Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Change!, Harta Tak Laku di Surga

with 38 comments

Sehari setelah Barack Obama terpilih jadi presiden harga saham global malah turun. Mungkin para orang kaya makin takut gara-gara model ekonominya, mereka kegerahan dan terpaksa menjual sahamnya, sehingga harganya jatuh lagi. Pajak golongan penghasilan menengah kebawah dikurangi makin kecil sedang pajak orang kaya ditambah atau makin besar Saya membayangkan para opportunis, berpikir keras, memanfaatkan kesempatan atas pidatonya “Change has come to America”, meski tetap saja lebih dari 200.000 orang kehilangan pekerjaan.

Sementara itu, menteri keuangan negeri tercinta, mengumumkan harga bensin premium akan turun 500 rupiah dari 6000 rp. menjadi 5500 rp. mulai pada bulan Desember yang akan datang, disambut protes supir angkutan umum, nelayan dan pengurus organisasi angkutan lainnya. “harga minyak solar juga harus diturunkan” seru mereka. Dan hampir berbarengan dengan itu, di berbagai kota, para buruh berteriak-teriak menentang SKB 4 menteri (tenaga kerja, dalam negeri, perindustrian dan perdagangan) karena konon menyengsarakan mereka.

Tiap kali lampu merah menyala, anak-anak itu menyebar, menepukkan kedua telapak tangannya keras-keras ke dekat jendela mobil yang berhenti, ada juga yang menggoyangkan tongkat kecil sehingga kumpulan dua atau tiga tutup botol berlapis longgar yang dipaku di ujungnya, berbunyi “krik..krriik..krik” sambil menengadahkan tangannya, dan di ujung jalan, seorang dewasa tampak mengawasi mereka. Mereka akan menyingkir ke punggung pemisah jalan atau trotoar sempit, bila lampu bertukar warnanya menjadi hijau, mereka bagian dari generasi penerus bangsa. Change always come, but what a change! . Setahu saya para wakil rakyat atau setidaknya media massa jarang membicarakan atau menyentuh kehidupan mereka. Lebih peduli memantau KPU yang sedang sibuk memeriksa keabsahan data para caleg, sebagian lagi sibuk memikirkan jurus jitu menghadapi pemilu, “mereka ingin berkuasa”.

“Change!!”. “change has come to this world”, “change has come to this century”. Mereka para demokrat jadi pemimpin, menguasai senat, menguasai DPR, sangat menjunjung hak azasi manusia, dan mereka melakukan segala daya upaya untuk itu. Akankah ada negara baru yang lahir di dunia ini demi hak azasi manusia?. Para separatis, para minoritas menggunakan alasan hak azasi, untuk memimpin, untuk mengatur diri sendiri atau untuk kaya. Teringat akan presiden Kennedy, Johnson, Carter dan Clinton, mereka dari partai Demokrat, di sela era partai Republik, barangkali, ada saja yang bergejolak, ada saja yang ingin berkuasa.

Suatu ketika, saya pernah bilang kepada seseorang!. “Pasti kamu sangat senang sebagai orang kaya”. Lalu dia menimpali “harta tak laku di surga, dibawa ke neraka terbakar, dibawa kedalam kubur digali orang, tak pernah kujaga bahkan tak pernah kupikirkan itu”. Hebat….

Sepak terjang KPK makin menggebu memeriksa banyak pejabat dan bekas pejabat yang disangka korupsi, bermacam-macam alasan mengapa mereka melakukan itu. Pada hal, sudah makin jelas, keinginan kaya, keinginan berkuasa, yang sering menghancurkan keserasian lingkungan, sering mengabaikan kebersamaan, sering menumbuhkan kesengsaraan, itulah penyebabnya.

Hmmm…semoga mereka yang sudah kaya, yang sudah berkuasa dapat berbagi rasa! berbagi pekerjaan, berbagi kepada rakyat banyak.
___________________________________
dari Bisik-bisik: Kebersamaan itu disimpan dimana?, kok… sering tidak kelihatan, iya kan?!

Advertisements

Written by Singal

November 12, 2008 at 3:38 pm

38 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bener pak, banyak yang mengejar jabatan, kekayaan, kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara. Apa artinya kekayaan, jabatan, kekuasaan, kalau semua itu tidak memberikan manfaat bagi orang lain, bagi sesama.
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Finunu!, tetapi mereka tetap akan melakukannya, tampaknya kita juga harus bekerja keras tanpa mereka dan harus survive iya kan?! kita harus tetap bersemangat.

    finunu

    November 12, 2008 at 4:16 pm

  2. teruslah menulis saudaraku demi anak bangsa
    salam blogger sumut
    dah lamanya enggak jalan jalan ke asahannews
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: Bah!, terima kasih bang!, hampir dua minggu ini saya sangat sibuk, kadang di tengah-hutan lagi, di suatu tempat di sumatera selatan dan di jawa barat. hehehe.. horas bang, saya pasti datang berkunjung. asahannews makin tajam dan bercahaya, iya kan bang?!

    syahrizal pulungan

    November 12, 2008 at 8:11 pm

  3. Sepertinya setiap kali melihat orang kaya pasti apriori lngsung menguasai hati. Tetapi jika orang itu menjadi kaya karena kerja kerasnya dan dalam pencapaiannya tidak merugikan masyarakat kita tidak perlu membencinya.

    Karena tanpa mereka mungkin saya yang sederhana dan tidak memiliki kemampuan menonjol ini tidak bisa memiliki Pekerjaan. Karena mereka memiliki kemampuan lebih sehingga membutuhkan kita untuk menjadi pekerjanya. Dan sudah tentu imbalan kita tidak sebesar mereka karena keterbatasan kita.

    Setuju ekali dengan pendapat Ito “KEBERSAMAAN” sikaya dan simiskin bersama-sama menjalankan kewajibannya sesuai dengan kapasitas masing masing untuk memajukan kesejahteraan bersama. Terlalu Liberal akan mengancam hidup orang kecil dan Terlalu Sosialis juga akan mematikan perekonomian dan mengebiri hak orang lain. Terimakasih Ito
    ____________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Ito Yulis!, betul ito, kita harus senang melihat orang senang, kita bahkan perlu mencontoh orang yang sukses dari hasil kerja kerasnya, karakter mereka ini (menurutku dan yang saya kenal) pasti selalu dalam kebersamaan, bahkan motto mereka kesuksesan adalah karena kebersamaan, sukses sebagai Tim yang kuat dan saling menghargai, meski mereka itu adalah “the real owner“. Dan saya bangga kepada mereka. Salah satu diantaranya Ito, iya..orang yang menginspirasikan tulisan ini “harta tak laku di surga…dst” orang ini dicintai pegawai dan sekelilingnya (stake holder). Semoga banyak orang seperti ini, iya kan?!

    yulism

    November 12, 2008 at 11:45 pm

  4. Lama juga saya menunggu Tulisan Laeku yang Hebat ini…tak sia sia bolak balik saya “mengintip” kesini..
    Betul sekali…semestinya “Change” itu sudah sampai di INdonesia….change…Hentikan Korupsi dan Kolusi…mari bersama sama berkarya untuk Bangsa….
    Salam dari jauh.
    ________________________________
    dari Bisik-bisik: iya lae Michael!, negeri kita sedang dalam proses menuju kesana…menuju keteraturan dan kebaikan. iya kan?!

    michaelsiregar

    November 13, 2008 at 8:38 am

  5. Yang paling penting adalah memimpin dengan hati. Kalau pemimpinnya cuma main ambisi, rakyatnya pasti mati.
    Selamat blogging! ^_^
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: iya Rhiezma!, Hati yang merasakan perasaan sekelilingnya, iya kan?!

    rhiezma

    November 13, 2008 at 10:07 am

  6. wow…..terkesima aku membaca judul postingan ini
    betul sekali, harta tak laku di surga, juga di neraka
    tapi harus diakui harta itu memang perlu
    tapi mencari harta dengan mengorbankan
    harga diri dan moralitas, sungguh merupakan
    perbuatan sia-sia. harta memang perlu,
    tapi tak menjamin kebahagiaan…..
    so, mari sama-sama terus merenung
    agar kita bisa menjadikan harta sebagai
    modal utk memperoleh kemuliaan di
    dunia dan keselamatan di akhirat
    mauliate abanganda
    __________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Mikekono!, harta perlu tetapi bukan segala-galanya. iya kan?!

