Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Dialog Diri, “Provokatif”

with 21 comments

Pagi itu, dia menuliskan dalam bulatan merah “provokatif…tidak mendidik..merusak karakter bangsa..” pada surat kabar langganannya. Sambil menghirup dan meludeskan sisa kopinya yang masih hangat, “Maaa!..saya berangkat.. buru-buru..”, teriaknya, sambil menyambar tas kerjanya, lalu menghilang tanpa menunggu sang istri tercinta yang biasanya mengantar sampai ke pintu, sedang sibuk di dapur.

Pagi itu menjadi kurang bersahabat bagi karakternya. “Gue..kesel banget baca koran, melihat televisi dan mendengar radio, coba lihat…” dia menunjukkan tulisan di notes kepada temannya, “Ini mau kukirim ke redaksi seluruh koran dan semoga mereka mau memuatnya..”.

“Ahhh… kau ini, kapan kau berubah! meledak-ledak terus. Namun aku tau. itu buah semangatmu, itu buah kebaikan karaktermu….hahaha..kirim!, kudukung..kalau mereka tidak memuatnya..ini..” sahut temannya, sambil mengacungkan tinjunya.
Dia tau, teman baiknya rendah hati, namun lebih meledak-ledak lagi, dibandingkan dengan dia. Ya!, temannya bertukar pikiran, temannya saling mengingatkan, temannya saling tolong menolong.

“Mass media menanam berita, memupuk dan memeliharanya, dipetik, lalu dijual setelah dikemas dengan bungkusan yang menarik. Mereka tidak peduli….yang penting laku”. Dia bergumam sendiri, terlintas dibenaknya kejadian tadi pagi dan merasa bersalah kepada istrinya, “betapa gobloknya saya..saya juga ternyata larut pada berita-berita itu..gilaa…gue bodoh benaran”.

Orang pintar, akhli dan para pakar tampaknya senang diwawancarai wartawan, memberi pendapat, atas berita, atas kasus yang masih dicari kebenarannya secara hukum, dipertontonkan kadang interaktif dengan penonton atau pakar lainnya, lalu iklan. “mana berita bagusnya?!, mana pendidikannya?!, Oooo..bangsaku semoga makin bijak memilih hal yang baik, kebenaran bukan suara terbanyak, bukan dugaan”.
_________________________________
dari Bisik-bisik: Semoga mass media menjadi ujung tombak bagi pendidikan bangsa negeri tercinta.

Advertisements

Written by Singal

October 31, 2009 at 9:17 pm

21 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Benar, Bank.
    Jurnalisme investigatif itu hanya impian. Yang marak itu, jurnalisme EKSPLOITATIF. Yang penting NGEBOM!
    (mungkin juga blog saya, yang nimbrung panasnya berita)
    _________________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya bang Ekodeto!, semoga mass media makin baik iyakan. Blog abang kan kategori normal dilihat dari sisi dunia maya..hehehe…

    Ekodeto

    November 1, 2009 at 5:57 pm

  2. Mudah mudahan jangan sampai terjadi vonis seseorang bersalah atau tidak berdasarkan hasil polling bukan berdasarkan alat bukti yang ada.
    ____________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya pak Indra Tjahja!, semoga kebenaran di atas hukum.

    indra tjahja

    November 2, 2009 at 1:12 pm

    • bukan bersasarkan polling saja kawwan,..berdasarkan kiriman SMS juga
      ____________________________________
      dari Bisik-bisik: iya Latteung!, berdasarkan naluri dan perasaan, berdasarkan retorika dan bujukan, turut berperan.

      latteung

      November 5, 2009 at 10:08 am

  3. Yah, mau gimana lagi, jika mass media semuanya sopan-sopan saja menjadi tidak seru….
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Bernardia Vitri!, menyatakan yang benar saja sering disebut tidak sopan, dan pasti seru, iya kan?! Namun, menyatakan yang belum tentu benar mejadi seolah benar maka menjadi apa ya.

    Bernardia Vitri

    November 5, 2009 at 3:17 pm

  4. kadang bingung, media mana yang netral dan mana yang tidak?
    atau ketika membaca media netral pun sebenarnya ‘kepala’ saya sudah penuh dengan perspektif awal?
    _______________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Mas Romailprincipe!, kita bingung dalam konteks ini, berarti kita masih sehat hehehe…

    romailprincipe

    November 7, 2009 at 9:31 pm

  5. Nampaknya mass media (TV dan Koran) mengikuti trend selera dari pemirsa/pembacanya. Kalau tidak ikut pangsa pasarnya akan menurun. Maka tidak usah heran apabila berita yang disajikannya merupakan fakta, dugaan dan analisa yang campur-aduk tanpa batasan yg jelas.Yang memprihatinkan adalah apabila si pembuat berita melakukannya atas pesan sponsor untuk menggiring opini publik. Semua ini tergantung apa kita kritis untuk menyaringnya; yang mana masuk ke Recycle bin
    _______________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Olanto, “Kita” yang dewasa atau “Kita” yang anak-anak atau pelajar yang sedang bertumbuh, mereka belum mempunyai Recycle bin. Evolusi peradaban terus berlangsung. Semoga arah evolusi itu dalam arah kebenaran di atas opini, di atas mayoritas, di atas suara keras, di atas wewenang dan di atas senjata dan kekuatan.

    olanto

    November 9, 2009 at 9:53 pm

  6. Makanya ketika ada grakan itu saya gak follow bukan apa2 ketika saya belum tau timbangan kebenarannya mendingan diam mengamati dahulu πŸ™‚
    salam, EKA
    ________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Eka Situmorang-Sir!, maka berlaku pikir itu pelita hati.

    Eka Situmorang-Sir

    November 10, 2009 at 12:31 pm

  7. Media partisan karena para wartawan tidak lg bekerja atas dasar pengabdian. Melainkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka jg kan manusia biasa Bang..
    __________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Andi Zulkifli!, semoga media massa makin baik dalam pemberitaannya.

    Andi Zulkifli

    November 11, 2009 at 7:13 pm

  8. yap bener bang. gw jga bingung jadi bosen nonton para pakar komentar pinter2 banget jadinya binung deh tuh pendapat kagak ngerti maklum orang kampung
    ____________________________________________________
    dari Bisik-bisik:iyaSelamat kms!, Para pakar berdebat sesuai dengan kepakarannya, mereka sama pintar tetapi kesimpulannya tidak jelas, belum lagi moderatornya (pewawancaranya) sering mengarahkan. Anehnya kita tonton juga meski makin pusing hehehe…

    selamat kms

    November 12, 2009 at 8:53 am

  9. harapan besar buat media agar semakin berbudaya…
    ___________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Lwijiwidodo.wordpress!, semoga mereka menyiarkan berita dengan baik. Maka kita tidak dipenuhi dengan emosi yang tak berguna bagi pertumbuhan karakter, terutama bagi anak-anak bangsa generasi penerus

    Lwijiwidodo.wordpress

    November 14, 2009 at 5:02 pm

  10. mas media bukan lagi sekedar berita negeri tapi terkadang udah kaya realty show yg perlu adanya penambahan ‘bumbu’ biar beritanya rame, entah itu dari cara bicara pembawa acaranya yg provokatif, dll
    __________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Dcamz!, barangkali mereka mengukur kesuksesan dengan uang. Neolib kata orang…hehehe,

    dcamz

    November 16, 2009 at 1:01 pm

  11. pakabar pak?
    ‘Mass media menanam berita, memupuk dan memeliharanya, dipetik, lalu dijual setelah dikemas dengan bungkusan yang menarik’ saya ska kalimat ini, diluar dari itu media masa kita udh lebih baik dgn memberikan info jelas πŸ™‚
    ______________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Ok!, kabar baik pak. Dan semoga lebih baik lagi. Kadang berita itu seperti “peraturan” yang dilampiri keterangan “penjelasan” atau petunjuk teknis alias “juknis”, setelah kita baca? malah makin tidak jelas…

    ok

    November 16, 2009 at 1:21 pm

  12. mantap
    _____________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Citromduro!, apa kabar pak!

    citromduro

    November 18, 2009 at 1:52 am

  13. yang rame dan mengikuti tren yang diburu.. kalau membahas lainnya, ya, taruhan nasib, bisa disebut pioner, atau malah gulung tikar..
    ________________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Thepenks!, benar mereka sedang berlomba menjual kemasan beritanya…dengan cara mereka sendiri, semoga kita dapat menyesuaikan dengan pikiran yang jernih.

    thepenks

    November 23, 2009 at 1:06 pm

  14. Membingungkan kalo semua berita diikuti..
    ________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Dangstars!, maka kita harus lebih bijak, memilih berita apa, yang cocok buat kita. Iya kan?

    Dangstars

    November 23, 2009 at 5:00 pm

  15. Semoga bangsa Indonesia semakin dewasa dalam berdemokrasi dan tidak cepat emosi menangapi berita.
    Salam !
    __________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Fredy!, Semoga sabar lembut dan rendah hati, berinteraksi, menata segala hal dalam hubungan antar manusia, iya kan?

    Fredy

    November 25, 2009 at 9:20 pm

  16. Susah mengikuti media sekarang. Atau itu mungkin akibat dari kebebasan pers? Yang akhirnya kebablasan.
    __________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Iwam!, Sering kebebasan itu relatif tidak sopan dan terasa mengganggu bagi sebagian orang lain. Tampaknya bagi sebagian lagi menjadi kenikmaan.

    Iwam

    November 26, 2009 at 12:52 pm

  17. masalahnya sekarang lagi Trend
    _______________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Omiyan!, trend naik ke arah yang yang membangkitkan emosi ketidak percayaan dan kebohongan. semoga bohong itu tidak menjadi kebenaran.

    omiyan

    November 26, 2009 at 4:53 pm

  18. Provokasi kadang menjadi penting.
    _____________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Reviandi!, provokasi yang membangun…

    reviandi

    December 1, 2009 at 2:03 pm

  19. mesti dicurigai juga kala SBY mengumpulkan para Pemred di Istana negera, sebelum ia mengatakan “sikap”nya soal kasust bibit chandra ….
    ________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Nirwan!, masyarakat jadi selalu bertanya-tanya, ada apa gerangan?!

    nirwan

    December 5, 2009 at 6:16 pm

  20. Jangan kuatir Bang, mas Media, eh, media massa yang bebas tanpa kekangan justru akan menjadi pendidik bagi bangsa ini. Yang kita harapkan adalah moralitas yang ber-nurani dengan prinsip ‘janganlah kau cubit orang bila tak mau dicubit orang’.
    Saya tekankan demikian karena ternyata nurani (polos) juga bisa hilang akibat doktrinisasi. Faktanya ada orang merasa benar bahkan suci dengan tindakan yang menjahati sesama manusia karena doktrinisasi yang berhasil menenggelamkan nuraninya.
    __________________________________________________
    Dari Bisik-bisik:iya Erensdh!, semoga media massa memberitakan yang berguna secara langsung kepada masyarakat, semoga media massa menjadi ujung tombak kebenaran.

    erensdh

    March 14, 2010 at 11:04 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: