Singal’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for November 2008

Kesan!

with 26 comments

Entah mengapa, pagi itu di kantor, seorang teman menghampiri meja saya, bibirnya dimonyongkan dan nyorocos “Coba bayangkan bang!, anak SD bukunya sangat banyak, belum ekstra kurikulernya. SMP dan SMA sama saja. Akhirnya, lihat saja hasilnya!, setelah mahasiswa mereka lebih banyak mengkhayal dan negative thinking, tawuran, berantam, tidak punya empaty. Anak sekarang dijejali dengan mata pelajaran, padahal belajar itu kan, harus disesuaikan dengan umurnya!!, mereka di karbit!!!”, lanjutnya.

“Bah..!, ada apa ini, duduk..duduk, duduk dulu pak!,….itu tandanya mereka lebih pintar dari kita, mereka lebih maju, mereka pokoknya mengikuti jaman….agar tidak disebut ketinggalan jaman”, kata saya.

“Gila kau bang!, tidak ketinggalan jaman abang bilang?, mereka mengancurkan sekolahnya, tawuran, memukuli temannya juga,….kalau mau berantam satu lawan satu, begitu kan?!” dahinya di kernyitkan, dan kedua belah telapak tangannya dibuka dan digoyang-goyangkannya naik turun, didepan perutnya, memang temanku orang jawa yang satu ini suka ceplas ceplos.

Deringan telepon di atas mejaku mengundurkan dia balik ke ruangannya, saya angkat gagangnya “halo..selamat pagi”.
“pagi pak…” bunyi suara dari ujung telepon, saya tahu siapa dia, dan kali ini saya yang nyorocos, “Apa kabar..ok..ok..gimana resume rapatnya..sudah dikirim ke direksi?! (Board of Director)
“sudah, sudah! sudah dikirim…hahaha…tidak ada response….tak ada disposisi balik, ibarat menjatuhkan batu kedalam lubuk, ikannya pun ogah muncul, bahkan batunya jadi mainan… mereka ga peduli…hahaha, jaman ini…”
“ok..lah..kalo gitu, loe ngapain hari ini…”
“mo..baca baca dulu, ok ya..klik..”

Tiba-tiba, temanku yang lain muncul, temanku yang satu ini, suka mengkritik tetapi tidak tahan terhadap kritik, “selamat pagi pak!”
“pagi pak..” kutatap dia, “krah bajumu tolong dibetulin pak…”, “ah…itu kusengaja biarin saja” tetapi sambil dibetulkan dan dirapihkannya, “terimakasih!, dasar loe itu suka mengkritik orang..” katanya sambil tertawa. “bah!..”.

Tidak terhitung kesan, yang kita tanam dan petik setiap hari, dari setiap kejadian, dari setiap pertemuan dan dari setiap dialog, juga dari isi dialog itu sendiri. Namun, tidak bisa dipungkiri, sering kesan yang telah tertanam (entah mengapa) dalam pikiran kita ternyata bertolak belakang, terbukti setelah kita bertemu dan bergaul lama secara langsung dengan seseorang atau sebuah kelompok.

Saat ini, amat banyak kesan yang tertanam, terhadap berita sosial di media massa, seperti demonstrasi mahasiswa dan buruh, penggusuran rumah dan pedagang kaki lima, penghentian truk yang membawa pupuk bersubsidi oleh petani, penanaman sejuta pohon, jalan macet (termasuk jalan tol), semrawut, perubahan jam masuk sekolah di Jakarta, rupiah merosot, angin puting beliung, banjir, caleg dan omongkosong. Kesan itu terserah anda.
_________________________________
dari Bisik-bisik: Kesan interviwer terhadap kita, dapat dipakai pemilik perusahaan, pemimpin dan orang lain jika berhubungan dengan kita, dan harapannya semoga kesan itu positif, iya kan?

Advertisements

Written by Singal

November 29, 2008 at 3:24 pm

Change!, Harta Tak Laku di Surga

with 38 comments

Sehari setelah Barack Obama terpilih jadi presiden harga saham global malah turun. Mungkin para orang kaya makin takut gara-gara model ekonominya, mereka kegerahan dan terpaksa menjual sahamnya, sehingga harganya jatuh lagi. Pajak golongan penghasilan menengah kebawah dikurangi makin kecil sedang pajak orang kaya ditambah atau makin besar Saya membayangkan para opportunis, berpikir keras, memanfaatkan kesempatan atas pidatonya “Change has come to America”, meski tetap saja lebih dari 200.000 orang kehilangan pekerjaan.

Sementara itu, menteri keuangan negeri tercinta, mengumumkan harga bensin premium akan turun 500 rupiah dari 6000 rp. menjadi 5500 rp. mulai pada bulan Desember yang akan datang, disambut protes supir angkutan umum, nelayan dan pengurus organisasi angkutan lainnya. “harga minyak solar juga harus diturunkan” seru mereka. Dan hampir berbarengan dengan itu, di berbagai kota, para buruh berteriak-teriak menentang SKB 4 menteri (tenaga kerja, dalam negeri, perindustrian dan perdagangan) karena konon menyengsarakan mereka.

Tiap kali lampu merah menyala, anak-anak itu menyebar, menepukkan kedua telapak tangannya keras-keras ke dekat jendela mobil yang berhenti, ada juga yang menggoyangkan tongkat kecil sehingga kumpulan dua atau tiga tutup botol berlapis longgar yang dipaku di ujungnya, berbunyi “krik..krriik..krik” sambil menengadahkan tangannya, dan di ujung jalan, seorang dewasa tampak mengawasi mereka. Mereka akan menyingkir ke punggung pemisah jalan atau trotoar sempit, bila lampu bertukar warnanya menjadi hijau, mereka bagian dari generasi penerus bangsa. Change always come, but what a change! . Setahu saya para wakil rakyat atau setidaknya media massa jarang membicarakan atau menyentuh kehidupan mereka. Lebih peduli memantau KPU yang sedang sibuk memeriksa keabsahan data para caleg, sebagian lagi sibuk memikirkan jurus jitu menghadapi pemilu, “mereka ingin berkuasa”.

“Change!!”. “change has come to this world”, “change has come to this century”. Mereka para demokrat jadi pemimpin, menguasai senat, menguasai DPR, sangat menjunjung hak azasi manusia, dan mereka melakukan segala daya upaya untuk itu. Akankah ada negara baru yang lahir di dunia ini demi hak azasi manusia?. Para separatis, para minoritas menggunakan alasan hak azasi, untuk memimpin, untuk mengatur diri sendiri atau untuk kaya. Teringat akan presiden Kennedy, Johnson, Carter dan Clinton, mereka dari partai Demokrat, di sela era partai Republik, barangkali, ada saja yang bergejolak, ada saja yang ingin berkuasa.

Suatu ketika, saya pernah bilang kepada seseorang!. “Pasti kamu sangat senang sebagai orang kaya”. Lalu dia menimpali “harta tak laku di surga, dibawa ke neraka terbakar, dibawa kedalam kubur digali orang, tak pernah kujaga bahkan tak pernah kupikirkan itu”. Hebat….

Sepak terjang KPK makin menggebu memeriksa banyak pejabat dan bekas pejabat yang disangka korupsi, bermacam-macam alasan mengapa mereka melakukan itu. Pada hal, sudah makin jelas, keinginan kaya, keinginan berkuasa, yang sering menghancurkan keserasian lingkungan, sering mengabaikan kebersamaan, sering menumbuhkan kesengsaraan, itulah penyebabnya.

Hmmm…semoga mereka yang sudah kaya, yang sudah berkuasa dapat berbagi rasa! berbagi pekerjaan, berbagi kepada rakyat banyak.
___________________________________
dari Bisik-bisik: Kebersamaan itu disimpan dimana?, kok… sering tidak kelihatan, iya kan?!

Written by Singal

November 12, 2008 at 3:38 pm