    mikekono

    November 13, 2008 at 1:20 pm

  7. Mudah mudahan kita dapat memilih calon lagislatif dan Presiden pada Pemilu 2009 yang memberikan change bagi Indonesia, sehingga mereka yang kita pilih tidak mengejar harta terus menerus
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Indra!, Semoga Caleg dan Capres itu dapat membuktikan dan meyakinkan kita ketika kampanye. iya kan?!

    indra tjahja

    November 14, 2008 at 8:51 am

  8. Betul pak..
    salam kenal.
    Pa tidak daftar jadi Caleg !

    Muhammad Rachmat
    ________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Muhammad Rachmat!, saya tidak tertarik pada politik juga kepada politikus (masa kini) tetapi saya senang kepada politikus tahun 1900 sd 1945. hehehe. mestinya saya lahir di jaman itu. Salam kenal juga.

    wargacimahi

    November 14, 2008 at 9:08 am

  9. selalu masyarakat awam yang dirugikan dalam setiap kebijakan…
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya Ojel Syahrul!, mereka ingin kaya kalee, iya kan?!

    ojel syahrul

    November 15, 2008 at 1:41 pm

  10. Para pejabat tinggi ekonomi keuangan kita pinta pintar atau bodoh bodoh atau hanya mikirkan untuk menimbun kekayaan pribadi saja ya ?
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya Ritool!, yang jelas mereka berusaha, iya kan?!

    ritool

    November 15, 2008 at 6:50 pm

  11. saya juga tidak habis pikir …
    mereka rela mengeluarkan dana bermilyar-milyar hanya karena ingin berkuasa, tapi tidak seperti untuk kaum duafa.
    padahal kalau dihitung-hitung, berapa sih jumlah “tukang kicrik-kicrik” itu se indonesia?
    ______________________________
    dar Bisik-bisik:iya Mascayo!, Mereka harus berkuasa dulu, kalee…setelah itu baru menghitung jumlah tepatnya. iya kan?

    mascayo

    November 16, 2008 at 4:18 am

  12. Horas! “Change” andigan do ho singgah tu hami on? (kapan anda datang ke kampung kita ini. red.) Katanya dan sering kita lihat mungkin kita alami dan mungkin juga jadi pelakunya..”Kebersamaan” itu datangnya pada saat senang.
    ________________________________
    dari Bisik-bisik: Horas Estonhasiant!, kebersamaan itu harus pada saat duka dan suka. “Change!” berusaha dengan semangat dengan daya juang yang tinggi, tanpa mengharapkan bantuan, meski bantuan itu ada yang mengaturnya dan akan datang juga, iya kan?! “change!” orang kampungku!, jangan terlena “do something” pasti kalian bisa, saya yakin itu, jangan pula tergiur apalagi bermimpi menunggu bantuan dan janji. ayo “change!”.

    estonhasiant

    November 16, 2008 at 10:56 pm

  13. wah diriku jadi ingat perkataan mario teguh pak..
    orang kaya yang miskin adalah orang jujur yang duitnya sedikit
    orang miskin yang kaya adalah orang jujur yang duitnya banyak..
    _______________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Hanggadamai!, Mario Teguh si pemberi semangat, semangat berkarya yang baik dan si penjelas mystery, kebaikan iya kan?! menurutku banyak orang seperti itu (dua kalimat terakhir), cuma mereka sering tidak kelihatan alias tidak mau atau ingin menonjolkan diri…hmmm semoga makin banyak lagi.

    hanggadamai

    November 17, 2008 at 4:22 pm

  14. Change nya akan berdampak bagi indonesia nggak Om?
    Mudah2an aja…bisa, Ya…meskipun banyak yang beranggapan kalo kita jangan terpaku pada bantuan obama.
    ______________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Pakde!, paling tidak kita bisa meniru dan mengunakan hal yang baik dari mereka. Kita harus berdikari (pidato presiden pertama negeri tercinta Sukarno), berdiri diatas kaki sendiri, iya kan?!, orang kampungku bilang “Biar aku miskin tak akan pernah kumakan duitmu, tak akan pernah kubuat kau susah!, raja disitu raja disini” hehehe…

    Pakde

    November 17, 2008 at 6:26 pm

  15. tapi menurutku…
    Jangan protes aparat…jangat protes orang kaya..jangan protes ketidakadilan…(hal ini sulit kita dan mereka impikan)
    kalau begitu anak-anak diperempatan jalan keburu bertumbuh besar tanpa pengetahuan dan pengalaman, anak-anak asongan keburu benci hukum dan aturan…
    bagaimana nasib mereka dan bangsa kelak…akan tetap seperti pengemis yang selalu menengadahkan tangan…perepatan jalan dihiasai bunga anak jalanan..

    (Sedih saya membayangkannya…apalagi jika melihat dengan kepala mata saya…tapi saya pun sama, hanya bisa bicara, menjadi penonton…tak mampu memberi mereka harapan dan menggapai tangan mereka…merengkuh mereka…memeluk mereka dan duduk berdamping dengan mereka menikmati senja ini,esok dan lusa,yang masih ada harapan…karena harapan mereka tersimpan dan tertinggal dijalanan…dipersimpangan lampu lalutitas,dibalik hiruk-pikuk kaca mobil-mobil mewah yang berkeliaran… dikota ku…dinegeriku…)
    Yang kaya banyak…yang makmur juga bertaburan…tapi tetap saja mata sudah dibutakan…Semua itu, mulailah dari kita sendiri, kita orang-orang sederhana…dari hal kecil…bantu mereka…aku yakin dari 100 blogger…1000 bloger akan menjadi bintang terang buat mereka…mari kita pikirkan bersama,adakah jalan untuk pemecahannya?
    “Jangan terus mengutuki kegelapan,mulailah menyala lilin untuk memberikan secercah cahaya!”
    Maaf Bang Singal jadi curhat…marah pada diriku sendiri!
    Tapi kalau ada cara…aku mau ikut…bukan untuk cari nama..bukan besar atau kecil…tapi sebuah usaha…bukan juga untuk popularitas…hanya niat membantu sesama…ya mungkin untuk cari bekal harta kesurga 😀
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Kweklina!. Menyelesaikan masalah sosial harus secara terpadu dan menyeluruh(holistic), khususnya anak jalanan, termasuk pengawas di ujung jalan itu. Harus ada kesungguhan secara bersama. iya kan?!. Siapa yang memulai?, Kita??!! blogger?!!!, setuju saja, dengan program yang jelas, sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, iya kan?! mungkin Blogor dan Blogger SUMUT yang memulai. dan sekaligus usulan ini saya umumkan disini, kepada pak Hanggadamai dan bang Nich, ada cara kah?!

    kweklina

    November 18, 2008 at 9:09 am

  16. kunjungan balik ni pak 🙂 Bener tuh, harta mah ga berlaku di atas sono..tapi pasti ditanya pertanggungjawabannya kemana aja tuh hartanya dialirkan…
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya Puan Malaya!, maka berbuat baik saja selalu, iya kan!, Live is short….hmm.

    puan malaya

    November 18, 2008 at 10:10 am

  17. Kekayaan memang punya daya tarik yg kuat, Pak. Memang betul bahwa kita jangan sampai cinta uang, bakal ribet masalahnya..
    ___________________________
    dari Bisik-bisik: iya HeLL-dA!, uang harus dikendalikan, bukan sebaliknya, iya kan?!

    HeLL-dA

    November 18, 2008 at 1:52 pm

  18. Cocok pak….coba yang kaya itu berbagi pekerjaan, biar sedikit demi sedikit terselesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan.
    Malah duwitnya disimpan di luar negeri…lha masyarakat kita butuh pekerjaan je…Haloo orang kaya…sangat bahagia lho ketika kita bisa berbagi…ikuti nasihat pak Singal tuh…
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Dyah Suminar!, kita tidak dapat hidup sendirian, iya kan?!

    dyahsuminar

    November 18, 2008 at 3:42 pm

  19. Siap komandan !
    ____________________________
    dari Bisik-bisik: Laksanakan, bang Estonhasian!

    estonhasiant

    November 19, 2008 at 8:02 am

  20. Horas Boss, Kata Aa Gym agar perubahan dapat dilakukan dengan mudah dan pasti maka: Mulailah dari hal yang kecil, Mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang juga.
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya Benji!, kita mulai dari, bersyukur selalu dalam segala hal, iya kan?

    Benji

    November 19, 2008 at 11:41 am

  21. standar disebut sebagai orang kaya itu apa?
    Dan kalo orang-orang ditanyain secara personal, most of them pasti ga ada yang merasa (bahkan mengaku) kaya
    karna harta selalu kurang, kurang dan kurang
    pertanyaannya, gimana biar kita tidak selalu merasa kurang, sehingga mau (dan akan) berbagi dengan sesama
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Alisyah!, kaya berarti kita bisa memberi, termasuk ilmu dan buah pikiran, iya kan?. It is not sufficient kata orang pelit miskin, agar kita kaya maka kita tinggal merasa cukup (lebih) hehehe..

    alisyah

    November 19, 2008 at 12:37 pm

  22. setuju pak , kekayaan hati barangkali itu yang laku di surga
    _____________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Realylife!, meski harta di bumi perlu juga, harta hasil usaha yang baik, iya kan?!

    realylife

    November 19, 2008 at 7:02 pm

  23. Karena harta nggak laku di surga, kenapa nggak berbagi saja di dunia ini? dan… ketika kita saling berbagi itulah harta yang sesungguhnya…
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Lapotimus!, manusia selalu ingin lebih maju, lebih kaya dan lebih berkuasa, iya kan? berbagi ….biasanya ada maunya. hehehe…

    lapotimus

    November 20, 2008 at 1:20 am

  24. Let’s fight to change! Indonesia menjadi negara syariah….
    Alahuakbaaarrrr !!!
    _________________________________________
    dari Bisik-bisk: iya Ajaran!, negeri ini adalah negara kesatuan, dari berbagai macam suku dan kepercayaan, iya kan?

    Ajaran

    November 20, 2008 at 7:07 am

  25. Kalau dilihat starting pointnya “ kaya dulu baru berkuasa “ atau “ berkuasa dulu baru kaya “ sangat sulit menentukannya, mirip seperti asal usul telor ayam dan anak ayam. Tapi kalau dinegeri tercinta ini seorang kaya yang mendapat kekuasaan akan semakin kaya. Itu adalah fakta yang sering terjadi. Beda dengan Obama yang selama 15 tahun lebih membina kebersamaan melalui LSM dan terakhir saat dia menjadi senator di Chicago; dengan keperduliannya kepada masyarakat, sehingga dia kaya akan dukungan masyarakat ( moril dan materil ) dan menjadikannya berkuasa. ( menjadikannya presiden AS ).
    Sedang wujud kebersamaan orang kaya atau orang berkuasa di negeri kita ada dua macam ( mungkin lebih ya ) yaitu “ kebersamaan yang dipublikasikan “ dan “ kebersamaan yang tidak terdeteksi”. Publikasi kebersamaan ini biasanya untuk konsumsi publik semacam kampanye; sedang kebersamaan yg tidak terdeteksi biasanya konsumsi penguasa atau orang yg dekat pada penguasa sehingga terciptalah produk kolusi dan nepotisme all : korupsi berjamaah, penyeludupan, manipulasi pajak, pembuatan undang-undang atau peraturan yg menguntungkan pihak tertentu, mendapat fasilitas yang menguntungkan dll.
    Saya sependapat dengan tulisan sdr Singal ini, memang kekayaan bukan segala-galanya, harta itu tidaklah kekal; hidup ini seperti roda kadang diatas kadang dibawah, contohnya lihat saja orang terkaya nomor satu di negeri ini tiba-tiba dalam tempo singkat nilai kekayaannya merosot tajam karena nilai saham dari beberapa perusahaannya jatuh. Siapa sangka siapa yang dapat menduga.
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Olanto!, kebersamaan yang semu (“ kebersamaan yang dipublikasikan “ dan “ kebersamaan yang tidak terdeteksi”), sungguh jauh dari kebutuhan rakyat, iya kan?! Negeri tercinta menginginkan kebersamaan nyata, yaitu, lapangan kerja dan pelayanan publik (masyarakat), misalnya, tempat berdagang, jalan yang baik, angkutan umum, irigasi, pendidikan atau sekolah yang baik dan keamanan. Sebuah sistem (apapun) disebut aman kalau ia stabil. begitu maksudnya kan pak?!

    Olanto

    November 20, 2008 at 10:31 pm

  26. wah…gimana yaaa.. mmmm… obama menang ga ngaruh sih buat saya pribadi :mrgreen:
    __________________________
    dari Bisik-bisik: iya Carra!, buat kita juga tidak, buat negeri kita juga mungkin tidak, Beliau kan presiden Amerika!, iya kan?!. Tetapi kita bisa belajar dari pengalaman beliau, begitu kan?

    carra

    November 22, 2008 at 10:11 am

  27. “harta tak laku di surga, dibawa ke neraka terbakar, dibawa kedalam kubur digali orang, tak pernah kujaga bahkan tak pernah kupikirkan itu”

    such a beautiful words..
    coba semua orang berpikiran seperti itu, bersyukur mempunyai harta utk berjuang di jalan Allah, tanpa terikat secara emosional dgn hartanya itu 🙂

    ^ijin ngelink blog yaa.. 😀
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Namada!, saya yakin masih banyak orang seperti itu, dan dasar mereka tidak mau menonjolkan diri. Memang mereka selalu membantu orang. Semoga makin banyak lagi, iya kan?!. silahkan mbak!

    namada

    November 23, 2008 at 8:12 am

  28. yang laku di surga adalah
    amal ibadah. So, mari berlomba2
    berbuat amal kebajikan….botima! (kata ekspressi, diucapkan dengan tegas, ketika memberi pendapat, yaitu. “begitulah pendapatku sebagai tanda dukunganku”, red.)
    _____________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Mikeono!,… ima tutu! (kata ekspressi juga diucapkan dengan tegas, tanda setuju atas pendapat lawan bicara) sangat mudah dan sederhana, iya kan?!

    mikekono

    November 23, 2008 at 4:07 pm

  29. Bang, hidup ini singkat tapi menurut para pejabat itu ada yang lebih singkat yaitu Kesempatan untuk memperkaya diri. Jurusnya mumpung…
    Mumpung lagi menjabat
    Mumpung lagi pada lengah
    Mumpung lagi bisa nambah harta.
    Mumpung lagi bisa masuk neraka.
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Robin Sonardi!, semoga mereka sadar, iya kan?!

    robin sonardi

    November 24, 2008 at 1:09 pm

  30. Salam untuk pak singal, mampir ke blog bapak ini saya rasanya menemukan surga artikel dan sastra , kritik-kritik sosial yang konstruktif tetapi tidak sakarstis, saya sangat mengapresiasinya, terakhir saya sangat sepakat dengan idiom bapak, harta tak terbawa ke surga, ke nerakapun kebakar juga, buat apa aku jaga, luar biasa 🙂
    ___________________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Jundul! gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, iya kan pak?! hehehe…salam pak!

    jundul

    November 24, 2008 at 6:45 pm

  31. Yah Materi itu hanya untuk kesenangan sesaat di dunia ini mas
    salam kenal
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya Gelandangan!, betul kesenangan sesaat, tetapi banyak orang (mungkin kebanyakan orang), berlomba-lomba untuk itu, iya kan?!. Semoga mereka tidak mengorbankan hak orang lain.
    Salam kenal juga.

    Gelandangan

    November 28, 2008 at 3:11 pm

  32. weeesss…. saya senang dengan tulasan bapak ini…
    ___________________________________
    dari Bisik-bisik: Memang harta/uang bukan segala2nya,, tetapi segala2nya butuh uang hehehehe….
    —————–
    @ iya Freesoftdrinks!, bah..!, kau dahului aku membisikkannya…hehehe.., DUIT, Doa Usaha Iman dan Tawakal iya kan?!, melangkahkan kakipun perlu napas, iya kan?

    freesoftdrinks

    November 29, 2008 at 4:26 pm

  33. Kebersamaan itu akan ada pas bersenang-senang bagi-bagi “rezeki haram”, dan giliran mikirin orang susah? Biarin orang lain saja kali… Katanya setiap urusan ada yang menangani sendiri-sendiri.
    Perkara anak jalanan yang luput dari perhatian media masa ya wajar to mas, wong itu kan pemandangan sehari-hari. Lha kalau ada puluhan anak jalanan yang mati kelaparan/diinjak-injak preman yang “menaunginya”, baru mereka ekspos besar-besaran!
    _______________________
    dari Bisik-bisik: iya Ekonikoe A. Namikoela!, benar, yang terjadi adalah orang susah mikirin orang susah, sementara media massa memburu barang berita yang lebih laris dijual, iya kan?! lha, kalau premannya ditangkapi polisi, (tidak ada lagi yang menginjak?) maka makin hilang lah berita atas anak jalanan itu. begitu maksudnya pak?!

    Ekonikoe A. Namikoela

    November 29, 2008 at 4:47 pm

  34. Aduh bang…tulisannya sungguh menghibur nadin…pas saya lagi pusing memikirkan tagihan menggunung dan menghayal enaknya jadi orang kaya, baca tulisan abang, jadi diingatkan lagi…harta cuma titipan. Seharusnya saya bersyukur, meskipun pontang panting berjuang, hasilnya halal, dan biar kecil bisa berguna untuk banyak orang…jadi semangat lagi…terima kasih bang!
    ______________________________
    dari Bisik-bisik: iya mbak Nadin!, bersyukur selalu, dan semangat ketika krisis, iya kan?! pontang panting berjuang, gambaran semangat dan kebahagiaan,bila kita lakukan dengan kejernihan hati, semoga tidak dengan cemberut dan kesal, hehehe…karena hasilnya sama, tinggal kita pilih yang mana.

    nadin

    December 3, 2008 at 2:21 am

  35. Hmmm…semoga mereka yang sudah kaya, yang sudah berkuasa dapat berbagi rasa! berbagi pekerjaan, berbagi kepada rakyat banyak.

    Semoga begitu Amanguda. Salam
    _________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Ksemar!, semoga harapan dan mimpi itu menjadi kenyataan, iya kan?! dan semoga pemerintah mendorong mereka.
    Tampaknya dorongan pemerintah ini sangat penting, karakter (kebanyakan) mereka akan mengangguk-angguk, mendengar pidato pejabat yang menyebut nama mereka, dan hatinya berbunga-bunga dan langsung tergerak, secara instant sambil mengepal tinjunya ke udara, sebagai pernyataan setuju. hehehe….

    Ksemar

    December 6, 2008 at 4:28 pm

  36. Kekayaan memang tidak bisa dibawa mati, tetapi tetap saja orang haus kekayaan, dengan menghalalkan segala cara, dari dulu hingga sekarang. Aneh tapi nyata …

    Menghalalkan segala cara untuk mendapat kekayaan, jelas dianggap perbuatan yang tidak baik, tapi tetap saja kita tergoda untuk melakukannya, dari dulu hingga sekarang. Aneh juga tapi nyata juga …

    Hidup itu dari tiada kemudian ada, kemudian tiada …
    Yakinkan kita ada hidup lain setelah tiada yang kedua …
    ________________________
    dari Bisik-bisik: iya pak Adjii Wigjoteruna! hidup ini singkat, iya kan?!. maka sering kita tidak ada waktu sadar, bahkan tidak sempat memperbaikinya ketika kita sudah ingin sadar

    Adji Wigjoteruna

    December 13, 2008 at 1:24 am

  37. yang perlu di’change’ adalah keadaaan moral yang semakin sekuler dan menjauh dari Tuhan.
    ____________________________
    dari Bisik-bisik:iya Nancy!, orang lupa hari-hari, orang lupa langkahnya, orang lupa dirinya sendiri…, iya kan? dan orang lupa bersyukur, bahkan lebih sering bersungut-sungut…bersyukur bukan karena berkecukupan…

    nancy

    December 16, 2008 at 8:17 am

  38. Salam kenal pak Singal,

    Tulisan-tulisan bapak berbobot dan bagus. Saya yang nggak terlalu banyak mengikuti perkembangan sosial dan politik jadi tahu banyak dan bisa menikmati membaca tulisan bapak.

    Mengenai “change” saya sangat setuju, Indonesia juga perlu banyak “change”.
    __________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Pasang Iklan Baris!, salam kenal juga, dan bapak akan sering mampir iya kan?

    Pasang Iklan Baris

    December 22, 2008 at 7:38 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: