Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Harapan

with 10 comments

Dia berteriak-teriak menjajakan dagangannya, di tengah orang yang lalu lalang sibuk dengan tujuannya masing-masing, sebagian melihat dan mendengar karena dekat dengan orang itu. Teriakannya berganti dengan kibasan saja, penuh harap semoga ada yang membeli. Sebuah harapan dengan usaha dan energi yang luar biasa, untuk untung yang sedikit, namun tidak ternilai bagi kelangsungan hidupnya. “Harapan yang hidup” bermukim dalam dirinya, sungguh luar biasa!.

Sementara itu, anggota pansus bank Century telah selesai melaksanakan tugasnya, mereka memaparkan pandangan akhir masing-masing, mereka juga berusaha, mengeluarkan energi yang besar, baik pikiran baik fisik, cuma apa yang mereka harapkan sulit dimengerti, paling tidak buat saya, mungkin karena saya hanya kebetulan mendengar dan membaca sekilas. Sebagian dari mereka sering juga berteriak, mungkin untuk suatu harapan, yang menurutku bukan untuk dirinya, mereka bukan seperti pedagang jalanan tadi.

Bandung dilanda banjir, longsor di mana-mana, dan gempa Santiago yang luar biasa besarnya, menimbulkan penderitaan bagi yang langsung merasakannya, para korban penuh harap, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, adakah pansusnya?. Sebuah harapan yang sangat sederhana, mereka butuh pertolongan.

Ketika kita penuh harap, akan kebenaran dan keadilan, sama dengan harapan pertolongan ketika bencana datang, jelas berbeda dengan pedagang jalanan yang tidak memerlukan pansus, karena dia menimbulkan dan mecari harapannya sendiri.

Harapan korban bencana dan pedagang jalanan, jelas nyata dapat dirasakan, berbeda dengan harapan akan kebenaran dan keadilan kelihatannya menjadi semu atau samar-samar dan sering sangat mengecewakan.
_______________________________________
dari Bisik-bisik: Semoga kebenaran dan keadilan menjadi nyata dan dapat dirasakan

Advertisements

Written by Singal

February 28, 2010 at 9:26 pm

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Selama masih ada Harapan tersimpan dalam hati dunia belum kiamat. Bola bola politik dah dimainkan, kompromi demi kompromi akan berlanjut
    _______________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Andi Zulkifli!, kompromi adalah cara yang terbaik. Dengan harapan, semoga kompromi itu berdasarkan kebenaran!

    Andi Zulkifli

    March 2, 2010 at 8:54 am

  2. harapan rakyat sepertinya jarang sekali atau bahkan tidak pernah klop dengan harapan wakil rakyat. rakyat maunya ini, wakil rakyat maunya itu.
    _________________________________
    dari Bisik-bisik: iya bang Eko Deto!, rakyat makin sering bingung menonton mereka.

    Eko Deto

    March 2, 2010 at 5:54 pm

  3. Mudah mudahan dengan selesainya Pansus Century pemerintah dapat lebih memperhatikan kebutuhan nyata dari rakyat kecil untuk meningkatkan kesejahteraannya.
    ____________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya pak Indra Tjahja!, kita sudah bosan mendengar mereka, semoga ada pansus untuk memperhatikan kebutuhan nyata rakyat kecil, kemudian mereka mengawal pelaksanaannya.

    indra tjahja

    March 4, 2010 at 3:19 pm

  4. Harapan abanganda kelihatannya
    menjadi kenyataan…,
    kesimpulan paripurna
    memenangkan kebenaran
    🙂
    _________________________________
    dari Bisik-bisik:iya bang Mikekono!, harapan kita sebenarnya pansus pendidikan, pansus pembangunan jalan, pertanian, hutan dan pansus gaji guru dan prajurit. semoga ada.

    mikekono

    March 4, 2010 at 9:28 pm

  5. selama ada harapan, di situ ada jalan, Pak.. hhe
    ___________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Sastrakelabu!, dan kita akan menapaki jalan itu..dan harapan itu menjadi kenyataan.

