Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for February 2009

Berbahagia Apa Adanya

with 38 comments

Obrolan dengan temanku.

“Senang saya melihat bapak”, kataku kepada seorang teman, di suatu tempat di tengah hutan karet berbukit sebelah utara, Jawa Tengah.
“Bapak selalu memancarkan senyum meski dalam keadaan lelah begini, raut mukamu tetap berseri, hehehe”, lanjutku.

“Tiga kondisi yang selalu saya usahakan agar terlaksana, pertama membahagiakan diri dengan apa adanya, kedua membahagiakan keluarga dengan apa adanya, ketiga membahagiakan tetangga dan lingkungan dengan apa adanya. Nah! saat ini saya sedang membahagiakan diriku..”, katanya, tangannya memegang lutut kaki kanannya menekuk berpijak di ketinggian sedang kaki kirinya lurus berpijak di tempat yang lebih rendah.

“Semacam setting atau pengaturan ekonomi pribadi, ekonomi keluarga dan ekonomi lingkungan, begitulah…!, kita kan tidak hidup sendirian jadi semua kita lakoni dengan senang” dia melanjutkan dengan bersemangat, “Saya selalu merencanakan setting yang sangat rendah, sehingga bila kenyataannya sama atau sedikit lebih tinggi, maka saya sudah senang. Bila kenyataannya jauh lebih tinggi, wah..senang banget..jadi…semua keinginan kusesuaikan, bahkan kurendahkan sedikit dibawah kemampuanku” katanya.

“Luar biasa…” kataku, “Semacam kita miskin harta, tanpa jabatan tetapi tetap bahagia. Bahagia apa adanya” lanjutku.
“Betul…karena keinginan itu sering membuat kita susah…hahaha..” sergahnya, kami mulai menuruni bukit, menuju lembah.

Sambil mengagumi pemandangan musim panen bulan Februari, kugoda lagi temanku “berarti bapak sebebarnya tidak punya cita-cita dong..”
“cita-cita?!, ambisi maksudmu?!..” tanyanya…
“apalah semacam rencana dan usaha untuk masa depan yang lebih baik, daripada apa adanya” jawabku.
“bahagia apa adanya..itulah usaha dan cita-citaku..” katanya sambil melompat ke jalan setapak, dan menuju mobil kami diparkir.

“Coba lihat dan pikir”, katanya “banyak orang berpisah dengan temannya karena berbagai macam sebab, menurutku sih…penyebabnya sederhana saja, semua itu karena keinginan yang melebihi kemampuannya, sehingga…. pastilah tidak terpenuhi”.
“Seperti caleg?!…parpol?!..itu maksudmu?!..”, kataku
“hahaha..”, kami masuk mobil melanjutkan perjalanan, matahari memerah melukis awan dan sekelilingnya.
__________________________________________
dari Bisik-bisik: Berbahagia apa adanya!, iya kan?!.

Advertisements

Written by Singal

February 24, 2009 at 9:24 pm