Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Respect to? or Afraid of!

with 25 comments

Sangat relatif, kehidupan nyata dan humor, mohon diterima apa adanya sesuai konteksnya.

Saya menjadi Ketua sebuah tim perunding kantor kami dengan pihak lain (orang asing) dan rapat telah berlangsung 3 (tiga) bulan, duakali seminggu (tergantung topik dan kondisi bisa lebih dari dua kali) dengan masa waktu 6 bulan.

Suatu pagi hari Jumat, saya dan istri tercinta janjian pergi bersama pukul 11.00, ke suatu acara yang harus kami hadiri, bos saya sudah mengijinkan hari ini. Namun ada rapat penting, dan rapat sudah berlangsung dua jam, saya sudah mulai resah meski jadi chairman. jam sudah menunjuk 10.30, sebentar lagi istriku tiba pikirku. ehh sementara lintasan pikiran itu terjadi, kulihat sms di hp ku, “pa!, saya sudah di lobby kantor” hmm..saya harus segera menghentikan rapat ini.

Kesempatan tiba, dicelah topik yang akan kami simpulkan, saya bertanya kepada mereka dengan bahasa batak-inggrisku, “by the way, who is the people that every man in this world, it doesn’t matter who he is, even the army general, afraid of..?”
Terdengar suara yang agak pelan, kebetulan dari team leader mereka (sudah tua seperti saya), “wife!” katanya.
Lalu, dengan mata berbinar dan muka cerah, saya katakan “you are, absolutely right!”, dan saya lanjutkan “lady and gentlemen, right now my wife waiting for me in lobby, we close this meeting and we will continue next monday, if you agree”
Mereka semua tertawa dan jawaban dari team leadernya, “yes, we agree!, and we will continue next monday”.
Lalu kami sepakat rapat dilanjutkan senin berikutnya dimulai puku 9.00 pagi.

Takut?!!, atau menghargai!! atau menaruh hormat seperti kata para pujangga dalam tulisan-tulisan mereka, memang sangat relatif.

Betapa kacaunya kita (bapak) ketika ditinggalkan mereka (istri) dalam hanya beberapa hari saja, dapur atau rumah berantakan, anak-anak minta ini, minta itu, permintaan mereka sederhana dan rutin dilakukan istri tercinta, mulai dari sarapan pagi, baju, buku, sampai kebutuhan sore harinya, membuat bapak hampir tak berdaya… kalau dipikir-pikir ternyata, bapak-bapak egois, dan saatnya tau rasa…hehehe.

Suatu ketika, di negeri Cina (fiksi), para Jenderal perang yang hebat, rapat koordinasi di sebuah aula yang sangat luas, dipimpin panglima besar. Saat mau bubar, sang panglima meminta supaya jangan bubar dulu, lalu dia bertanya dengan tegas (maklum tentara):

“Ok, para jenderal yang terhormat. Siapa diantara kalian yang tidak takut kepada istrinya, pindah ke sebelah kanan”
Serentak mereka pindah ke sebelah kanan, namun tinggal satu orang. Lalu sang panglima (yang juga sangat takut kepada istrinya) melanjutkan,
“Jenderal!!” perintahnya kepada jenderal satu satunya yang tidak ikut pindah,
“siap Panglima”
“coba ceritakan, apa resepnya supaya tidak takut kepada istri kita”
“siap Panglima, ehm…mmmaaf Panglima, saya juga sangat takut, cuma tiap pagi telunjuknya selalu diarahkan ke mukaku, katanya “awas..jangan bilang siapa siapa ya!”, jadi saya sangat takut, maka tidak ikut pindah ke kanan, sesuai perintah panglima”.

Pada jaman ORBA, betapa terkenalnya pak Sudomo sebagai Pang. KOPKAMTIB (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), selama ada yang bertentangan dengan keamananan dan ketertiban akan habis disapu bersih. Maka, kalau saya lagi menjawab telepon dan secara fisik selalu manggut-mangut, dan kebetulan ada teman melihatnya, mereka pasti bilang “Pang. Kopkamtib ya” dan juga sebaliknya saya kan bertanya kepada mereka, pangkopkamtib alias istri tercinta.

Ya! kita (bapak) harus respect atau menaruh hormat kepada istri tercinta.
Ngomong ngomong, “orang batak meski patrilineal, tetapi pihak istri, mama, nenek yang melahirkan bapak kita, dst..dst, selalu ditempatkan pada kedudukan yang paling terhormat dalam struktur sosialnya, meski itu 200 sd 300 tahun yang lalu, mereka disebut “Bona ni Ari” (“Matahari“), sumber kelahiran dan kehidupan, tanpa mereka kita tidak ada”
___________________________
dari Bisik-bisik: Sangat relatif, iya kan?! semoga suami istri saling cinta, saling hormat dan saling menghargai, iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

October 19, 2008 at 12:45 pm

25 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. should be respect to πŸ˜€
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Alisyah!, should be respect to wife, iya kan?. Juga teman, tetangga bahkan yang tidak kita kenalpun, begitukan bang?!

    alisyah

    October 19, 2008 at 3:35 pm

  2. saling mencintai, menghormati dan menghargai dalam keluarga, dengan istri, suami, anak, ayah, ibu. Insya Allah terciptalah keluarga rukun dan bahagia :)
    ________________________
    dari Bisik-bisik:iya Finunu!, keberuntungan dan kebahagiaan adalah buahnya, iya kan?!

    finunu

    October 19, 2008 at 4:31 pm

  3. Kalau saya tidak pernah takut Lae….
    Saya selalu mengambil keputusan sendiri, tanpa tanya istri, dirumahpun saya yang jadi komandan segala sesuatunya saya tentukan sendir….hebat kan?!
    Soalnya saya PANGLATU….bagi yang tidak mengerti Lae jelaskanlah….
    Horas…..Michael di USA.
    ______________________________
    dari Bisik-bisik: iya lae Michael!, kalau lae tidak keberatan…Panglima Lajang Tua, hehehe..kapan lae undangannya..semoga lae dapat jodoh, parbahul-bahul na balga dan paramak naso balunon (wanita yang baik hati, suka memberi bantuan dan saluran berkat bagi orang lain), iya kan?!, tidak sabar menunggu undangannya.

    michaelsiregar

    October 20, 2008 at 4:14 am

  4. Suami saya nanti adalah imam saya … dan sebagai imam dia harus baik, agar saya yang mengikuti tidak ikut2an kecebur lumpur πŸ™‚
    ____________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Rindu!, kebaikan suami juga harus didorong dan diberi semangat, iya kan?!

    Rindu

    October 20, 2008 at 8:32 am

  5. wah bahasan yg bagus…terimkasih u/para suami yg sudh respect pda istrinya πŸ™‚
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Ourkami!, saling cinta, saling menghargai, saling berbagi rasa, iya kan?!

    ourkami

    October 20, 2008 at 1:54 pm

  6. Pak Singal, terimakasih sudah memberikan comment di blog saya. Tulisan Bapak sepertinya harus di baca oleh para suami di dunia nih pak. hehehe…
    Tapi memang sebagai istri harus tetap semangat Pak. Biar saja kadang kami tidak di dengar tapi suatu saat pasti para suami mendengar juga
    ________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Rennygraciani!, hehehe…istri sumber kehidupan, sumber kekuatan, sumber semangat, iya kan?!, mereka (para ibu) sering menggunakan instinct untuk hal tertentu, dan ternyata benar….iya kan?!

    rennygraciani

    October 20, 2008 at 2:35 pm

  7. salut..salut sama topik kali ini,juga salut sama bang singal…

    benar…kadang keberadaan istri sering disepelekan,padahal dia mempunyai banyak peranan dalam kehidupan…setelah kepergian kadang baru tahu dan dirasa.

    saya rasa antara suami istri,bukan saling takut …bagiku sebuah rasa hormat,rasa menghargai jauh lebih baik…

    karena suami dan istri adalah setara…karena dalam Tuhan menciptakan manusia dapat kita tahu istri dari tulang terpenting suami,dia megambil tulang yang pas ditengah tubuh suami…

    berarti Tuhan mengharapkan bahwa antara suami dan istri ,harus saling mengisi,saling melengkapi,saling mengimbanggi…saling menasehati,saling mendukung,saling mencintai,saling mendahulukan … πŸ˜†

    Tapi postingan ini mengingatkanku bagaimana semestinya jadi istri yang baik πŸ˜€

    Thanks!
    ________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Kweklina!, benar!, suka dan duka selalu bersama, mengutamakan cinta daripada harta, iya kan?!

    kweklina

    October 20, 2008 at 4:39 pm

  8. saling menghormati kepada pasangan, niscaya kebahagiaan akan tercipta…so sweet πŸ™‚
    _________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Retno Damayanthi!, kebahagiaan buah love and respect (cinta dan saling menghargai), iya kan?!

    Retno Damayanthi

    October 20, 2008 at 7:46 pm

  9. Walaupun saya orang yang sangat awam, tetapi suami saya selalu mengikutkan saya pada semua keputusannya yang berhubungan dengan keluarga. Walaupun dia rela memberikan saya kewenangan 60% dan dia mengalah 40% tetapi saya malah menjadi tahu diri dan selalu berusaha menjadi 50% : 50% . Yang penting saling mengahargai kan Ito? thanks
    ____________________________
    dari Bisik-bisik:iya ito Yulis!, saling mengerti dan menghargai, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, iya kan?!

    yulism

    October 20, 2008 at 10:46 pm

  10. Saya dan suami mengelola rumah tangga seperti mengelola perusahaan (karena dua-duanya bekerja). Jadi ada aturan, kapan kami datang berdua, ada keputusan yang harus berdua…tapi ada yang bebas dilakukan masing-masing, tentu dengan syarat yang sudah disepakati.

    Bahkan kadang saya termasuk isteri yang tak bisa seperti isteri lainnya, hanya berfungsi sebagai Dharma Wanita, hanya saat salaman halal bil halal di kantor suami. Juga pernah sudah janji mau ke dokter, suami sudah menunggu di bawah bersama anak yang mau di vaksinasi, ada rapat yang tak mungkin saya tak hadir (saat itu belum ada hape)….jadi saya pura-pura ke toilet, menemui suami sebentar, menceritakan kepada suami, dan suami langsung mengambil langkah…membawa anak ke dokter sendirian.

    Tapi justru untuk urusan rumah tangga, suami yang banyak ambil keputusan…..saya bagian yang kecil-kecil aja….
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Edratna!, patut dicontoh dan ditiru, semua keputusan bersama dengan positif, terutama kepada suami istri karier. iya kan mbak?

    edratna

    October 21, 2008 at 7:40 am

  11. kasihilah istrimu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, sebab istri adalah tampat dimana kita sebagai suami bersandar… salam ..
    ___________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Vei, saling mengasihi iya kan?

    vei

    October 21, 2008 at 11:22 am

  12. Istri yang baik biasanya ngerti kapan suami rapat kapan suami selingkuh (maaf). Salahnya sendiri kadang banyak suami yang pura2 meeting di Villa. Meeting memang tapi meeting dengan siapa….hik hik hik.
    Itulah kenapa ada sinetron suami2 takyut istri.
    Hah…saya yakin abang bisa menempatkan kapan harus takut kapan harus respect…selamat mencoba.
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya Pakde!, memang sangat relatif iya kan pak?! di sinetronkan dari real life.

    Pakde

    October 22, 2008 at 1:39 pm

  13. mungkin itulah sebabnya
    sinetron Suami Suami Takut Istri
    banyak yg suka menonton….hehehe
    respect sm istri yes….
    takut sm istri no…..
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Mikekono!, kita para suami harus respect!, iya kan?! mereka (isteri) semangat kita, mereka semangat anak-anak!, mereka (isteri) semangat keluarga.

    mikekono

    October 24, 2008 at 9:06 am

  14. Saya sangat setuju dengan Amanguda. Mereka harus kita hormati walu bukan berarti kita takuti. Salam Amanguda, maaf baru semapt berkunjung.
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Ksemar!, keluarga yang berbahagia saling mengasihi dan menghargai, iya kan?!

    ksemar

    October 24, 2008 at 3:07 pm

  15. Salam kenal juga Lae, makasih sudah maen di blogku πŸ™‚
    Tulisannya menarik…rata2 Bapak2 memang gak bisa apa2 kalo gak ada istri, dan trend ketergantungannya makin besar seiring usia si Bapak2..hehe…Kalo masih muda mungkin masih gak terlalu terasa, nanti sudah mulai 40 tahun ke atas mulai makin tergantung…mungkin istri2 memang punya ‘ilmu rahasia’ untuk bikin Bapak2 makin tergantung, dan otomatis makin sayang … πŸ™‚
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya lae Erwin Baja!, daaan, mereka makin tua makin menjadi seperti kakak beradik, iya kan? percaya atau tidak, wajah mereka makin mirip…hehehe..coba ingat dan lihat mereka para orangtua.

    Erwin Baja

    October 25, 2008 at 10:48 am

  16. wedew… kadang kita sih pengennya disayang dan dihormati pak… biasalah wanita, selalu mengandalkan perasaan πŸ™‚
    *kesentil* πŸ˜†
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Menik!, memang begitu alamnya, iya kan?!

    Menik

    October 25, 2008 at 12:54 pm

  17. Salam kenal Bang Singal…
    Numpang tanya, apakah sikap abang ini sudah terbentuk dari awal abang menikah sudah demikian atau setelah beberapa waktu ya bang? Maksudnya melalui proses dulu tidak?
    Saya pikir latar belakang keluarga juga turut mempengaruhi. Misalnya jika latar belakang seorang anak memiliki ayah/ ibu yang tidak menghargai pasangan, bisa saja kan mempengaruhi pandangan anak terhadap pasangan hidupnya?
    _________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Nadin!, hehehe, kami orang kampung (desa) dimana rasa sosialnya sangat tinggi (ketika itu, ketika saya kecil)!, semoga sekarangpun demikian, iya kan?! (mudah-mudahan illustrasinya tepat)

    nadin

    October 25, 2008 at 7:28 pm

  18. Horas…..
    Gabe di ingot ma film na tung mancai tabo…SUAMI-SUAMI TAKUT SAMA ISTRI….
    (Saya teringat film Suami-suami Takut Istri. red)
    koeawkowaekowaeokokaweokwae
    molo ni bereng ma akka amantai dijewer,digotil, disuruh push up….memang porlu do na manghormati istri i…..(para suami dijewer, disuruh pus up, memang perlu menghargai istri. red)
    alai so mangoli dope iba….tu ise ma jo iba mabiar ate.. (namun, saya belum nikah, jadi kepada siapalah saya takut, red)
    HALLET PE SOADONG….(Pacarpun tak punya. red)
    πŸ˜›
    ________________________________
    dari Bisik-bisik:iya bang Sulaiman!, takut dan hormat sama orang tua, lebih baik bagi yang belum nikah, hormati sesama, teman bahkan yang belum kenal sekalipun, iya kan?!

    sulaiman

    October 25, 2008 at 8:31 pm

  19. Ane belom funya istri… Masih lebih takut ama emak… πŸ˜€
    *kembali ke pertafaan*
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya wan Cabe Rawit! nt bener, ane juge takut ame emak sbelon dan sesudahnye!. Nt bertafa menjadi makin bijak!, iya kan?

    Cabe Rawit

    October 26, 2008 at 1:23 am

  20. Karena saking respectnya sama istri, di kantor, saya cermati setiap kali menerima telpon dari para istri, banyak para suami wajahnya serius dan omongannya seperti tentara, singkat dan tegas dan terburu-buru (ingin mengakhiri) …

    Saking respectnya sama istri, di kantor saya cermati setiap menerima telepon dari teman kantor (yang kebetulan wanita), banyak para suami nggak serius alias berhaha hihi dan berlama-lama dengan wajah yang menyiratkan tertawa …

    Begitu hasil monitoring saya
    Ingat ini hanya pandangan mata, belum pernah saya lakukan survey untuk memastikan kebenaran yang relatif

    Jadi saya respek ke istri atau takut ke istri ya ?
    πŸ˜€
    ___________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Mas Prabu!, talk to respect iya kan?

    prabu

    November 4, 2008 at 9:23 am

  21. hahaha…
    mungkin karena itu ada komunitas ISTI yah…
    hahahaha..
    horas,
    -bonar
    http://sihotang407.wordpress.com
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Bonar!, mereka mengobrol dan diskusi dengan data sangat terbatas, alias disembunyikan, kaleee…iya kan?!
    horas.

    bonar

    November 6, 2008 at 11:23 am

  22. haha…. saya salut buat Anda (should be Bapa Tua, Tulang, Amangboru)????
    sekarang kan kekerasan dalam rumah tangga terjadi dimana-mana, jadi susah ketemu sama orang yang sangat menghormati istrinya…
    πŸ™‚
    _____________________________________
    dar Bisik-bisik: iya Joicehelena!, masih banyak lah yang baik Ito, dalam hal ini, tidak berlaku pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga, iya kan?!

    joicehelena

    November 19, 2008 at 11:28 am

  23. Jadi ingat guru saya dulu pernah mengutip kalimat filsuf Abert Camus untuk kekasih/tunangannya. Kurang lebih sih bunyinya seperti ini (maap kalau2 ada salah kata) “Aku tidak ingin kamu berdiri di belakangku atau di depanku. Aku ingin kamu berdiri/berada disampingku.”

    Ada makna cinta, penghormatan, penghargaan yang berlandaskan kesetaraan yg terkandung didalamnya.(^_^)
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya Animusparagnos!, maka hidup berdampingan, setara, saling cinta dan saling menghargai, akan lebih baik, begitu maksudnya kan?!.

    animusparagnos

    January 21, 2009 at 5:27 pm

  24. Bang(bisikin): tapi jangan sampai mereka tau yah.rahasia kita aja nih…soalnya benar sih….
    _________________________________
    dari bisik-bisik: iya bang Elumbantoruan!, rahasianya makin bocor, iya kan. “jangan bilang siapa-siapa” hehehe..menjadi rahasia umum.

    elumbantoruan

    January 24, 2009 at 9:11 am

  25. intinya saling mengasihi…….
    _____________________________________
    dari Bisik-bisik:iya mbak Riauku!, damai dan saling mengasihi, membuat kita nyaman dan bahagia, iya kan?

    riauku

    January 29, 2009 at 4:04 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: