Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for April 2009

PILPRES, Kursi Presiden

with 22 comments

Suatu saat di negeri Cina yang makmur, kursi kaisar diduduki seorang yang bijak, lembut dan selalu berpikir untuk berusaha bagi kemakmuran rakyatnya. Sang kaisar melaksanakan pemerintahan dengan pemikir, budayawan, satrawan, seniman dan tentu saja disertai para jenderal yang kuat dan hebat.

Namanya bumi, tempat hidup bagi manusia dan binatang, penuh dengan misteri. Salah satu misteri itu ialah seorang atau suatu kelompok merasa superior , lebih berkuasa terhadap yang lainnya dengan berbagai alasan. Ingin mengabdi kepada rakyat yang akan diperintahnya, demi kemajuan bersama alias negara dan bangsa.

“Satu nusa satu bangsa!”, namun, tiap orang atau kelompok, secara khusus tidak akur satu sama lain, berbeda dengan bumi ini, di tatasurya ia akur dengan planet lain, mereka tunduk berputar teratur mengelilingi matahari. Kontras!, sebuah tempat yang memberi contoh tidak diikuti penghuninya.

Kesombongan!!, merasa besar, merasa mampu, merasa lebih baik dan akhirnya merasa lebih pas menjadi penguasa, mereka saling teriak. Mereka menginginkan kursi penguasa alias kursi presiden. Semoga rakyat negerinya mengerti teriakan teriakan itu, semoga rakyat negerinya mampu mengolah makna teriakan-teriakan itu.

Sementara itu. meski negeri cina sudah makmur, pemberontakan selalu ada saja dan selalu dapat dipadamkan oleh jenderal-jenderal hebat itu. Banyak korban jiwa!, banyak uang yang dikeluarkan!. Kaisar masgul!.

Suatu saat, terjadi lagi pemberontakan. Kaisar dan panglima besar turun langsung, mendatangi kepala pemberontaknya, lalu mengangkatnya menjadi Gubernur, tidak ada korban jiwa!, tidak ada panah!, tidak ada pedang dan tidak ada uang yang dikeluarkan selain dari pesta pengertian dan pesta kedamaian.
_________________________________________
dari Bisik-bisik: Mereka sedang mengasah pedang dan sedang menyiapkan anak panahnya. Pedang kebencian dan panah kemarahan, lidah mereka.

Advertisements

Written by Singal

April 30, 2009 at 5:42 pm

Pemilu, Pemilihan Umum untukmu Indonesia

with 30 comments

Mengisi kekosongan dengan buru-buru….hehehe…

“Aku tidak suka pangkat Jenderal” kata Naga Bonar, “aku jadi Marsekal saja” lanjutnya kepada si Lukman. “Lagipula untuk apa pangkat itu, tak perlu itu buatku”.

“Perlu bang, perluuu…” sahut Lukman, “biar Belanda itu jelas berunding dengan siapa”.

Si Lukman ini sangat hebat, dia yang mengatur dan memilih semua pangkat pasukan Naga Bonar, karena cuma dia anak sekolahan, atau setidaknya pernah duduk dibangku sekolah. Namun ada satu orang yang protes.

Si Bujang sang ajudan protes, karena pangkatnya letnan, sedang temannya mayor, lagi pula dia merasa paling berjasa karena menggendong ibu Nagabonar kalau Belanda datang, mereka berlari ke tempat perlindungan.

“Aaaah!..mana kutaaau ituu, si Lukman yang buat paaangkat Jang…..!!!, kalau begitu kau sersan mayor saaja lah!, ada sersaaannya ada juga mayooornya” teriak Naga Bonar dengan enteng sambil membelakangi si Bujang sembari melihat kearah rimba di depannya.

Pemilihan yang hebat, dan jelas posisinya, meski bukan pemilhan umum.

Dalam waktu dekat, kita menjadi si Lukman, bukan memilih dan menentukan pangkat, melainkan memilih wakil kita atau anggota DPR, DPRD I dan DPRD II, untuk menentukan nasib bangsa dan masyarakat secara umum. Memberi kemudi kendaraan namanya Indonesia kepada mereka yang kita pilih untuk menjalankannya.

Selamat memilih dan semoga pilihan kita itu adalah supir yang tepat dan baik, dapat diandalkan, mereka dapat mengemudikan dengan benar seperti Hamilton, Raikonnen, Masa, Alonso dan lain-lain di mobil roket formula satu.

Naga Bonar terbukti tangguh, seperti juga Hamilton, Raikonnen, Masa dan Alonso. Caleg (Calon Legislatif) yang terbukti tangguh, “siapa ya… no comment! ask yourself!…. semoga ada supir tangguh untukmu Indonesia “.
________________________________
dari Bisik-bisik: Selamat memilih wakilmu!

Written by Singal

April 3, 2009 at 7:20 pm