Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘Bencana Alam’ Category

Harapan

with 10 comments

Dia berteriak-teriak menjajakan dagangannya, di tengah orang yang lalu lalang sibuk dengan tujuannya masing-masing, sebagian melihat dan mendengar karena dekat dengan orang itu. Teriakannya berganti dengan kibasan saja, penuh harap semoga ada yang membeli. Sebuah harapan dengan usaha dan energi yang luar biasa, untuk untung yang sedikit, namun tidak ternilai bagi kelangsungan hidupnya. “Harapan yang hidup” bermukim dalam dirinya, sungguh luar biasa!.

Sementara itu, anggota pansus bank Century telah selesai melaksanakan tugasnya, mereka memaparkan pandangan akhir masing-masing, mereka juga berusaha, mengeluarkan energi yang besar, baik pikiran baik fisik, cuma apa yang mereka harapkan sulit dimengerti, paling tidak buat saya, mungkin karena saya hanya kebetulan mendengar dan membaca sekilas. Sebagian dari mereka sering juga berteriak, mungkin untuk suatu harapan, yang menurutku bukan untuk dirinya, mereka bukan seperti pedagang jalanan tadi.

Bandung dilanda banjir, longsor di mana-mana, dan gempa Santiago yang luar biasa besarnya, menimbulkan penderitaan bagi yang langsung merasakannya, para korban penuh harap, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, adakah pansusnya?. Sebuah harapan yang sangat sederhana, mereka butuh pertolongan.

Ketika kita penuh harap, akan kebenaran dan keadilan, sama dengan harapan pertolongan ketika bencana datang, jelas berbeda dengan pedagang jalanan yang tidak memerlukan pansus, karena dia menimbulkan dan mecari harapannya sendiri.

Harapan korban bencana dan pedagang jalanan, jelas nyata dapat dirasakan, berbeda dengan harapan akan kebenaran dan keadilan kelihatannya menjadi semu atau samar-samar dan sering sangat mengecewakan.
_______________________________________
dari Bisik-bisik: Semoga kebenaran dan keadilan menjadi nyata dan dapat dirasakan

Advertisements

Written by Singal

February 28, 2010 at 9:26 pm

Banjir Kiriman dari Gunung dan Langit, Jakarta, Jawa dan Luar Jawa

with 11 comments

Kemarin sore pukul 17.30, 12 Maret 2008, perjalanan pulang dari arah Blok M ke Cinere, macet parah luar biasa. Dua jam sebelumnya, Jakarta dapat kiriman dari langit, diguyur hujan deras, kita dengar di radio ElShinta, memang, sebagian besar jalan banjir dan menyebabkan macet di mana-mana.

Jakarta macet?!, sudah biasa. Jakarta banjir?! sudah biasa. Yang luar biasa, adalah kambing hitamnya, “saluran air tersumbat sampah  dan pompa air dibeberapa terowongan tidak berfungsi”. Kita tidak tahu kambing ini sebenarnya tinggal berapa ekor.

Berbarengan dengan itu ada berita, kiriman air dari gunung akan tiba pula, atas jasa sungai Ciliwung dan akan melanda daerah alirannya, jalan umum, rumah, pertokoan atau apapun yang ada didepannya, tanpa peduli dan perasaan, karena ia tidak diberi perasaan, seperti alat kontrol dan sarana yang lain seperti waduk misalnya.

Hal yang sama, bengawan Solo melanda kawasan Bojonegoro, Tuban dan Lamongan di Jawa Timur. Bengawan Madiun melanda Ngawi. Banjir di mana-mana, kabupaten Bandung di Jawa Barat. Daerah Muara Enim dan kota Palembang di Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan dan lain-lain.

Masyarakat yang terkena banjir ada yang mengungsi ada yang bertahan. Padi dipanen lebih awal, wabah penyakit mengancam. Jalan-jalan rusak. Sementara DPR sibuk melakukan pemilihan Gubernur Bank Indonesia. Meneg BUMN dan beberapa menteri terkait, sibuk pula mencari orang, yang akan didudukkan mengganti jajaran direktur, yang telah habis masa periodenya. Hujan dan banjir memang, mungkin bukan pekerjaan mereka.

Selalu berulang tiap tahun pada musim dan situasi yang sama, aneh juga keledai, binatang yang tidak mau terperosok dua kali pada tempat yang sama.

Namun, sebaiknya, kita harus melakukan sesuatu secara bersama, agar tidak berulang terus, sehingga berlakulah nasehat orangtua kita yaitu,  “Bersatu kita teguh bercerai kita rubuh” dan “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

__________

dari Bisik-bisik: Bantuan lagi direncanakan dan disusun daftarnya begitukan, maksudnya!

Written by Singal

March 13, 2008 at 1:16 pm

Banjir, Menghitung Rugi dan Kelaparan diatas Rel Kereta

with 3 comments

Hebat benar negeriku!!, setelah banjir Jakarta, beberapa perusahaan negara yang langsung berhubungan dengan masyarakat, rame-rame menghitung rugi, mereka adalah: PT. Angkasa Pura, PT. PLN (Listrik), PT. KA (Kereta Api) dan PT. Jasa Marga (Penyedia jalan TOL). Tidak jelas maksudnya apa, tanpa diberitahupun, anak kecil juga tahu.

Sementara itu, para pengungsi diatas rel kereta api, kelaparan, kedinganan ketika malam, kepanasan ketika siang hari, basah kuyup ketika hujan datang. Mereka sibuk mencari makanan, dan, mereka beli dengan harga sangat mahal, sesuai ukuran mereka. Tidak pernah menghitung rugi, tapi mereka penuh harap, kapan bantuan tiba, harapan ya harapan, ternyata sia-sia, karena bantuan tak kunjung tiba.

Menurut berita, jumlah kerugian perusahaan itu lumayan besar. Pikir-pikir, saya orang bodoh, kalau uang sejumlah kerugian tersebut, disisihkan dan diberikan untuk perbaikan dan pencegahan setiap tahun, maka dampak banjir pasti dapat diperkecil. Toh, perusahaan tersebut tidak bangkrut!, buktinya, perusahaan tersebut masih beroperasi saat ini. Lain dengan masyarakat, rumahnya terendam, mereka hanya memiliki “Sabar”.

___________

Bisik-bisik: Kebiasaan, perusahaan tersebut sangat senang memberitahukan kerugian, ada maksudnya kali!, iya kan?!

Written by Singal

February 7, 2008 at 10:26 am

Alat Ukur Peringatan Dini Tsunami Hilang

with 3 comments

Salah satu alat ukur, yang digunakan untuk mengetahui kondisi kelautan atau gelombang laut dan iklim serta peringatan dini tsunami, namanya pelampung ATLAS. Alat ini, dipasang di pantai barat Sumatera atas bantuan dari National Oceanic and Atmosheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.

Pelampung ATLAS, yang dapat memberitahukan kondisi kelautan secara otomatis,  ke stasion pusat kontrol Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini, telah hilang satu setengah bulan lalu.

Indikasinya?!, diketahui, alat ini tidak mengirim data lagi ke pusat kontrol BPPT. Biasanya sekali enam jam, via satelit INMARSAT. Dan bila tsunami datang, alat ini akan mengirim data tiap menit, sedang data yang dikirim ialah, ketinggian permukaan laut dan waktu pengiriman.

Kejadian seperti ini sudah yang kedua kali, yang pertama dari lokasi  sekitar 463 km, pantai barat SUMBAR dan yang kedua dari sekitar 100 km, sebelah barat Pantai Selatan Lampung, dua-duanya hilang!!!

Gila!!!, coba bayangkan, entah apapun alasannya, sungguh tidak ada kata yang cocok untuk menyatakan sebutan apa, bagi orang yang mencuri ini.

____________

Bisik-bisik: Dinosaurus kali, iya pak!

Written by Singal

February 4, 2008 at 8:01 pm

Pengelola Sukarno-Hatta, Jasa Marga, Pemda DKI dan Banjir

with one comment

Akibat Jakarta banjir, 1 Februari 2008, kabarnya, calon penumpang di bandara Sukarno-Hatta, menderita, menahan emosi, kelelahan, lapar dan sakit (hati), karena pelayanan jasa penebangan sangat buruk!!.  mereka tdk dapat makanan, harus cari sendiri, dan konon hanya dapat camilan karena makanan sudah habis. Daan tidak ada penjelasan jadual penerbangan dari pengelola bandara Sukarno-Hatta yang (mungkin) tidak berperasaan.

Yang lebih hebat, menurut beritanya, Lion Air berangkat meninggalkan penumpangnya tanpa peduli, padahal sudah jelas mereka  terlambat, pasti karena macet. Masa pihak Lion Air tidak tahu situasi, soalnya jumlahnya tidak tanggungtanggung, 51 (limapuluh satu orang) mahasiswi kebidanan Gorontalo. Mereka telat 5 (lima) menit, setelah berjuang 8 (delapan) jam perjalanan, dari Slipi ke Bandara. Saat ini katanya mereka terlantar.

Lain lagi Adam Air, calon penumpang tiba di depan counter check-in pkl. 7.15 pagi, dinyatakan terlambat untuk keberangkatan pkl 8.30, tiketnya pun hangus alias harus bayar lagi untuk tiket baru. Mereka akan dilaporkan ke Menteri Perhubungan oleh salah seorang pejabat Bandara, “kalau itu betul” katanya.

Pihak Jasa Marga dan Pemda DKI, seharusnya menyediakan angkutan paling tidak dapat membantu calon penumpang ke Bandara. dalam hal ini pun, kelihatannya Jasa Marga dan Pemda DKI juga (mungkin) tidak perduli.

____________

Bisik-bisik: Bicara soal pelayanan,  negeri ini selalu nomor satu. begitu maksudnya kan! iya kan?!

Written by Singal

February 3, 2008 at 3:00 pm

Biasa!!, Jakarta Banjir

with 6 comments

Hari ini, 1 Februari 2008, beberapa atau hampir semua lokasi di Jakarta banjir lagi, termasuk halaman Istana, jalan protokol Sudirman, Thamrin, jalan toll BSD, TB. Simatupang. Jakarta Barat, Timur, Utara, Selatan, dan Bekasi, Cengkareng, kebagian banjir termasuk lapangan terbang atau Bandara Sukarno Hatta.

Seorang teman dari Palembang, menghubungi saya melalui hp, katanya “Bang, Jakarta hujan dan banjir ya!, soalnya kami sekarang di Palembang, karena pesawat kami mendarat disini. Diputar balik dari Cengkareng”. Teman saya ini, ikut penerbangan Padang-Jakarta. Saya sedang nonton berita TV, memang, Jakarta Banjir.

Saat seperti ini, aliran listrikpun akan dimatikan, dan akibatnya?!, “Rakyat makin menderita!!!”. Namun, rakyat menderita tampaknya sudah biasa, pemerintahpun tampaknya melihat hal seperti ini sudah biasa. Daan, bisa ditebak sebentar lagi, pemerintah akan memberikan alasan macam-macam, termasuk kambing hitam, sayangnya kambing ini tak bisa disate.  Alasan dan kambing hitam tadi adalah hasil rapat pejabat, orang pintar dan juga wakil rakyat. Mungkin ketika mereka rapat, mereka tersenyum dan makan-minum yang enak. Dan saat hasilnya diumumkan, rakyat akan mendengar sambil kedinginan dan lapar.

Biasalah, menurut berita kompas on line, di istana negara pun segera diadakan rapat kabinet, para menteri datang dengan mobil yang tinggi, yang jelas bukan sedan, mereka takut mogok. Hasilnya belum diketahui. Kalau diumumkan mungkin hasilnya biasa juga, seperti rapat tadi.

Yang kuharapkan, adalah mudah mudahan turunnya hujan tidak disalahkan!!!

Bisik-bisik: Biarkan saja, toh… sudah biasa, dan empat bulan lagi kan sudah musim kemarau iya kan?

Written by Singal

February 1, 2008 at 6:48 pm

Banjir, Tanah Longsor dan Gelombang mengamuk.

with 2 comments

Berita dua minggu terakhir, ternyata Bengawan Solo mengamuk menumpahkan airnya, sehingga sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur banjir. Banjir juga terjadi dimana mana dibeberapa tempat diseluruh Indonesia. Longsor juga, ikut-ikutan menimbun rumah dan jalan. Katanya (orang-orang), penyebabnya adalah “hujan dan angin kencang”.

Suara Pojok Bisik-bisik: Dulu,  belum pernah turun hujan dan angin kencang. Itu maksudnya kan?!

Written by Singal

January 6, 2008 at 6:19 pm

Posted in Bencana Alam