    sastrakelabu

    March 5, 2010 at 10:30 am

  6. dimana ada kejujuran, di situ ada kebenaran, dimana ada kebenaran, di situ ada keadilan… semoga seperti itu ya pak…
    _________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Bernardia Vitri!, semoga…namun kenyataannya kebenaran sering berseberangan jauh dengan keadilan…

    Bernardia Vitri

    March 6, 2010 at 9:13 pm

  7. Elite politik republik ini berharap-harap cemas dan penuh harapan agar bisa dilakukan barter politik, agr posisinya dapat dipertahankan, itulah kenyataannya. tetapi harapanku mudah2an itu tidak terjadi, karena bila terjadi, maka keadilan di negri ini hanya berupa slogan
    ________________________________________________
    dari Bisik-bisik: iya Icinno!, artinya mereka tidak percaya diri, tetapi ingin exist.

    icinno

    March 17, 2010 at 3:09 pm

  8. Harapan mengenai keadilan, harapan mengenai kejujuran dan harapan mengenai kenyataan sudah sangat lama di dambakan oleh manusia yang selalu tertindas.
    Hanya do’a yang selalu bisa di lakukan oleh orang yang tertindas.
    Bencana, Musibah, banjir, gempa dan lain sebagainya adalah jawaban dari do’a.
    Namun sayang kita semua tidak mennyadarinya, karena kita larut dengan permainan politik yang busuk, dari jaman yang dahulu kala sampai jaman sekarang ini.

    Harapan dari orang-orang desa hanyalah menunggu panen tiba dan berharap semoga tanaman ladangnya tidak di makan hama dan tidak di landa bencana.

    Lain harapan rakyat jelata, lain harapan dengan Pansus dan elite-elite politik Indonesia. Entah apa harapan mereka yang terhormat, berdasi, mobil mewah dan tidak memikirkan tentang hama tanaman dan bencana yang menghancurkan tanaman ladang dan sawah.

    Harapan orang biasa adalah harga sembako yang terjangkau, ada beras untuk di tanak buat pengisi perut. Ada lauk, minimalnya ada garam buat masak untuk makan anak dan istri.

    Harapan orang biasa tidak terlalu muluk-muluk yang mengharapkan keadilan yang semu.

    Harapan rakyat indonesia adalah bisa memasukkan sekolah anak-anak mereka, beaya yang terjangkau.

    Semoga harapan dan harapan ini Allah swt sang maha esa mengabulkan harapan yang nyata.

    Entah itu lewat Pansus, elite politik atau lewat Mukzizat pada negara Indonesia tercinta.

    (mohon maaf komentarnya banyak sekali pak…semoga bapak memperkenankan permohona maaf saya)
    _________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya Khusnul!, luar biasa, kita sadar bencana sering menjadi jawaban, banjir yang melanda, harga sembako yang makin mencekik, harga untuk pendidikan yang gratis hanya di iklan (sat ini sudah hilang), terjawab dengan jalan jelek tanpa kakilima dan semrawut, melanda etika saling menghargai, terjawab dengan makin banyak anak-anak pengemis (terampil) yang seharusnya mereka berada di sekolah dan terjawab oleh mereka yang saling tuding untuk kepentingan sendiri. Tampaknya rakyat harus sabar dengan terpaksa.

    khusnul

    March 20, 2010 at 4:55 pm

  9. harapan saya mudah-mudahan pemimpin kita pada sadar bahwa rakyat sdh jenuh dengan tontonan,….ini dan mulai bekerja dengan jujur membangun negri ini. Amin
    __________________________________________
    dari Bisik-bisik:iya pak Suroyo!, benar semoga orang pintar dan jujur yang memimpin negeri ini…semoga mereka (orang pintar dan jujur) itu tidak terpinggirkan.

    suroyo

    March 29, 2010 at 11:59 pm

  10. Pengkhinatan terbesar adalah pengkhianatan pemimpin terhdap rakyatnya.
    Tidak pernah berhenti berharap, selalu dan selalu berdoa agar negara ini bisa maju dengan pemimpin yang memegang amanah rakyat.
    ______________________________________
    dari Bisik-bisik: iya semoga maju!…dan kita tetap semangat untuk maju…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: