ini jdi awal yg baru πŸ™‚
    __________________________
    dari Bisik-bisik: Maaf lahir batin Ourkami!, semoga awal baru, bertambah kebahagiaan dan kesejahteraan, iya kan?!

    ourkami

    September 26, 2008 at 12:30 pm

  25. Lha kalo di desa masalahnya lain lagi kali ya ? Misalnya gara-gara membicarakan soal burung di sawah terus berantem, gara-gara gagal panen, dll deh pokoknya. Yang namanya masalah ada di mana saja. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga tulisan saya ini juga bukan masalah ya?
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya benar, Lovepassword!, maknanya adalah, sering situasi dan kondisi saat itu, mengakibatkan sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan terjadi, apalagi kalau kita larut didalamnya, iya kan?!. Jawabnya ialah, semoga kesabaran kita selalu berada dalam level tingkat tinggi, hehehe!.
    Mohon maaf lahir dan batin juga, dan tulisanmu sangat informatif dan berharga bagi pengayaan makna, jadi bukan masalah.

    lovepassword

    October 2, 2008 at 4:48 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: